Kemendikdasmen Pulihkan 71 LKP Terdampak Bencana

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memulihkan layanan pendidikan yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara.

Sebanyak 71 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) terdampak banjir mendapat bantuan peningkatan mutu. Di sisi lain, 118 guru SMK dari 11 provinsi mengikuti program upskilling dan reskilling untuk memperkuat kompetensi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Program dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bangunan dan Listrik (BBL) Medan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, pendidikan bermutu tidak hanya berlangsung melalui sekolah formal. Pendidikan nonformal juga harus mendapat ruang untuk memberikan kesempatan belajar dan meningkatkan keterampilan masyarakat.

Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan vokasi juga perlu diarahkan agar lulusan SMK tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang usaha melalui kreativitas dan soft skills.

“Jangan selalu anak SMK itu didorong kerja kantor pakai lamaran berlapis-lapis, beri mereka visi tentang entrepreneurship. Karena kreativitas dan soft skills-nya itu yang didorong. Kalau hard skills, keterampilan teknis, akan cepat usang,” ujarnya.

Pengembangan SMK juga diarahkan sesuai potensi daerah. Berbagai potensi lokal, seperti kopi, teh, nilam hingga perikanan, dapat dikembangkan menjadi bidang keahlian sehingga peserta didik mampu mengolah sumber daya daerah menjadi produk bernilai ekonomi.

Untuk mengikuti perkembangan dunia kerja dan teknologi, peningkatan kompetensi guru dilakukan secara berkelanjutan melalui upskilling dan reskilling. Penguatan tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga kreativitas, inovasi, kemampuan beradaptasi dan pemecahan masalah.

Kemendikdasmen melaksanakan program upskilling dan reskilling pada 20 Agustus hingga 2 September 2026 yang diikuti 118 guru dari 11 provinsi. Program tersebut mencakup tiga bidang keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, serta Teknik Komputer dan Jaringan.

Program dilakukan melalui lokakarya, kunjungan industri dan uji kompetensi keahlian. Tujuannya meningkatkan kompetensi guru sesuai standar industri, memperkuat kemampuan pedagogik dan jiwa kewirausahaan, serta mendukung pembelajaran berbasis projek dan pembelajaran mendalam.

Pembelajaran tersebut juga diintegrasikan dengan teknologi digital, coding dan kecerdasan artifisial (AI).

Di sisi lain, Kemendikdasmen memberikan perhatian terhadap pemulihan pendidikan nonformal, khususnya LKP yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, bencana tidak hanya merusak bangunan LKP, tetapi juga merendam peralatan praktik dan mengganggu keberlangsungan proses pembelajaran.

Kemendikdasmen kemudian menyalurkan bantuan peningkatan mutu sebesar Rp4,18 miliar kepada 71 LKP terdampak bencana. Sebanyak 49 LKP berada di Aceh dan 22 LKP lainnya berada di Sumatra Utara.

Di Aceh, penerima bantuan terdiri dari 21 LKP di Kabupaten Bireuen, 12 LKP di Kabupaten Aceh Tamiang, 10 LKP di Kota Langsa dan enam LKP di Kota Lhokseumawe.

Sementara di Sumatra Utara, bantuan diberikan kepada 17 LKP di Kabupaten Langkat dan lima LKP di Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Tatang, bantuan tersebut menjadi modal untuk memulihkan sarana belajar, memperkuat tata kelola serta menghadirkan kembali media pembelajaran yang adaptif.

Salah satu penerima bantuan, LKP Sakinah, sebelumnya terdampak banjir pada November 2025 yang merendam sejumlah fasilitas, termasuk mesin jahit serta peralatan tata busana dan kecantikan.

Pimpinan LKP Sakinah, Samsinar, mengatakan bantuan Kemendikdasmen membantu lembaganya kembali menjalankan kegiatan kursus bagi masyarakat, terutama anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari Kemendikdasmen, kami hari ini sudah pelan-pelan bangkit kembali untuk menjalankan kursus ini. Selama ini anak-anak, terutama anak putus sekolah, sangat membutuhkan lembaga kursus ini tetap berjalan,” katanya.

Dukungan serupa diterima LKP Rita di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Banjir merusak berbagai sarana pembelajaran di lembaga tersebut. Bantuan sebesar Rp50 juta akan digunakan untuk mengganti mesin dan mendukung kegiatan pelatihan masyarakat.

Pimpinan LKP Rita, Dewi Rita, berharap bantuan tersebut dapat memulihkan sarana pembelajaran sekaligus meningkatkan semangat lembaganya dalam memberikan keterampilan kepada masyarakat.

Keberadaan LKP dinilai penting karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan membangun kemandirian, termasuk bagi mereka yang tidak menempuh pendidikan tinggi.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *