Opera Batak Tona Sian Huta Perkuat Pariwisata dan UMKM Danau Toba

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat sinergi pengembangan pariwisata, pelestarian budaya Batak, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM melalui pagelaran Opera dan Konser Musik "Tona Sian Huta: Dari Danau Toba untuk Dunia" yang digelar di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (11/7). Dok. umkm

FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat sinergi pengembangan pariwisata, pelestarian budaya Batak, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM melalui pagelaran Opera dan Konser Musik “Tona Sian Huta: Dari Danau Toba untuk Dunia” yang digelar di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (11/7).

Pagelaran tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga selaku Ketua Dewan Penasehat pagelaran, serta dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian UMKM.

Bacaan Lainnya

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Reghi Perdana mengatakan kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.

“Kementerian UMKM berkolaborasi menghadirkan kekayaan budaya Batak yang berpadu dengan semangat pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pagelaran opera,” ujar Reghi.

Opera Batak yang ditampilkan mengangkat berbagai perjalanan sejarah dan peradaban masyarakat Batak, mulai dari kisah asal mula Danau Toba, perjuangan Sisingamangaraja XII melawan penjajah, kiprah Ludwig Ingwer Nommensen dalam penyebaran agama Kristen dan pembangunan pendidikan, hingga dinamika masyarakat Batak pada masa kini.

Menurut Reghi, acara tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk unggulan UMKM dari kawasan Danau Toba. Melalui eksibisi dan pasar kreatif, ratusan produk lokal seperti ulos, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga berbagai komoditas unggulan daerah diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.

“Gagasan menghidupkan kembali pertunjukan Opera Batak merupakan hal yang luar biasa. Apalagi kegiatan ini dikolaborasikan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM,” katanya.

Pagelaran yang diselenggarakan oleh Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian UMKM sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem pariwisata berbasis budaya sekaligus memperluas peluang usaha bagi pengusaha UMKM.

Reghi menegaskan kolaborasi antara sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM menjadi strategi yang saling menguatkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ketika destinasi seperti Danau Toba menghadirkan pagelaran seni dan budaya yang berkualitas, kunjungan wisata akan meningkat, ekonomi kreatif bergerak, dan UMKM memperoleh peluang yang lebih besar untuk memasarkan produknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Opera Batak yang dipadukan dengan konser musik menjadi media untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Nusantara kepada generasi muda maupun wisatawan. Dengan pendekatan tersebut, kekayaan alam dan budaya Batak tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan Opera Batak memiliki nilai budaya dan pesan moral yang sangat kuat bagi masyarakat.

“Opera Batak ini sudah punah sejak lebih dari 40 tahun lalu. Terakhir saya menyaksikannya ketika masih duduk di sekolah dasar,” ujar Lamhot.

Ia optimistis pagelaran “Tona Sian Huta” dapat menjadi momentum kebangkitan Opera Batak sekaligus mendorong pembangunan ekonomi kawasan Danau Toba melalui penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas bangsa, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan kreativitas masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing pengusaha UMKM sehingga memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Danau Toba.

“Opera Batak harus terus dilestarikan. Melalui penyelenggaraan acara ini, saya berharap Opera Batak bangkit kembali dan dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun,” katanya.(DEN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *