FACEINDONESIA.CO.ID- PT Frisian Flag Indonesia (FFI) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) kuliner agar mampu berkembang dari dapur rumah menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Usaha Merdeka Legendary yang mendorong pelaku UMK untuk mengembangkan usaha kuliner dengan mengedepankan kreativitas, keamanan pangan, kualitas, dan nilai gizi.
Dalam program tersebut, Frisian Flag Indonesia berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) melalui kegiatan Frisian Flag Sapa UMK.
Kegiatan yang digelar di Jakarta pada 8 Oktober 2026 itu memberikan pembekalan kepada pelaku UMK mengenai keamanan pangan, gizi, serta kreativitas dalam mengembangkan produk kuliner.
Program ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperoleh pengetahuan dan inspirasi dalam mengembangkan bisnis yang dimulai dari rumah. Selain lezat dan menarik, produk yang dihasilkan juga diharapkan aman, bergizi, berkualitas, serta memiliki daya saing.
Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, mengatakan UMK kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, banyak usaha kuliner yang awalnya dirintis dari dapur rumah. Karena itu, FFI ingin terus membantu pelaku UMK meningkatkan kemampuan usaha melalui kreativitas sekaligus memahami pentingnya keamanan pangan dan gizi.
“Kami percaya banyak usaha kuliner berawal dari dapur rumah. Melalui Usaha Merdeka Legendary, Frisian Flag Indonesia ingin terus mendukung para pelaku UMK untuk mengembangkan usahanya melalui kreativitas, sekaligus memahami pentingnya keamanan pangan dan gizi,” ujar Andrew.
Keamanan Pangan Jadi Fondasi UMK
Dalam pengembangan usaha pangan olahan, pemahaman mengenai keamanan pangan menjadi salah satu faktor penting. Melalui kolaborasi bersama BPOM, para pelaku UMK memperoleh pemahaman mengenai penerapan praktik keamanan pangan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan hingga penyajian.
FFI sebelumnya juga telah berpartisipasi dalam Program Orang Tua Angkat (OTA) Pemberdayaan UMK Pangan Olahan yang diinisiasi BPOM. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMK melalui edukasi dan pendampingan.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (PMPUPO) BPOM, Anisyah, S.Si, Apt, MP, mengapresiasi langkah Frisian Flag Indonesia yang terus menjalankan program pemberdayaan UMK pangan.
“Badan POM sangat mengapresiasi Frisian Flag Indonesia yang terus menjalankan program yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung UMK pangan,” kata Anisyah.
Ia menambahkan, kolaborasi melalui kegiatan Sapa UMK dari Frisian Flag Indonesia dan Sapa Semesta dari BPOM diharapkan dapat membantu pelaku UMK memahami sekaligus menerapkan standar keamanan pangan untuk menghasilkan produk yang aman dan berkualitas.
Penerapan keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar. Praktik tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMK sehingga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.
Gizi dan Kreativitas Dorong Usaha Kuliner
Selain keamanan pangan, aspek gizi juga menjadi perhatian dalam pengembangan produk kuliner. Bersama UNSIKA, Frisian Flag Indonesia memberikan perspektif kepada pelaku UMK mengenai pentingnya menghasilkan makanan yang menarik dan lezat dengan tetap memperhatikan keamanan serta nilai gizi.
Dekan FIKES Universitas Singaperbangsa Karawang, Dr. Al Mukhlas Fikri, S.Gz., M.Si., CIQnR, mengatakan dapur rumah memiliki potensi besar sebagai titik awal pengembangan usaha.
Menurutnya, kreativitas harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap keamanan pangan dan nilai gizi agar usaha kuliner dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Banyak usaha kuliner yang sukses berawal dari dapur rumah. Namun, untuk berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan, kreativitas perlu berjalan bersama dengan perhatian terhadap keamanan dan nilai gizi,” ujarnya.
Kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi, dan pelaku UMK dinilai penting untuk menciptakan ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Inovasi resep, pemanfaatan bahan yang tersedia, serta peningkatan keterampilan menjadi bagian dari upaya pelaku UMK dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dorong UMK Berkreasi dari Rumah
Dalam rangkaian Frisian Flag Sapa UMK, FFI juga menghadirkan demo kreasi kuliner bersama Chef Dimas. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan perwakilan pelaku UMK serta komunitas Natural Cooking Club (NCC) yang terdiri dari pecinta kuliner dan pengusaha kuliner rumahan.
Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan berbagai kreasi kuliner yang dapat diterapkan dalam usaha mereka.
Sejumlah produk Frisian Flag, mulai dari kental manis, susu cair, susu bubuk hingga keju, dapat digunakan sebagai bahan dalam berbagai kreasi pangan olahan.
FFI mendorong pelaku UMK untuk terus mengeksplorasi ide, meningkatkan kreativitas, dan menciptakan produk yang menarik bagi konsumen. Namun, kreativitas tersebut perlu diiringi pemahaman mengenai keamanan pangan, kualitas, dan nilai gizi.
Melalui Usaha Merdeka Legendary, Frisian Flag Indonesia berharap semakin banyak pelaku UMK mampu mengembangkan potensi usaha yang bermula dari dapur rumah menjadi bisnis yang lebih mandiri, berdaya saing, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
“Kami ingin apa yang didapatkan para peserta hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam usaha mereka sehari-hari. Ketika kreativitas, keamanan pangan, dan kualitas berjalan bersama, dapur rumah dapat menjadi awal dari usaha yang mampu tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih besar,” tutup Andrew.(SAN)





