FACEINDONESIA.CO.ID- Jasamarga Metropolitan Tollroad selaku pengelola Ruas Tol Jagorawi melakukan rekayasa lalu lintas di akses keluar Gunung Putri setelah transaksi tol. Rekayasa ini diberlakukan atas diskresi Kepolisian untuk mendukung keamanan dan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan rekonstruksi perkerasan jalan.
Pekerjaan rekonstruksi dilakukan di sejumlah titik Ruas Tol Jagorawi, yakni Bahu Luar KM 30+700–KM 30+550 arah Jakarta hingga 23 Agustus 2026, Lajur 1 On Ramp Sentul Sirkuit arah Jakarta hingga 21 Agustus 2026, serta akses keluar GT Gunung Putri arah Bogor hingga 23 Agustus 2026.
Dalam rekayasa tersebut, kendaraan besar yang menuju Cileungsi maupun Citeureup diarahkan terus melaju melewati terowongan dan tetap berada di Jalan Baru Indocement, kemudian melakukan putar balik di Bundaran Kopo.
Setelah putar balik, kendaraan diarahkan menuju perempatan di samping SPBU di atas terowongan. Kendaraan besar menuju Cileungsi diarahkan belok kanan, sedangkan kendaraan yang menuju Citeureup diarahkan belok kiri.
Sementara kendaraan kecil menuju Citeureup dialihkan terlebih dahulu ke jalur kiri arah Cileungsi, kemudian melakukan putar balik menuju Citeureup. Adapun kendaraan kecil yang menuju Cileungsi tidak mengalami pengalihan rute.
Selama pekerjaan berlangsung, lajur yang menjadi objek rekonstruksi ditutup sementara. Lajur lainnya tetap dioperasikan untuk melayani pengguna jalan. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional oleh petugas dengan menyesuaikan kondisi arus kendaraan.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan mengantisipasi waktu dan rute perjalanan, memastikan saldo kartu elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol, mematuhi rambu lalu lintas, mengurangi kecepatan di area pekerjaan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Informasi lalu lintas terkini di ruas tol Jasa Marga Group dapat dipantau melalui One Call Center 24 jam di 133, situs Jasa Marga, media sosial @official.jmmetropolitan, dan aplikasi Travoy.(ZID)






