BGN Benahi Tata Kelola MBG, Anggaran Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

Dok. Badan Gizi Nasional (BGN)

FACEINDONESIA.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola serta memastikan penggunaan anggaran berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan, perbaikan program difokuskan pada peningkatan kualitas layanan dan optimalisasi manfaat bagi masyarakat penerima.

Bacaan Lainnya

“Fokus kami memastikan program MBG berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta.

BGN akan melakukan penataan ulang berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari refocusing penerima manfaat agar intervensi gizi lebih terarah hingga optimalisasi dapur MBG yang telah beroperasi.

Selain itu, BGN memperkuat pembinaan dan standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan seluruh dapur memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas gizi yang ditetapkan.

Menurut Nanik, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan pengawasan menjadi agenda utama agar makanan yang disalurkan aman, sehat, dan bergizi.

BGN juga berupaya memperluas pemerataan layanan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih membutuhkan penguatan program. Untuk mendukung hal tersebut, berbagai skema implementasi yang lebih adaptif tengah disiapkan, termasuk pemanfaatan kantin sekolah, dapur umum, dan fasilitas komunitas yang memenuhi syarat operasional.

Di sisi lain, BGN membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BUMN dan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menambahkan, penguatan tata kelola akan dilakukan melalui integrasi data dan sistem informasi yang lebih baik. Menurutnya, kebijakan yang efektif harus didukung data yang valid serta sistem yang akuntabel dan transparan.

Dalam penajaman sasaran program, BGN juga memperkuat intervensi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok prioritas untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN karena pengalaman dan pemahamannya terhadap program MBG. Nanik juga dinilai memiliki kepemimpinan yang tegas serta konsisten dalam menjalankan standar operasional dan menjaga kualitas layanan.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru di BGN dapat mempercepat pembenahan tata kelola MBG sehingga program berjalan semakin efektif, efisien, dan memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.(HER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *