FACEINDONESIA.CO.ID – Komunitas Warisan Budaya Indonesia (KAWI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-1 melalui acara tasyakuran yang berlangsung di Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026). Perayaan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam melestarikan budaya Indonesia.
KAWI didirikan oleh Hj. Yenny Maryani sebagai wadah kolaborasi yang berfokus pada pelestarian, pengembangan, dan promosi warisan budaya Indonesia melalui kegiatan seni, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Acara HUT pertama KAWI dihadiri Ketua KAWI Amelia Salim, Penasihat KAWI Florentina Lis, jajaran pengurus dan anggota, serta tamu kehormatan Dr. Ir. Giwo Rubianto.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penampilan seni angklung dan tari tradisional. Acara juga diisi pemutaran video perjalanan satu tahun KAWI, penyerahan plakat penghargaan, doa bersama, pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, hingga ramah tamah.
Pada kesempatan tersebut, KAWI memberikan penghargaan kepada Dr. Ir. Giwo Rubianto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perjalanan KAWI bukan hanya tentang organisasi, tetapi bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya bangsa.
Menurut Giwo, angklung bukan sekadar alat musik, tetapi simbol harmoni, gotong royong, dan persatuan yang mengajarkan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan keberagaman yang indah.
Semangat tersebut sejalan dengan visi KAWI untuk terus membangun sinergi dalam menjaga dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi mendatang.
Memasuki usia satu tahun, KAWI berkomitmen menjadi komunitas yang lebih aktif, inovatif, dan inklusif melalui berbagai program pelestarian budaya, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat agar warisan budaya Indonesia tetap lestari dan semakin dikenal luas.(BRA)






