FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 untuk memperkuat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sekaligus mendorong masyarakat menjadikan destinasi dalam negeri sebagai pilihan utama perjalanan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, GATF 2026 yang berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), memberikan kesempatan masyarakat memperoleh inspirasi perjalanan, pilihan tiket dan konektivitas Garuda Indonesia, serta beragam paket wisata untuk menjelajahi destinasi Indonesia.
“Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia,” ujar Ni Made di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, perjalanan wisatawan nusantara memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Pergerakan wisnus turut menggerakkan sektor transportasi, akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif hingga UMKM di daerah tujuan wisata.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perjalanan wisatawan nusantara pada semester I 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan, tumbuh 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Potensi ini perlu kita perkuat agar semakin banyak masyarakat memilih destinasi di Indonesia. Dengan demikian, manfaat ekonominya juga semakin besar dirasakan masyarakat di daerah,” kata Ni Made.
Dalam GATF 2026, Kemenpar menghadirkan booth Wonderful Indonesia dengan tema “Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja”. Booth tersebut diisi delapan seller yang telah melalui proses kurasi, yakni Selaras Jiwo Journey, PT Flores Fantastic Tours, Remen Jawi, Tanjung Lesung Resort, Antik Hospitality Service, Sejiva, Explorer.id, serta Always Tour & Event Management.
Kehadiran para seller tersebut diharapkan memberikan masyarakat lebih banyak pilihan perjalanan dan paket wisata untuk menikmati berbagai destinasi di Indonesia.
Ni Made menilai konektivitas yang baik dapat membuka akses menuju berbagai destinasi. Sementara itu, kesiapan produk dan layanan pariwisata akan mendorong terciptanya pariwisata berkualitas, dengan wisatawan yang tinggal lebih lama, kembali berkunjung, serta merekomendasikan pengalamannya kepada orang lain.
“GATF 2026 menjadi salah satu momentum kolaborasi untuk mempertemukan masyarakat dengan beragam pilihan perjalanan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat menjelajahi destinasi di Indonesia,” tuturnya.
Kemenpar berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan wisatawan nusantara. Langkah tersebut sekaligus memastikan sektor pariwisata terus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Ni Made.(SAN)





