BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp1.235,4 triliun hingga akhir triwulan II-2026. Angka tersebut tumbuh 8,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), jauh melampaui pertumbuhan kredit UMKM nasional yang tercatat 2,32 persen per Agustus 2026.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, penguatan UMKM menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini juga sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Bacaan Lainnya

Menurut Hery, penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan pembangunan menjadi fokus yang berkaitan erat dengan bisnis BRI.

Karena itu, BRI terus memperluas akses pembiayaan produktif, meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, dan mendorong pemerataan ekonomi hingga tingkat desa.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah pertanian. Hingga akhir triwulan II-2026, pembiayaan BRI ke sektor tersebut mencapai Rp239,46 triliun.

Dukungan terhadap sektor produktif juga diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir September 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur. Jumlah tersebut setara 87,9 persen dari total alokasi KUR BRI tahun ini sebesar Rp190 triliun.

Dari total penyaluran KUR tersebut, Rp114,76 triliun atau 68,71 persen disalurkan ke sektor produksi. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penerima terbesar dengan porsi 42,82 persen.

Hery menegaskan, KUR menjadi instrumen penting untuk mendukung ketahanan pangan dan memperkuat perekonomian nasional dari tingkat akar rumput.

Selain pembiayaan, BRI memperkuat pemberdayaan usaha mikro melalui Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.

Hingga triwulan II-2026, ekosistem tersebut melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi ini juga mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas sehingga memiliki akses terhadap layanan dan pembiayaan yang lebih luas.

Pengembangan kapasitas UMKM dilakukan melalui platform LinkUMKM by BRI yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,6 juta pelaku usaha. Sementara itu, 54 Rumah BUMN telah menyelenggarakan lebih dari 19.525 pelatihan dengan sekitar 654.351 UMKM terdaftar.

Kredit UMKM Nasional Melambat

Di tengah pertumbuhan kredit BRI, penyaluran kredit UMKM secara nasional masih menghadapi tantangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, kredit UMKM tumbuh 2,32 persen secara tahunan menjadi Rp1.529,38 triliun per Agustus 2026.

Pertumbuhan tersebut tertinggal dibandingkan kredit perbankan yang mencapai 13,65 persen dan kredit korporasi sebesar 22,8 persen pada periode yang sama.

Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny menilai, perlambatan kredit UMKM dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat, peningkatan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), serta sikap perbankan yang semakin berhati-hati.

Menurut Hermawati, proses pengajuan kredit yang kaku dan kekhawatiran kehilangan agunan membuat sebagian pelaku usaha mencari alternatif pembiayaan, termasuk pinjaman daring berbasis peer-to-peer lending (P2P lending).

Ia juga menyoroti persaingan dengan produk impor yang dijual lebih murah dibandingkan produk lokal. Kondisi tersebut menekan pasar UMKM dan membuat pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengambil pinjaman.

Hermawati mengatakan, sebagian pelaku UMKM memilih menggunakan dana pribadi atau layanan teknologi finansial (fintech) daripada pembiayaan perbankan karena khawatir menghadapi risiko ketika tidak mampu membayar pinjaman.

Senada, Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah menilai, rendahnya pertumbuhan kredit UMKM perlu menjadi perhatian karena sektor tersebut merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia.

Menurut Piter, perbankan semakin selektif menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan domestik serta risiko kredit bermasalah.

Ia menambahkan, pertumbuhan kredit nasional berpeluang kembali menguat apabila terdapat sentimen positif yang mendorong investasi dan konsumsi masyarakat.

Dengan berbagai program pembiayaan dan pemberdayaan tersebut, BRI terus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional, sekaligus memperluas akses permodalan dan meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah tantangan ekonomi.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *