FACEINDONESIA.CO.ID- Shell Lubricants terus memperluas bisnis pelumas dengan mengembangkan solusi untuk kebutuhan teknologi baru, termasuk pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (EV), dan infrastruktur kelistrikan.
Pengembangan tersebut dilakukan seiring perubahan kebutuhan industri dan mobilitas yang semakin mengandalkan teknologi. Shell menghadirkan pelumas dan cairan khusus untuk mendukung sistem dengan kebutuhan pengelolaan panas dan gesekan yang semakin kompleks.
Global Executive Vice President Shell Lubricants Jason Wong mengatakan, inovasi Shell kini tidak hanya menyasar kendaraan dan mesin konvensional, tetapi juga mengikuti perkembangan teknologi dan mobilitas.
Untuk mendukung era AI, Shell mengembangkan cairan khusus untuk teknologi pendinginan imersi pada pusat data. Solusi ini dirancang untuk membantu mengelola panas yang dihasilkan perangkat komputasi berperforma tinggi.
Di sektor kendaraan listrik, Shell juga mengembangkan cairan termal yang disesuaikan dengan kebutuhan EV. Selain itu, perusahaan mengembangkan biodegradable coolants untuk mendukung kebutuhan infrastruktur kelistrikan.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi Shell beradaptasi dengan perubahan industri. Selama 20 tahun berturut-turut, Shell tercatat sebagai pemasok pelumas dengan penjualan terbesar di dunia berdasarkan laporan Kline & Company, Global Lubricants: Market Analysis and Assessment.
Shell juga menempati posisi teratas pada pasar pelumas dan fluida otomotif maupun industri, termasuk kategori consumer automotive, commercial automotive, dan industrial yang dipantau Kline.
VP of Energy Kline & Company Annie Jarquin mengatakan, posisi Shell di pasar global didukung konsistensi dan kemampuan perusahaan beradaptasi terhadap perkembangan industri.
Saat ini, Shell memiliki 31 pabrik pelumas dan lebih dari 300 ilmuwan riset dan pengembangan (R&D) di berbagai negara untuk mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan industri.
Di Indonesia, President Director & Managing Director Lubricants Shell Indonesia Andri Pratiwa mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar pertumbuhan utama bisnis pelumas Shell secara global.
Pertumbuhan tersebut didukung fasilitas manufaktur melalui Pabrik Pelumas dan Pabrik Manufaktur Gemuk di Marunda, serta sumber daya manusia dan tim ahli Shell di Indonesia.
Ke depan, Shell akan terus mengembangkan solusi dan layanan pelumasan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik, sejalan dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.(ZID)





