FACEINDONESIA.CO.ID-PT Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Danantara Indonesia terus memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pemberdayaan yang terintegrasi. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas, semakin bankable, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, penguatan dilakukan melalui 35 Sentra UMKM, BSI UMKM Center, serta 23 Desa Binaan yang tersebar di berbagai daerah. Program tersebut tidak hanya membuka akses pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan usaha, peningkatan kapasitas SDM, sertifikasi halal, digitalisasi, hingga perluasan pasar.
Saat ini BSI melayani lebih dari 340 ribu nasabah UMKM. Bersama Danantara, BSI juga mengelola empat pusat pembinaan di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar yang telah mendampingi lebih dari 6.000 pelaku usaha melalui pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, akses pembiayaan, dan pameran produk.
Menurut Anggoro, penguatan UMKM dilakukan melalui lima strategi utama, yakni peningkatan kualitas SDM, percepatan sertifikasi halal, pengembangan rantai nilai halal, penyediaan pembiayaan syariah, serta inovasi dan digitalisasi usaha.
Hingga Mei 2026, pembiayaan ritel dan UMKM BSI mencapai Rp54,80 triliun atau tumbuh 11,14 persen secara tahunan (year on year/yoy). Penyaluran tersebut mencakup KUR Syariah, pembiayaan mikro, dan pembiayaan UMKM kepada lebih dari 340 ribu pelaku usaha.
BSI juga mempercepat transformasi digital melalui Portal UMKM BSI, Bewize by BSI, BSI QRIS, dan Byond by BSI agar pelaku usaha semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Anggoro menegaskan, peningkatan kapasitas UMKM akan memberikan dampak luas terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan industri halal, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebut kolaborasi BSI dan Danantara menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM nasional yang berkelanjutan.(ZID)






