Revitalisasi 1.277 SMK, Kemendikdasmen Tingkatkan Fasilitas Belajar

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan bantuan revitalisasi kepada 1.277 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di berbagai daerah melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sarana pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, serta menyediakan fasilitas praktik yang mendukung pengembangan keterampilan peserta didik.

Dari total penerima bantuan, sebanyak 553 merupakan SMK negeri dan 724 lainnya SMK swasta. Bantuan tersebut meliputi pembangunan baru, rehabilitasi, renovasi, pengadaan perabot, penataan lingkungan, hingga pengecatan. Fasilitas yang menjadi sasaran perbaikan antara lain ruang kelas, ruang praktik keterampilan, toilet aksesibel, dan sarana pendukung pembelajaran lainnya.

Bacaan Lainnya

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan seluruh sekolah agar mengelola bantuan revitalisasi secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan. Ia menegaskan, dana tersebut bersumber dari pajak masyarakat sehingga harus digunakan secara tepat dan tidak boleh disalahgunakan.

Pesan itu disampaikan Fajar saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (4/11/2026).

“Uang yang diterima oleh sekolah-sekolah itu adalah uang pajak rakyat yang didapatkan dengan susah payah oleh negara. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada kita semua untuk betul-betul menunaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Fajar.

Ia juga meminta sekolah memperhatikan kualitas pekerjaan sejak tahap perencanaan hingga pembangunan selesai. Pemilihan material harus sesuai spesifikasi teknis agar bangunan memiliki daya tahan yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Menurut Fajar, perbaikan fasilitas sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Ruang kelas yang nyaman, fasilitas praktik memadai, serta sanitasi yang layak dapat mendukung motivasi peserta didik dan kinerja guru.

Karena itu, sekolah juga diminta menjaga dan merawat fasilitas yang telah diperbaiki melalui pemeliharaan rutin dengan memanfaatkan sumber pendanaan sesuai ketentuan.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan, Kemendikdasmen menyelenggarakan Bimtek Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 pada 3–6 November 2026. Kegiatan ini diikuti 519 SMK calon penerima bantuan dari berbagai provinsi di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa Bimtek tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada sekolah mengenai mekanisme bantuan dan tahapan pelaksanaannya.

Peserta yang terdiri dari kepala sekolah, ketua tim perencana, dan penanggung jawab teknis mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan, pekerjaan konstruksi, administrasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.

Tatang menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga kesiapan sekolah dalam mengelola pembangunan dan sarana prasarana secara tertib serta akuntabel.

Ia turut mengingatkan seluruh peserta agar menjalankan program secara transparan dan menolak segala bentuk permintaan biaya di luar ketentuan. Sebagai langkah pencegahan penyimpangan, jajaran direktorat di lingkungan Kemendikdasmen bersama dinas pendidikan provinsi juga telah menandatangani pakta integritas.

Manfaat program revitalisasi tersebut turut dirasakan sekolah di wilayah terpencil. Salah satunya SMK Al-Barokah di Cianjur Selatan, Jawa Barat, yang masih membutuhkan tambahan ruang kelas dan ruang praktik untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kepala SMK Al-Barokah, M. Apep Mubarok, mengatakan sekolahnya pada 2026 memperoleh bantuan untuk merenovasi ruang kelas yang sudah tersedia.

Ia berharap perbaikan tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.

Apep memastikan pihak sekolah akan melaksanakan renovasi sesuai ketentuan dan melibatkan unsur warga sekolah dalam proses pengerjaannya.

Melalui program revitalisasi 1.277 SMK ini, Kemendikdasmen berharap fasilitas pendidikan vokasi semakin memadai dan sesuai kebutuhan pembelajaran. Dengan pembangunan yang memenuhi standar teknis serta pengelolaan anggaran yang transparan, sekolah diharapkan mampu memberikan pendidikan berkualitas dan membekali peserta didik dengan kompetensi serta keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *