FACEINDONESIA.CO.ID – Menyambut libur panjang pada 14–17 Mei 2026, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengoptimalkan layanan penunjang di seluruh stasiun Whoosh. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan penumpang selama periode tingginya mobilitas masyarakat.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan, optimalisasi layanan non-farebox menjadi bagian dari komitmen KCIC menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman, praktis, dan terintegrasi.
“Pada periode libur panjang, mobilitas masyarakat biasanya meningkat. KCIC memastikan seluruh fasilitas penunjang di stasiun dapat dimanfaatkan optimal agar perjalanan penumpang tetap lancar dan nyaman,” ujar Eva, Selasa (12/5/2026).
Saat ini, KCIC menghadirkan total 116 tenant retail dan non-retail di seluruh stasiun Whoosh. Tenant tersebut terdiri dari 87 tenant non-UMKM dan 29 tenant UMKM.
Rinciannya, Stasiun Halim memiliki 60 tenant, Stasiun Padalarang 31 tenant, Stasiun Tegalluar Summarecon 23 tenant, serta Stasiun Karawang 2 tenant.
Berbagai tenant tersebut menyediakan kebutuhan penumpang mulai dari makanan dan minuman, kebutuhan perjalanan, produk UMKM, hingga layanan pendukung lainnya.
Selain tenant kuliner dan retail, KCIC juga menghadirkan fasilitas non-retail seperti ATM, vending machine, smart locker, layanan pengisian dan penyewaan power bank, photobox, hingga kursi pijat di area stasiun.
Tak hanya itu, KCIC menyiapkan lebih dari 1.500 kapasitas parkir kendaraan di seluruh stasiun Whoosh guna mendukung penumpang yang membawa kendaraan pribadi selama libur panjang.
Area parkir tersedia di Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon untuk kendaraan mobil maupun motor. Fasilitas tersebut juga dapat digunakan untuk parkir inap dan dilengkapi pengawasan CCTV serta petugas keamanan selama 24 jam.
Eva menegaskan, layanan parkir berbayar tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem mobility hub di stasiun Whoosh agar perjalanan masyarakat semakin praktis dan terintegrasi.
“KCIC terus mengembangkan bisnis non-farebox untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan penumpang di seluruh stasiun Whoosh,” katanya.
Pengembangan itu mencakup sektor naming rights, in-station retail, activation, utility, mobility hub, paid parking, hingga advertising guna mendukung ekosistem layanan stasiun yang semakin modern.
KCIC juga mengimbau masyarakat memanfaatkan integrasi antarmoda yang telah tersedia di stasiun Whoosh, seperti LRT Jabodebek, KA Feeder, shuttle, taksi, dan transportasi online agar perjalanan lebih mudah dan efisien. (San)






