FACEINDONESIA.CO.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan wisudawan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta agar memegang teguh pesan-pesan Buya Syafii Maarif dalam menghadapi perubahan zaman dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Pesan itu disampaikan Fajar saat memberikan pidato kebangsaan pada Wisuda ke-100 Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2025/2026 di Convention Hall Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).
Fajar menegaskan, enam pesan almarhum Ahmad Syafii Maarif tetap relevan di tengah derasnya arus media sosial, krisis keteladanan, hingga tantangan kesehatan mental generasi muda.
“Siapkan diri, lapangkan dada, jangan mudah marah dan jangan mudah putus asa. Hadapi masyarakat dengan kepala tegak serta sampaikan pesan Islam dengan bahasa hati,” ujar Fajar.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki mental tangguh dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan cepat akibat revolusi teknologi.
“Anak-anakku sekalian harus punya resiliensi, kepercayaan diri, dan ketangguhan mental untuk menghadapi dunia yang semakin keras dan beragam,” katanya.
Fajar juga menyoroti perkembangan robot humanoid berbasis AI di Korea Selatan yang mulai digunakan untuk memberikan panduan moral di kuil. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa manusia tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan teknis.
“Robot bisa menggantikan kemampuan teknis manusia, tetapi tidak bisa menggantikan hati dan nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan generasi saat ini bukan sekadar mencari informasi, melainkan kemampuan menyaring informasi dan belajar cepat di tengah banjir data digital.
Karena itu, Fajar meminta kader Mu’allimin berani berdiaspora ke berbagai bidang tanpa kehilangan identitas dan nilai dasar Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai Mu’allimin dan Mu’allimaat harus terus menjadi model pendidikan kader yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut Haedar, perjuangan Ahmad Dahlan menjadi teladan penting agar kader Muhammadiyah terus bergerak maju dan mampu menjawab tantangan masa depan. (San)





