FACEINDONESIA.CO.ID- Perum Perumnas bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) melakukan uji coba pemindahan tapping gate di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Sabtu (3/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas kawasan hunian Samesta Mahata Serpong dengan transportasi publik.
Pemindahan tapping gate tersebut diharapkan mempermudah mobilitas penghuni kawasan dan masyarakat pengguna Kereta Rel Listrik (KRL), sekaligus meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran akses menuju stasiun.
Stasiun Rawa Buntu merupakan salah satu simpul transportasi dengan tingkat mobilitas tinggi. Rata-rata jumlah penumpang mencapai 40.000 hingga 45.000 orang per hari. Karena itu, optimalisasi akses dan pengaturan arus penumpang menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Direktur Manajemen Risiko dan Legal Perumnas, Nixon Sitorus, mengatakan, integrasi hunian dengan transportasi publik merupakan langkah penting dalam mewujudkan kawasan perkotaan yang terhubung dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurut Nixon, konsep Transit Oriented Development (TOD) tidak hanya menghadirkan hunian dekat stasiun, tetapi juga memastikan akses menuju transportasi publik semakin mudah dan efisien.
“Pemindahan tapping gate Stasiun Rawa Buntu menjadi salah satu langkah konkret untuk menghadirkan akses yang lebih nyaman, aman, dan efisien bagi penghuni Samesta Mahata Serpong maupun masyarakat pengguna KRL,” ujar Nixon.
Ia menambahkan, pengembangan konektivitas kawasan membutuhkan kolaborasi dengan KAI, KAI Commuter, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan. Perumnas juga berkomitmen memperhatikan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna transportasi publik.
Sementara itu, Train Services Facilities and Customer Care Vice President PT Kereta Commuter Indonesia, Adli Hakim Nasution, mengatakan, pembukaan akses di Rawa Buntu merupakan bagian dari kelanjutan kerja sama pengembangan kawasan TOD bersama Perumnas.
Adli menyebutkan, Rawa Buntu menjadi salah satu kawasan TOD yang dikembangkan bersama Perumnas, setelah Tanjung Barat pada 2025 serta Pondok Cina pada 2026.
Ia berharap pembukaan akses tersebut dapat memberikan kemudahan bagi penghuni, pengguna transportasi publik, dan penyewa usaha (tenant) di kawasan Samesta Mahata Serpong.
Menurut Adli, hasil uji coba akan dievaluasi bersama untuk mengetahui efektivitas akses dan kebutuhan operasional di lapangan. Evaluasi tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan kemungkinan penyesuaian maupun penambahan tapping gate sesuai kebutuhan.
Selain meningkatkan aksesibilitas, penguatan konektivitas Stasiun Rawa Buntu diharapkan mendukung rencana pembangunan Stasiun Ultimate Rawa Buntu serta pengembangan akses langsung menuju kawasan Samesta Mahata Serpong.
Perumnas mengapresiasi dukungan KAI, KAI Commuter, Kementerian Perhubungan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan uji coba tersebut.
Ke depan, hasil evaluasi akan menjadi dasar optimalisasi akses Stasiun Rawa Buntu agar integrasi hunian Samesta Mahata Serpong dengan transportasi publik semakin baik dan mampu mendukung mobilitas masyarakat secara lebih nyaman dan efisien.(ZID)






