FACEINDONESIA.CO.ID – Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem Danantara Indonesia telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 per 30 Juni 2026. Selanjutnya, Danantara mulai menyusun Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 yang saat ini masih dalam proses audit.
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan penyelesaian laporan keuangan tepat waktu menjadi bukti komitmen BUMN terhadap tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat transformasi BUMN sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi perekonomian nasional.
Selain itu, Danantara juga mengungkap sejumlah kinerja positif BUMN sepanjang 2025. Pertamina membukukan laba Rp24,9 triliun atau naik 80 persen. Pupuk Indonesia mencatat laba Rp4,8 triliun, melonjak 202 persen.
Pelindo turut membukukan laba Rp1,5 triliun atau meningkat 169 persen. InJourney meraih laba Rp300 miliar atau tumbuh 33 persen. Sementara di sektor perbankan, BRI, Bank Mandiri, dan BNI juga mencatat pertumbuhan laba dibanding periode sebelumnya. ADHI Karya bahkan membukukan laba Rp69 miliar atau melonjak 667 persen
Transformasi juga berhasil mengangkat sejumlah BUMN dari posisi rugi menjadi laba. Krakatau Steel mencatat laba Rp635 miliar setelah sebelumnya merugi Rp981 miliar. Kimia Farma membalikkan kinerja menjadi laba Rp108 miliar, sedangkan Semen Indonesia mencatat laba Rp106 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian.
Rohan menilai peningkatan tersebut menunjukkan transformasi BUMN berjalan sesuai arah yang diharapkan. Danantara, kata dia, akan terus mendorong pengelolaan investasi dan aset negara secara profesional guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Danantara mulai merealisasikan investasi strategis menggunakan sebagian dividen BUMN 2025. Investasi tersebut antara lain pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah serta proyek Waste-to-Energy (WTE) untuk mendukung pengelolaan sampah, ketahanan energi, dan transisi menuju ekonomi hijau.
Danantara menegaskan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025 akan dipublikasikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai ketentuan yang berlaku.(HER)






