PLTP Lahendong Tak Ganggu Situs Waruga

FACEINDONESIA.CO.ID- Keberadaan situs Waruga di sekitar kawasan Lahendong, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, tetap terjaga meski Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong telah beroperasi lebih dari 25 tahun.

Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu (LAKT) “Tawaang” Kota Tomohon, Ibrahim Ratulangi Tular, mengatakan operasional PLTP Lahendong tidak memberikan dampak negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian Waruga, yang merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Minahasa.

Waruga merupakan peti kubur batu peninggalan masyarakat Minahasa yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Saat ini, sekitar 100 Waruga masih tersebar di wilayah Tomohon dan terus dijaga sebagai warisan budaya.

“Sebagai warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Minahasa, kelestariannya harus terus dijaga. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, kehadiran dan operasional PLTP tidak memberikan pengaruh negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, kegiatan PLTP Lahendong juga dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, operasional pembangkit energi panas bumi dan pelestarian warisan budaya dinilai dapat berjalan beriringan apabila dilakukan secara bertanggung jawab.

Ibrahim juga menyebut keberadaan PLTP tidak memengaruhi kebutuhan air tanah masyarakat Tomohon, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun perkebunan.

“Selama ini tidak ada masalah dengan air tanah. Masyarakat tetap dapat menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari maupun berkebun. Bahkan Tomohon semakin dikenal sebagai kota penghasil bunga,” pungkasnya.(DRI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *