Papan Interaktif Digital Bikin Belajar Lebih Menarik

FACEINDONESIA.CO.ID- Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) membuat kegiatan belajar mengajar semakin menarik dan interaktif. Teknologi ini membantu guru menyampaikan materi secara visual, memadukan berbagai media digital, serta mendorong murid terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Pengalaman tersebut dirasakan di SMPN 9 Metro, Lampung. Badrun, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), memanfaatkan PID dalam setiap tahapan pembelajaran, mulai dari kegiatan pembuka, penyampaian materi inti, hingga asesmen atau evaluasi belajar.

Bacaan Lainnya

Dalam penggunaannya, Badrun mengombinasikan sejumlah platform digital, seperti Google, YouTube, Canva, Wayground, dan Wordwall.net. Berbagai media tersebut dimanfaatkan untuk memperkaya materi sekaligus menciptakan interaksi yang lebih dinamis di dalam kelas.

“Saya memanfaatkan PID dalam pembelajaran agama sebagai alat bantu pembelajaran yang menguatkan proses interaksi bersama murid melalui fitur-fitur yang ada di dalamnya, baik pada sesi awal, inti, maupun media asesmen,” ujar Badrun, Kamis (8/10/2026).

Menurut Badrun, teknologi digital memudahkan guru menghadirkan visualisasi dan contoh nyata untuk memperkuat pemahaman murid terhadap materi yang disampaikan. Kesempatan menggunakan perangkat secara langsung juga membuat murid lebih antusias mengikuti pelajaran.

Ia menilai, penyajian materi yang variatif dan interaktif dapat mengurangi kejenuhan di kelas, termasuk kebiasaan murid mengantuk atau berbicara sendiri saat pembelajaran berlangsung.

Manfaat penggunaan PID turut dirasakan oleh para murid. Mezzaluna Azzury, murid kelas VII SMPN 9 Metro, mengungkapkan bahwa pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan materi lebih mudah dipahami.

“PID membuat pembelajaran lebih menarik, kita jadi lebih paham sama materinya, lebih mudah dicerna,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ratu Qimora, murid kelas VII lainnya. Menurutnya, tampilan gambar dan tayangan pada papan interaktif digital membantu murid memahami materi yang sebelumnya sulit dibayangkan apabila hanya dijelaskan secara lisan.

“Kalau diterangkan guru secara searah, sebelum ada PID, pasti bingung. Dengan PID jadi ada gambarannya, jadi tambah nyambung di otak,” kata Ratu.

Ia mengaku sebelumnya mengira perangkat IFP atau PID hanya berfungsi seperti televisi layar datar biasa. Namun, setelah digunakan dalam pembelajaran, ia memahami bahwa perangkat tersebut memiliki beragam fitur yang dapat menunjang kegiatan belajar.

Meski demikian, penggunaan PID di SMPN 9 Metro saat ini masih dilakukan secara bergantian sesuai kebutuhan kelas. Murid lainnya, Rizna Aurora Putri, berharap jumlah perangkat dapat ditambah dan dilengkapi dengan materi pembelajaran yang semakin beragam agar proses belajar menjadi lebih menarik.

Dukungan terhadap digitalisasi pembelajaran juga terus diperkuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dalam kunjungannya ke SMPN 9 Metro, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pada 2025, Provinsi Lampung menerima alokasi 9.907 unit IFP dan 9.887 laptop, dengan anggaran untuk IFP mencapai Rp329,1 miliar.

Khusus di Kota Metro, program digitalisasi pembelajaran pada tahun yang sama dialokasikan sebanyak 193 unit IFP dan 193 laptop, dengan total anggaran mencapai Rp6,4 miliar.

Pemerintah juga merencanakan penambahan perangkat IFP pada tahun 2026. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa setiap sekolah direncanakan memperoleh tambahan tiga unit perangkat tersebut.

“Tahun ini, semua sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP,” ujarnya.

Abdul Mu’ti berharap pemanfaatan teknologi yang terencana dapat menjadikan pembelajaran lebih hidup, membantu murid memahami materi secara lebih baik, serta meningkatkan motivasi belajar.

Melalui digitalisasi pembelajaran, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi bukan sekadar sebagai sarana penyampaian informasi, melainkan juga sebagai alat untuk memperkuat interaksi antara guru dan murid serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menyenangkan.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *