KAI Serius Tangani Gangguan KRL INKA, Keandalan Jadi Sorotan

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan keseriusannya menangani kendala pada sejumlah rangkaian kereta rel listrik (KRL) produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan sarana, keselamatan, serta kenyamanan pelanggan Commuter Line Jabodetabek, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat gangguan perjalanan, khususnya pada jam sibuk. Menurutnya, setiap kendala sarana harus ditangani secara menyeluruh melalui pemeriksaan, evaluasi, dan tindak lanjut yang jelas.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi. Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Bobby menjelaskan, KAI telah meminta INKA memastikan seluruh temuan teknis pada rangkaian KRL ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Penanganan tersebut harus mencakup identifikasi akar masalah hingga penerapan langkah korektif yang tepat.

“Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional harus disertai komitmen untuk menjaga kualitas produk, terutama sarana yang digunakan dalam pelayanan publik. Standar keselamatan dan keandalan, kata Bobby, harus diterapkan secara konsisten agar operasional kereta tetap berjalan optimal.

KAI juga memberikan dukungan teknis dan operasional dalam proses evaluasi bersama INKA. Namun, penyelesaian masalah tidak cukup hanya melalui pemeriksaan atau perbaikan sementara. Hasil perbaikan harus dibuktikan melalui peningkatan kinerja rangkaian saat kembali melayani pelanggan.

“Yang kami minta jelas yaitu penyelesaian harus sampai tuntas dan hasilnya harus terlihat pada performa rangkaian di lapangan. Pelanggan membutuhkan kepastian bahwa sarana yang digunakan setiap hari dapat diandalkan. Itu yang akan terus kami kawal,” kata Bobby.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, tujuh trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA sebelumnya telah menjalani program pemeriksaan dan perawatan secara bertahap. Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026, sedangkan seluruh tujuh trainset kembali mendukung pelayanan Bogor Line mulai 6 Oktober 2026.

Setelah kembali beroperasi, KAI terus memantau kinerja rangkaian dan mencatat setiap temuan teknis untuk ditindaklanjuti bersama INKA.

“Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan,” ujar Anne.

Menurut Anne, keandalan KRL menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek. Berdasarkan data KAI, sepanjang Januari hingga September 2026, Commuter Line Jabodetabek melayani 270.891.261 pelanggan atau meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 255.520.949 pelanggan.

Peningkatan jumlah pengguna tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta komuter. Karena itu, setiap rangkaian harus memiliki tingkat keandalan yang memadai agar gangguan operasional dapat diminimalkan, terutama pada waktu dengan kepadatan penumpang tinggi.

“Lebih dari 270 juta perjalanan pelanggan dalam sembilan bulan menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap Commuter Line Jabodetabek. Dalam skala layanan sebesar itu, keandalan setiap rangkaian menjadi sangat penting karena satu gangguan dapat memengaruhi perjalanan lainnya, terutama pada jam sibuk,” jelas Anne.

Dalam menghadapi kendala operasional, KAI melakukan pengaturan perjalanan dan penyesuaian layanan untuk menjaga kelancaran operasional serta mengurangi dampak gangguan terhadap pelanggan. KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna Commuter Line yang terdampak.

Anne menegaskan, pemantauan terhadap kinerja KRL produksi INKA akan terus dilakukan secara ketat. Setiap temuan teknis akan disampaikan kepada pihak manufaktur agar segera diselesaikan dan hasil perbaikannya dapat dipastikan melalui kinerja rangkaian di lapangan.

“Ukuran akhirnya sederhana yaitu rangkaian harus andal saat digunakan melayani pelanggan. Karena itu, setiap catatan teknis harus selesai, setiap perbaikan harus terbukti hasilnya, dan layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga. KAI akan terus mengawal hal tersebut,” tutup Anne.

KAI menegaskan, keandalan sarana menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan Commuter Line Jabodetabek. Penanganan gangguan KRL INKA diharapkan dapat memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan semakin andal.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *