FACEINDONESIA.CO.ID-Di balik semangat para calon murid mengikuti seleksi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), ada dukungan dan harapan besar dari para orang tua. Mereka melihat SNT sebagai kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, dengan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan potensi, minat, dan cita-cita.
Para orang tua tidak hanya sekadar mengantar anak, tetapi juga mendampingi mereka mempersiapkan diri, memberikan semangat, dan meyakinkan bahwa setiap usaha yang dilakukan merupakan langkah untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Salah satu orang tua calon murid, Susanti, mengaku langsung mendukung anaknya untuk mendaftar setelah mengetahui adanya program SNT. Berangkat dari keyakinan bahwa SNT merupakan program strategis dari Presiden Republik Indonesia, menurutnya, SNT dihadirkan untuk memberikan layanan pendidikan yang semakin baik bagi anak-anak Indonesia.
“Bagus, Dek, soalnya ini program Presiden Prabowo. Pasti bagus pokoknya, nanti kamu enak belajarnya,” ujarnya kepada sang anak.
Susanti meyakini SNT akan terus berkembang dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik. Menurutnya, berbagai fasilitas yang disiapkan, mulai dari sekolah tanpa biaya, sarana pembelajaran yang lengkap, hingga layanan antarjemput, menjadi bentuk dukungan yang akan membantu murid belajar dengan lebih optimal.
“Harapan saya mudah-mudahan dia diterima. Ke depannya cara belajarnya akan lebih baik dan lebih berkembang,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Siti Rosiyadah. Ia mengetahui informasi mengenai SNT melalui sosialisasi yang diselenggarakan di sekolah. Sepulang dari kegiatan tersebut, ia langsung menceritakan kepada anaknya mengenai program SNT dan mengajaknya untuk mencoba mendaftar.
Menurut Siti, SNT menawarkan program pembelajaran, kurikulum, serta fasilitas yang bermutu dan lengkap. “Selain fasilitasnya lengkap, sekolah ini juga gratis. Itu yang membuat kami tertarik untuk mendaftarkan anak ke SNT ini,” ungkap Siti.
Sejak saat itu, Siti dan anaknya bersama-sama mempersiapkan proses pendaftaran hingga mengikuti seleksi. Ia berharap apabila diterima, anaknya dapat belajar di lingkungan yang semakin mendukung untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Harapan saya, belajarnya lebih baik lagi karena ditunjang dengan fasilitas yang memadai. Dia akan lebih semangat, akan lebih terpacu lagi. Apalagi anak kami sudah SMA, dia harus memikirkan akan masuk ke perguruan tinggi negeri,” tutur Siti.
Sementara itu, Titin Nurhaeni mengaku antusias ketika pertama kali mengetahui informasi mengenai SNT. Bersama suaminya, ia mendampingi anak mereka untuk mengikuti seleksi karena percaya program tersebut akan memberikan kesempatan belajar yang lebih baik.
“Saya yang mengomunikasikan ke anak untuk mencoba daftar, suami juga antusias banget, sepertinya bagus,” ujar Titin.
Menurutnya, informasi mengenai fasilitas dan layanan yang akan diberikan kepada murid membuat anaknya semakin bersemangat untuk menjadi bagian dari SNT. Bahkan sebelum mengikuti Tes Skolastik, sang anak secara mandiri mencari berbagai contoh soal penalaran dan materi belajar sebagai bentuk persiapan.
Bagi Titin, semangat tersebut menjadi awal yang baik. Ia berharap apabila diterima di SNT, anaknya dapat belajar di lingkungan yang mendukung sehingga semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-citanya.(ZID)






