FACEINDONESIA.CO.ID-Pertamina Patra Niaga terus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya melalui strategi storytelling atau penguatan narasi produk. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk sehingga lebih kompetitif di pasar nasional maupun global.
VP Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan konsumen saat ini tidak hanya melihat kualitas produk, tetapi juga tertarik pada cerita dan nilai di balik proses pembuatannya.
“Storytelling menjadi pembeda di tengah persaingan. Produk mungkin serupa, tetapi narasi yang kuat mampu menciptakan daya tarik tersendiri bagi konsumen,” ujar Dian dalam talkshow “Empowering Local Brands” pada Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta.
Strategi tersebut diterapkan pada berbagai UMKM binaan, di antaranya Narita Shibori yang melibatkan anak berkebutuhan khusus dalam proses penyulaman produknya.
Ada pula Dara Baro asal Aceh yang menghadirkan busana modern berbahan batik, tenun, dan songket hasil upcycling.
Selain memperkuat nilai produk, Pertamina Patra Niaga juga menerapkan proses kurasi sebelum UMKM mengikuti pameran maupun business matching.
Penilaian dilakukan mulai dari legalitas usaha, kapasitas produksi, kualitas kemasan hingga kemampuan pelaku usaha mempresentasikan produknya.
Saat ini Pertamina Patra Niaga telah membina sekitar 66 ribu UMKM yang tersebar di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia. Program tersebut dijalankan bersama sejumlah mitra strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat sosial selain menjalankan bisnis energi.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga berharap UMKM Indonesia semakin berdaya saing, mampu memperluas pasar, serta menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan industri kreatif nasional.(ZID)






