FACEINDONESIA.CO.ID- Kemitraan antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan dunia industri semakin membuka peluang bagi lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja. Astra Daihatsu Motor dan jaringan hotel Accor menjadi contoh industri yang memberikan pembinaan sejak siswa masih berada di bangku sekolah.
Hal tersebut disampaikan Head of General Affairs Division PT Astra Daihatsu Motor Ferry Nugroho dan Cluster General Manager Grand Mercure & Ibis Yogyakarta Adisucipto Pupung Sutisna dalam kegiatan Peningkatan Kapabilitas SDM Kemitraan SMK dan Dunia Usaha Dunia Industri di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Rabu (19/8/2026).
Ferry mengatakan, Astra Daihatsu Motor memiliki program pembinaan SMK bertajuk Pintar Bersama Daihatsu. Program ini berfokus meningkatkan kompetensi siswa sekaligus mengenalkan budaya kerja industri.
Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 445 SMK di Indonesia, dengan sekitar 28 sekolah mendapatkan pembinaan secara intensif.
Menurut Ferry, pembinaan tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga pengenalan budaya dan kebiasaan kerja di industri.
“Kami juga berupaya menghadirkan suasana industri ke sekolah, sehingga siswa tidak merasa asing dan bisa lebih familiar dengan suasana kerja di industri,” ujar Ferry.
Pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membuka peluang rekrutmen bagi lulusan SMK. Ferry menyebut persaingan rekrutmen secara umum cukup ketat. Ketika perusahaan membuka lowongan, peluang pelamar untuk lolos bisa hanya sekitar satu dari 100 orang.
Karena itu, Astra Daihatsu memperkuat pembinaan bersama sekolah dengan materi yang disesuaikan kebutuhan industri, mulai dari kompetensi teknis hingga budaya kerja.
“Dengan program pembinaan kami, proses pelatihan tersebut bisa dilakukan di sekolah. Ketika mereka direkrut, mereka bisa lebih cepat langsung terjun ke pekerjaan,” katanya.
Ferry menambahkan, tanpa pembinaan sejak sekolah, pekerja baru biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk beradaptasi sebelum dapat bekerja secara optimal. Melalui kemitraan sekolah dan industri, masa adaptasi tersebut diharapkan bisa dipercepat.
Astra Daihatsu Motor juga memiliki lima level pembinaan yang dapat diikuti SMK. Peningkatan level dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kesiapan masing-masing sekolah.
Ferry menegaskan, keberhasilan kerja sama sekolah dan industri tidak hanya dilihat dari jumlah perjanjian yang ditandatangani. Hal yang lebih penting adalah dampaknya terhadap peningkatan kemampuan sekolah dan siswa dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Training Jadi Pintu Masuk Dunia Kerja
Peluang serupa juga diberikan industri perhotelan. Cluster General Manager Grand Mercure & Ibis Yogyakarta Adisucipto Pupung Sutisna mengatakan, jaringan Accor International terbuka memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk mengikuti training sekaligus mengenal dunia kerja secara langsung.
Saat ini, jaringan Accor International memiliki sekitar 162 hotel di Indonesia. Sementara di Yogyakarta terdapat enam hotel yang tergabung dalam jaringan tersebut.
Menurut Pupung, program training menjadi salah satu pintu masuk bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sebelum terjun ke dunia kerja.
“Kami sangat terbuka untuk menerima dan memberikan kesempatan kepada adik-adik SMK, khususnya untuk mengikuti training di hotel. Ini merupakan peluang yang sangat bagus bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengenal dunia kerja secara langsung,” ujarnya.
Sejumlah peserta training yang pernah dibina bahkan kemudian diangkat menjadi karyawan. Mereka memulai sebagai daily worker dan berkembang menjadi karyawan setelah menunjukkan kemampuan serta keterampilan yang baik.
Program training tersebut dapat berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun. Masa tersebut dimanfaatkan untuk membekali sekaligus melihat kesiapan siswa sebelum memasuki dunia kerja.
Pupung menilai kesempatan bagi siswa SMK untuk mendapatkan pengalaman kerja semakin terbuka. Karena itu, sinergi antara sekolah dan industri perlu terus diperkuat.
“Kami sangat bersinergi dengan sekolah-sekolah pariwisata dan perhotelan untuk terus membina mereka sehingga akan sangat siap bekerja,” ujarnya.(ZID)






