FACEINDONESIA.CO.ID – Keberlanjutan yang dijalankan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi sirkular.
Di Seteluk, Sumbawa Barat, usaha Bakso Emak yang sebelumnya hanya dikenal warga sekitar kini mampu menembus pasar Hong Kong. Berkat pendampingan AMMAN, pelaku usaha memperoleh pelatihan pengembangan merek, manajemen bisnis, hingga pemasaran digital.
Keberhasilan tersebut membuka lapangan kerja bagi 10 ibu tunggal serta menarik minat wisatawan untuk datang langsung ke Seteluk.
Kisah serupa datang dari Labuhan Jontal, Sumbawa. Melalui program Bale Berdaya, pelaku UMKM Fitria berhasil meningkatkan produksi ikan asin khas Sumbawa dari sekitar lima kilogram menjadi 40 kilogram setiap siklus. Produk yang kini dikemas sesuai standar ekspor telah dipasarkan ke Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Taiwan.
Di Lombok Timur, Saehun mengembangkan bawang putih hitam menjadi produk bernilai tinggi.
Berkat peningkatan kualitas produk dan pemasaran, hasil olahannya diminati pasar internasional, termasuk Rusia dan Meksiko, sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Selain pemberdayaan ekonomi, AMMAN juga mengembangkan konsep ekonomi sirkular di area operasional Batu Hijau.
Limbah organik dari dapur dan kantin diolah bersama kelompok masyarakat menjadi pelet pakan ikan.
Pakan tersebut dimanfaatkan pembudidaya ikan lokal.
Hasil panennya kemudian dibeli kembali oleh mitra katering AMMAN untuk kebutuhan konsumsi karyawan, sehingga tercipta siklus ekonomi yang memberi nilai tambah sekaligus mengurangi limbah.
Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, mengatakan pengelolaan limbah menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan.
Menurutnya, inovasi pengolahan limbah yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat menjadi langkah nyata dalam menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan.
Program tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat karena dinilai sejalan dengan upaya pengurangan sampah dan pengelolaan lingkungan daerah.
Sementara itu, penelitian LPEM FEB Universitas Indonesia mencatat aktivitas operasional, pembangunan smelter, dan program pemberdayaan masyarakat AMMAN sepanjang 2018–2024 memberikan kontribusi sekitar Rp173,4 triliun terhadap produk domestik bruto nasional.
Riset tersebut juga menyebut kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga mencapai Rp67,6 triliun, membantu menurunkan angka kemiskinan hingga 80 ribu–206 ribu orang, serta menciptakan rata-rata 55 ribu lapangan kerja setiap tahun.
Berbagai capaian itu menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi dari sektor pertambangan, tetapi juga membuka kesempatan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.(ZID)





