Bank Mandiri Genjot Bisnis Digital dan Emas

FACEINDONESIA.CO.ID-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat layanan digital dan bisnis bulion atau bank emas untuk mendorong pertumbuhan bisnis, meningkatkan transaksi nasabah, serta memperluas pembiayaan berbasis ekosistem.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, strategi tersebut dijalankan dengan tetap menjaga kualitas aset, efisiensi operasional, dan kecukupan modal agar pertumbuhan bisnis memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

Bacaan Lainnya

Menurut Novita, ekspansi bisnis tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus memberikan nilai tambah bagi nasabah, pelaku usaha, dan pemegang saham.

Salah satu strategi yang dikembangkan adalah bisnis bulion yang menawarkan layanan Tabungan Emas, cicilan emas melalui KSM Emas, hingga pengambilan emas fisik dalam satu ekosistem. Sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang memperoleh izin usaha bulion, Bank Mandiri mengintegrasikan layanan tersebut melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.

Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto Xie menjelaskan, nasabah dapat membuka Tabungan Emas dengan pembelian awal mulai 0,02 gram. Pembelian emas dapat dilakukan mulai 0,005 gram dan penjualan mulai 0,01 gram secara real time selama 24 jam.

Nasabah juga dapat mengambil emas fisik dari saldo Tabungan Emas melalui 28 ATM Emas dan 458 kantor cabang. Pilihan emas yang tersedia antara lain ANTAM LM dan HRTA GOLD.

Selain bisnis emas, Bank Mandiri terus mengembangkan layanan digital untuk nasabah individu. Hingga September 2026, Livin’ by Mandiri memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar.

Sepanjang Januari–September 2026, Livin’ mencatat 4,18 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp3.863 triliun. Jumlah transaksi tersebut tumbuh 22 persen secara tahunan, sedangkan nilai transaksi meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pengembangan layanan dilakukan melalui integrasi berbagai kebutuhan keuangan, mulai dari menabung, bertransaksi, memperoleh pembiayaan, hingga berinvestasi. Bank Mandiri juga menghadirkan tujuh fitur terbaru, yakni QR+, e-Deposito, Livin’ Next-G+, Kredit Agunan Deposito, Kredit Agunan SBN, KSM Emas, dan Tabungan Emas.

Di segmen korporasi, Bank Mandiri memperkuat Kopra by Mandiri sebagai platform digital untuk mendukung transaksi dan operasional bisnis. Hingga September 2026, Kopra memiliki 406 ribu pengguna terdaftar dengan nilai transaksi Rp22.801 triliun sepanjang Januari–September 2026, tumbuh 17 persen secara tahunan.

Bank Mandiri turut menghadirkan Kopra Mobile untuk memudahkan nasabah bisnis memantau saldo, melakukan transaksi, dan memberikan otorisasi pembayaran melalui perangkat seluler.

Penguatan layanan digital dan bisnis bulion tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan nasabah, memperluas akses layanan keuangan, serta mendukung pertumbuhan bisnis Bank Mandiri secara berkelanjutan.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *