DEN: Blok Ganal Butuh Teknologi Tinggi dan Investasi Jumbo

Dok.Pertamina

FACEINDONESIA.CO.ID – Anggota Dewan Energi Nasional Muhammad Kholid Syeirazi menilai pengelolaan Blok Ganal membutuhkan teknologi canggih dan investasi besar. Pasalnya, blok migas lepas pantai di Kalimantan Timur itu masuk proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) yang memiliki risiko tinggi dan padat modal.

Kholid mengatakan, jika Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mendapat hak participating interest (PI) 10 persen, hal itu justru berpotensi menjadi beban bagi daerah karena kebutuhan modal yang sangat besar.

“Dalam praktiknya, BUMD akan kesulitan menyediakan dana investasi karena nilainya jumbo,” ujar Kholid, Senin (18/5).

Menurut dia, dalam skema participating interest, BUMD tidak bertindak sebagai operator. Perannya hanya menerima manfaat dari kegiatan hulu migas dengan kewajiban menyetor modal atau equity.

Namun, mekanisme tersebut dinilai kerap menghadapi kendala di lapangan. Sebab, proyek IDD seperti Blok Ganal memiliki karakter capital intensive, berteknologi tinggi, dan berisiko besar.

Kholid menjelaskan, terdapat skema pembiayaan di mana porsi PI BUMD bisa terlebih dahulu ditanggung kontraktor. Nantinya, bagian BUMD dipotong setelah proyek mencapai titik balik modal atau pay off.

“Biasanya tahun pertama hingga tahun keenam belum menikmati hasil. Setelah pay off baru mendapatkan bagian,” jelasnya.

Karena kompleksitas proyek, Kholid menilai opsi keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa menjadi solusi, terutama perusahaan yang memiliki kemampuan finansial kuat.

Menurut dia, peluang tersebut tetap bergantung pada operator Blok Ganal, yakni Eni dan Sinopec. Kedua perusahaan itu dapat melepas sebagian hak partisipasi atau farm out kepada pihak lain.

“Strategi ini bisa membuat Pertamina sebagai BUMN tidak menanggung risiko eksplorasi secara penuh,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta hak pengelolaan melalui skema participating interest atas temuan cadangan migas besar di Blok Ganal.

Kepala Dinas ESDM Kalimantan Timur Bambang Arwanto mengatakan, pemerintah daerah akan mengajukan keterlibatan dalam pengelolaan cadangan migas tersebut meski lokasi sumur berada di luar kewenangan daerah.

Cadangan migas itu ditemukan di Sumur Geliga dan Sumur Gula di wilayah kerja Blok Ganal. Hasil eksplorasi menunjukkan potensi cadangan mencapai lebih dari tujuh triliun kaki kubik gas dan sekitar 375 juta barel minyak. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *