Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Bantu Percepat Pemadaman Kebakaran Bromo

FACEINDONESIA.CO.ID-Titik api masih muncul, upaya pemadaman kawasan Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus ditingkatkan, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadaman dilokasi tersebut, hingga hari ini 12/8/2026.

Sebanyak empat personel dikerahkan ke titik-titik krusial di wilayah Kabupaten Malang dan Probolinggo untuk memperkuat aksi tim gabungan. Di tengah medan yang sulit dijangkau, tim Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan berupa layanan Pos Hangat, distribusi logistik, pembasahan lahan, pemadaman sisa titik api, hingga evakuasi kendaraan operasional.

Bacaan Lainnya

“Guna menjaga stamina para pejuang pemadam api di garis depan, Dompet Dhuafa Jatim mendirikan Pos Hangat yang berpusat di Posko Jemplang, Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Layanan berupa asupan buah segar dan minuman hangat disalurkan untuk menyokong sekitar 200 personel dan relawan gabungan yang bertugas tanpa kenal Lelah,” ujar Moch. Rizqi Aladib selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur.

Tak hanya mengurus logistik, personel Dompet Dhuafa Jatim juga terjun langsung ke lapangan. Tim turut melakukan pembasahan vegetasi savana dan memadamkan sisa-sisa titik api yang masih menyala di Blok Bantengan, Probolinggo. Sementara itu, di area Lautan Pasir, petugas Dompet Dhuafa sigap membantu mengevakuasi dua unit mobil tangki air yang terperosok akibat medan pasir yang tebal dan curam.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bromo, Malang, sejak Senin (3/8/2026) tercatat telah melahap lebih dari 176 hektare lahan vegetasi. Penanganan skala besar terus dilakukan oleh unsur gabungan melalui jalur darat, pemantauan udara (drone), pembuatan sekat bakar, hingga pemadaman lewat udara.

Seluruh rangkaian aksi respons ini dijalankan melalui koordinasi intensif bersama BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Pasuruan, Perhutani, serta Balai Besar TNBTS. Melalui sinergi gabungan ini, kobaran api diharapkan dapat sepenuhnya dikendalikan sehingga ekosistem kawasan Bromo dapat segera pulih dan terhindar dari dampak yang lebih luas.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *