FACEINDONESIA.CO.ID- Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) memperkuat kemitraan ketenagakerjaan Indonesia-Malaysia melalui Employment Business Matching (EBM) Malaysia-Indonesia 2026 di Hotel Concorde Kuala Lumpur, 6-7 September 2026.
Malaysia menjadi negara kedelapan lokasi penyelenggaraan EBM APJATI sekaligus menjadi pelaksanaan terbesar dalam program tersebut. Forum ini mempertemukan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) dengan agensi dan perusahaan Malaysia untuk membuka peluang kerja sama serta memperluas akses pasar kerja bagi tenaga kerja Indonesia.
Ketua Umum APJATI Said Saleh Alwaini memimpin delegasi yang terdiri dari 74 perwakilan dari 44 P3MI berizin. Delegasi juga melibatkan DPD APJATI dari sejumlah daerah, seperti Sumatera Utara, NTB, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Palembang, Sulawesi, dan Kepulauan Riau.
Pada hari pertama, APJATI bekerja sama dengan Pertubuhan Kebangsaan Sumber Manusia Malaysia (PUSMA). Pertemuan tersebut diikuti 58 peserta dari 40 agensi anggota PUSMA.
Kegiatan berlanjut pada hari kedua dengan melibatkan 40 perusahaan Malaysia yang diwakili 50 peserta. Pertemuan menjadi ajang penjajakan kerja sama dan business matching antara P3MI anggota APJATI dengan perusahaan serta mitra usaha Malaysia.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Pemerintah Indonesia di Malaysia, antara lain Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya, Deputy Chief of Mission Danang Waskito, Atase Tenaga Kerja Adhitya Himawan, serta perwakilan KBRI Kuala Lumpur, KJRI Penang dan KJRI Johor Bahru.
Rangkaian acara juga diisi dialog pemerintah, asosiasi dan pelaku usaha, pengenalan Sistem SIPERMIT oleh KBRI Kuala Lumpur, serta pemaparan program jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.
APJATI menyebut forum ini turut diarahkan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di Malaysia dengan kompetensi tenaga kerja Indonesia, termasuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), termasuk SMK Go Global yang bertujuan memperluas akses lulusan SMK terhadap kesempatan kerja dan pengembangan karier di luar negeri.
Melalui jaringan P3MI dan mitra usaha di negara penempatan, APJATI mendorong keselarasan kebutuhan pasar kerja internasional dengan kompetensi calon pekerja migran Indonesia.
APJATI menilai kolaborasi dengan PUSMA dan mitra usaha Malaysia dapat memperkuat tata kelola penempatan pekerja migran sekaligus mendorong proses rekrutmen yang aman, profesional dan sesuai prosedur.
“Malaysia pasar terdekat dan terbesar bagi pekerja Indonesia, dan di situlah jalur tidak resmi paling mudah tumbuh. Cara melawannya bukan menambah aturan, tetapi memperbanyak jalur yang benar dan mempermudahnya. Itulah fungsi EBM,” kata Said Saleh Alwaini dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).(DRI)






