AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit Kalsel Tingkatkan Produktivitas

Dok.Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY

FACEINDONESIA.CO.ID – Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit bagi 90 peserta di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Peserta terdiri dari pekebun sawit, penyuluh, dan aparatur sipil negara (ASN).

Bacaan Lainnya

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan budidaya yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan sehingga biaya produksi dapat ditekan dan hasil panen meningkat.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi mengatakan pelatihan yang berlangsung pada 27 Juni–2 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.

Menurutnya, peningkatan kapasitas dan keterampilan petani menjadi investasi penting untuk memperkuat daya saing usaha perkebunan.

“Petani perlu memahami penggunaan benih unggul, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga teknik panen yang benar agar produktivitas meningkat,” ujar Idum.

AKPY tahun ini mendapat mandat menjalankan program pengembangan SDM sawit di berbagai wilayah Indonesia. Kalimantan Selatan menjadi lokasi ketiga setelah Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Di Kalsel, pelatihan dilaksanakan serentak untuk peserta dari Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu dengan total 208 peserta.

Selain materi teknis budidaya, peserta juga dibekali pencatatan usaha tani, pemanfaatan teknologi, dan penerapan prinsip keberlanjutan agar pengelolaan kebun semakin efisien dan menguntungkan.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, drh. Suparmi, mengatakan keberhasilan pelatihan harus terlihat dari meningkatnya produktivitas kebun rakyat pada musim panen berikutnya.

Saat ini Kalimantan Selatan memiliki lebih dari 509 ribu hektare perkebunan kelapa sawit dengan produksi sekitar 6,3 juta ton. Potensi tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan melalui praktik budidaya yang tepat dan penggunaan benih unggul.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Ir. M. Faried Widyatmoko mengingatkan bahwa kesalahan memilih bibit dapat menimbulkan kerugian besar karena petani harus menunggu bertahun-tahun sebelum tanaman menghasilkan.

Ia berharap peserta menjadi agen penyebar pengetahuan agar praktik budidaya yang efisien semakin luas diterapkan dan berdampak pada peningkatan pendapatan pekebun.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *