FACEINDONESIA.CO.ID- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menandatangani kesepakatan dengan perusahaan energi asal Italia, Eni S.p.A., untuk mengakuisisi 10 persen hak partisipasi nonoperator di empat blok minyak dan gas bumi (migas) yang berada di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.
Empat blok migas tersebut meliputi Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal. Kawasan ini dikenal memiliki potensi gas alam yang produktif dengan aset yang mencakup kegiatan produksi, pengembangan, hingga eksplorasi.
Salah satu potensi penting di kawasan tersebut adalah penemuan gas berskala besar Geliga yang baru-baru ini diumumkan. Temuan ini semakin memperkuat prospek pengembangan sumber daya gas di Cekungan Kutai.
Saat ini, keempat Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) tersebut dioperasikan oleh Searah, perusahaan patungan yang baru dibentuk oleh Eni dan perusahaan energi Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS).
CEO MedcoEnergi, Ronald Gunawan, mengatakan bahwa akuisisi tersebut menjadi langkah strategis untuk melengkapi portofolio perusahaan di Indonesia. Kesepakatan ini juga diharapkan memperluas keterlibatan MedcoEnergi dalam rantai pasok gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
Menurutnya, transaksi tersebut memberikan peluang bagi perusahaan untuk memperkuat basis produksi migas jangka panjang melalui aset yang telah berproduksi serta proyek pengembangan gas berskala besar.
Selain itu, investasi ini membuka peluang bagi MedcoEnergi untuk memanfaatkan potensi eksplorasi di Cekungan Kutai, yang dinilai prospektif berkat hasil eksplorasi terbaru dan sejumlah peluang pengembangan pada masa mendatang.
MedcoEnergi menilai kepemilikan hak partisipasi di empat blok tersebut dapat mendukung pertumbuhan portofolio energi perusahaan sekaligus memperkuat posisinya dalam industri gas alam, termasuk rantai pasok LNG yang didukung infrastruktur dan kegiatan operasional.
Meski kesepakatan akuisisi telah ditandatangani, transaksi tersebut belum efektif sepenuhnya. Penyelesaiannya masih menunggu pemenuhan seluruh persyaratan yang berlaku, termasuk persetujuan dari Pemerintah Indonesia.
Akuisisi ini menjadi bagian dari langkah MedcoEnergi memperkuat aset migas di dalam negeri, terutama pada wilayah yang memiliki potensi pengembangan gas alam untuk mendukung kebutuhan energi jangka panjang.(ZID)





