Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun

FACEINDONESIA.CO.ID- Realisasi investasi Indonesia selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun. Investasi tersebut menyerap 5.485.944 tenaga kerja sepanjang triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan capaian tersebut setelah melaporkan perkembangan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/10).

Bacaan Lainnya

“Jumlah investasi yang masuk total Rp3.923,2 triliun dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang,” ujar Rosan.

Berdasarkan wilayah, realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total investasi. Sementara itu, investasi di Jawa tercatat sebesar Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen.

Dari sisi sumber modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.924,5 triliun.

Rosan menegaskan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan investasi berkualitas yang mendukung hilirisasi dan industrialisasi. Upaya tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus memperkuat industri nasional.

“Yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industri hilirisasi, di antaranya kemudian industrialisasi,” ungkapnya.

Selain mendorong hilirisasi, pemerintah memperkuat iklim investasi melalui integrasi sistem perizinan yang melibatkan 28 kementerian dan badan. Integrasi ini bertujuan memberikan kepastian proses dan waktu perizinan bagi investor domestik maupun asing.

Menurut Rosan, kepastian menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor dalam menanamkan modal di Indonesia. Karena itu, pemerintah terus berupaya mengurangi ketidakpastian, mulai dari proses perizinan hingga iklim investasi.

“Yang diharapkan investor kan semuanya tentunya adalah kepastian. Itu yang kita coba lakukan mengurangi ketidakpastian. Baik dari segi perizinan, baik dari segi waktu, baik dari segi iklim investasi,” tegas Rosan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *