FACEINDONESIA.CO.ID-PT Jasamarga Related Business (JMRB) terus memperkuat kehadiran Travoy Hub sebagai salah satu kawasan komersial yang menghadirkan ruang produktif bagi masyarakat, komunitas, tenant, pelaku usaha, serta mitra bisnis.
Melalui konsep yang menggabungkan unsur kuliner, ruang interaksi, kegiatan komunitas, dan kolaborasi, Travoy Hub diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi yang nyaman, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.
Travoy Hub merupakan kawasan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) pengembangan pertama di Indonesia yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD). Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menghubungkan Rest Area KM 05 Jagorawi dengan Stasiun LRT Jabodebek, kawasan ritel, akses transportasi umum dan transportasi online, hingga fasilitas layanan kesehatan melalui kerja sama dengan Brawijaya Hospital.
Integrasi tersebut menjadikan Travoy Hub tidak hanya sebagai kawasan komersial, tetapi juga sebagai simpul aktivitas modern yang mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efisien, nyaman, dan terhubung.
Travoy Hub dikembangkan sebagai bagian dari upaya JMRB dalam mengoptimalkan aset sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi ekosistem bisnis Jasa Marga Group. Tidak hanya menjadi area komersial, Travoy Hub juga diarahkan sebagai ruang temu yang mendukung berbagai aktivitas produktif, mulai dari pertemuan bisnis, kegiatan komunitas, pameran UMKM, acara kreatif, hingga aktivitas kuliner dan gaya hidup.
Direktur Utama PT Jasamarga Related Business, Netty Renova, menyampaikan bahwa Travoy Hub merupakan salah satu wujud komitmen JMRB dalam mengembangkan bisnis berbasis kawasan yang tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan para mitra.
“Travoy Hub kami hadirkan sebagai ruang yang hidup, produktif, dan kolaboratif. Kami ingin masyarakat mengenal Travoy Hub bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kuliner, tetapi juga sebagai ruang untuk bertemu, bekerja, beraktivitas, membangun jejaring, serta menghadirkan berbagai kegiatan komunitas yang positif,” ujar Netty.
Menurut Netty, konsep Transit Oriented Development (TOD) yang diusung Travoy Hub menjadi nilai tambah tersendiri karena mampu menghadirkan konektivitas antarmoda dan mengintegrasikan berbagai fungsi kawasan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
“Dengan konektivitas langsung menuju Rest Area KM 05 Jagorawi, Stasiun LRT, area ritel, akses transportasi umum dan transportasi online, hingga layanan kesehatan Brawijaya Hospital, Travoy Hub kami harapkan dapat menjadi kawasan yang memberikan kemudahan akses sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi masyarakat,” tambahnya.
Netty menambahkan, penguatan awareness Travoy Hub menjadi bagian dari strategi JMRB untuk meningkatkan produktivitas aset, memperluas basis pengunjung, serta menciptakan ekosistem bisnis yang semakin kuat bersama tenant dan mitra. Dengan posisi yang strategis dan konsep yang adaptif, Travoy Hub memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai destinasi komersial yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
“Kami melihat Travoy Hub memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat aktivitas baru yang mampu mempertemukan kebutuhan bisnis, komunitas, dan gaya hidup dalam satu kawasan. Karena itu, JMRB akan terus mendorong berbagai program aktivasi, kolaborasi, dan pengembangan layanan agar Travoy Hub semakin dekat dengan masyarakat,” jelas Netty.
Sebagai ruang komersial yang terbuka dan fleksibel, Travoy Hub dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti gathering komunitas, talkshow, workshop, pameran produk, kegiatan kreatif, corporate event, program promosi tenant, hingga aktivitas publik lainnya.
Kehadiran berbagai pilihan kuliner, area komersial, serta fasilitas pendukung juga diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi setiap pengunjung.
JMRB juga terus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, pelaku usaha, brand, tenant, serta mitra strategis untuk bersama-sama menghidupkan Travoy Hub melalui berbagai kegiatan yang positif, menarik, dan berdampak.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, baik dalam meningkatkan kunjungan masyarakat maupun mendukung pertumbuhan tenant dan pelaku usaha yang berada di kawasan Travoy Hub.
“Kami percaya bahwa sebuah kawasan komersial akan tumbuh lebih kuat apabila dibangun melalui kolaborasi. Travoy Hub kami dorong menjadi ruang yang tidak hanya dikunjungi, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tenant, komunitas, dan mitra bisnis. Ke depan, kami berharap Travoy Hub dapat semakin berkembang sebagai destinasi yang produktif, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi JMRB serta Jasa Marga Group,” tutup Netty.
Melalui penguatan Travoy Hub, JMRB menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan lini bisnis related business yang berorientasi pada optimalisasi aset, peningkatan layanan, penguatan kemitraan, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.(ZID)






