FACEINDONESIA.CO.ID – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program Harmoni Karya Inklusif. Program ini menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, menampilkan hasil karya, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuka peluang kemandirian ekonomi.
Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas sekaligus mendorong potensi mereka agar memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, pemberdayaan tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi juga perlu didukung kesempatan untuk memamerkan hasil karya, memperoleh apresiasi, serta mengembangkan produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Jamkrindo menggelar rangkaian kegiatan Harmoni Karya Inklusif di Karawang Mall Resinda, Karawang, Jawa Barat, pada 3–4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan membatik dan menjahit, lomba peragaan busana batik, serta pameran produk hasil karya penyandang disabilitas.
“Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya dan berdaya. Karena itu, pemberdayaan perlu didukung dengan ruang untuk menunjukkan karya, membangun kepercayaan diri, mendapatkan apresiasi dan membuka peluang untuk berkembang,” ujar Abdul dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Sebelumnya, program Harmoni Karya Inklusif telah menghadirkan pelatihan membatik yang diikuti 20 penyandang disabilitas. Para peserta mendapatkan materi pengembangan motif batik khas Karawang sebagai upaya mendorong kreativitas dan menghasilkan produk yang memiliki ciri khas daerah.
Jamkrindo juga mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui pendekatan business matching. Melalui kegiatan ini, hasil pelatihan berpeluang dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti pakaian, tas, aksesori, hingga produk kreatif lainnya.
Kegiatan lanjutan pada awal Oktober memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat. Selain pameran produk, lomba peragaan busana batik turut menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka.
Abdul menegaskan, inklusi harus diwujudkan melalui kesetaraan kesempatan dan penghargaan terhadap kemampuan setiap individu. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong penyandang disabilitas semakin percaya diri dalam berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Komitmen Jamkrindo dalam pemberdayaan penyandang disabilitas telah dijalankan melalui berbagai program selama beberapa tahun terakhir. Bentuk dukungannya mencakup peningkatan keterampilan, penyediaan sarana, hingga pendampingan untuk mendorong kemandirian ekonomi.
Pada 2022, Jamkrindo mengadakan pelatihan public speaking bagi penyandang disabilitas sekaligus memberikan bantuan kaki palsu. Program tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian penerima manfaat.
Jamkrindo juga menjalankan program Kreasi Kopi Sunyi yang mendukung penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara melalui penyediaan sarana usaha berupa gerobak kopi, pelatihan, serta pendampingan bisnis.
Selain pemberdayaan masyarakat, Jamkrindo berperan dalam memperkuat ekonomi inklusif melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagai perusahaan penjaminan yang tergabung dalam ekosistem Danantara dan Holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo memberikan dukungan penjaminan kepada lembaga keuangan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan.
Akses tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Hingga Agustus 2026, Jamkrindo mencatat volume penjaminan konsolidasi mencapai Rp235,44 triliun dengan jumlah 2,6 juta UMKM terjamin.
Abdul mengatakan capaian tersebut mencerminkan kontribusi perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
Ia menambahkan, penguatan ekonomi inklusif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dan harus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui program pemberdayaan maupun perluasan akses terhadap sumber pembiayaan.
Melalui Harmoni Karya Inklusif dan berbagai program lainnya, Jamkrindo berkomitmen terus membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dan pelaku UMKM untuk mengembangkan potensi, memperkuat usaha, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Jamkrindo meyakini setiap individu memiliki potensi untuk berkarya, berkembang, dan memberikan nilai bagi lingkungan sekitarnya.(SAN)






