Wisuda 250 Penghafal Al-Qur’an, Kemenag: Jaga Hafalan, Jaga Perilaku

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Sebanyak 250 penghafal Al-Qur’an mengikuti Wisuda Akbar Penghafal Al-Qur’an ke-9 di di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Dari jumlah ini, sebanyak 23 wisudawan, telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Kemenag berpesan agar para penghafal Al-Qur’an menjaga hafalannya dan juga menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Wisuda Akbar ini diselenggarakan Forum Huffāzhil Qur’an Internasional (FHQ) pada Sabtu (25/4/2026). Hadir, Kasubdit Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an Direktorat Pesantren Kementerian Agama Aziz Syafiuddin, perwakilan Gubernur Jawa Barat Muhammad Hanif, anggota DPR Oleh Soleh, serta perwakilan Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat Asep Sudarman. Hadir juga, para tokoh masyarakat, ulama, pimpinan lembaga, orangtua peserta, dan pengurus FHQ Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

“Para penghafal Al Quran hendaknya menjaga hafalan yang telah telah mereka miliki dengan terus rajin mengulang-ulang hafalan yang mereka miliki setiap hari,” pesan Aziz Syafiuddin saat mewakili Direktur Pesantren Kementerian Agama.

“Jaga sikap perilaku dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap berpegang teguh kepada ahlkul karimah, saling menghormati dan menghargai antar sesama pemeluk-pemeluk agama yang berbeda dan juga menjunjung tinggi rasa nasionalisme cinta tanah air dan bangsa,” sambungnya.

Kepada para ustadz, Aziz Syafiuddin menyampaikan terima kasih atas jasa mereka membimbing anak-anak menjadi para penghafal Al Quran sampai jenjang 30 juz. Aziz juga mengajak para ustadz untuk memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan guna melanjutkan program S1 dengan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ), khususnya bagi mereka yang belum sarjana.

Ketua FHQ Ust Agus Yossp Abduloh melaporkan, bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk nyata dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berdaya saing global. Ia juga menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan istiqomah.

“Tidak ada kata kalah bagi para penghafal Al-Qur’an. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala di sisi Allah Subhānahu wa Ta‘ālā,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga digelar Musabaqoh Hifzhil Qur’an (MHQ) tingkat nasional yang menghasilkan para juara terbaik. Juara pertama diraih oleh Rizki Fajar Nugraha dari Ponpes Al-Falah Cicalengka. Juara kedua diraih Rohmatul Baiti dari Ponpes Nurul Huda, Purwokerto, sedangkan juara ketiga diraih oleh Ayatul Husna Restu Arifin, peserta berusia 8 tahun dari Rutaba Hamalatul Qur’an, Malang, Jawa Timur. Para juara mendapat hadiah berupa umrah.

Hadiah umrah juga diberikan kepada seorang wisudawan berusia 71 tahun asal Purwakarta sebagai bentuk apresiasi atas semangatnya dalam menghafal Al-Qur’an di usia lanjut.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap akan lahir lebih banyak generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *