FACEINDONESIA.CO.ID- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memperpanjang periode pemesanan tiket kapal penumpang menjadi 60 hari sebelum keberangkatan atau H-60. Kebijakan ini diterapkan bertahap pada 16 kapal penumpang mulai September 2026.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan, perluasan periode pemesanan tiket dilakukan untuk memberikan keleluasaan kepada pelanggan dalam merencanakan perjalanan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
“Penerapan pemesanan tiket hingga H-60 kami lakukan secara bertahap. Dimulai pada 18 September 2026 untuk delapan kapal,” ujar Ditto dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Delapan kapal yang mulai menerapkan pemesanan H-60 sejak 18 September adalah KM Gunung Dempo, KM Nggapulu, KM Sinabung, KM Bukit Siguntang, KM Kelimutu, KM Tilongkabila, KM Binaiya, dan KM Sangiang.
Selanjutnya, sejak 25 September 2026, kebijakan H-60 diperluas ke delapan kapal lainnya, yakni KM Dobonsolo, KM Labobar, KM Tatamailau, KM Awu, KM Bukit Raya, KM Siraimau, KM Leuser, dan KM Wilis.
Sebelumnya, tiket kapal PELNI dapat dipesan 30-45 hari sebelum keberangkatan. Dengan periode pemesanan yang lebih panjang, pelanggan dapat mempersiapkan perjalanan lebih awal sesuai jadwal dan kebutuhan.
Pemesanan tiket PELNI tersedia melalui aplikasi PELNI Mobile, situs resmi PELNI, serta mitra penjualan resmi. Pelanggan diimbau menggunakan kanal resmi untuk memastikan keamanan transaksi.
PELNI juga terus mengembangkan layanan digital agar proses perjalanan semakin mudah dan terintegrasi, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Informasi mengenai jadwal kapal, rute, ketersediaan tiket, ketentuan perjalanan, serta kanal penjualan resmi dapat diperoleh melalui PELNI Mobile, situs resmi PELNI, atau Contact Center 162.
Saat ini, PELNI mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, sembilan kapal tol laut, dan satu kapal ternak.
Untuk mendukung operasional, PELNI memiliki 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran serta didukung 306 terminal point di berbagai wilayah Indonesia.(ZID)






