Hari Bumi 2026, KAI Akselerasi Operasional Rendah Emisi untuk Mobilitas Efisien dan Berkelanjutan

Dok.PT KAI

FACEINDONESIA.CO.ID – Hari ini, 22 April 2026, dunia memperingati Hari Bumi. KAI Group menempatkan peringatan ini sebagai bagian dari arah transformasi perusahaan dalam membangun sistem transportasi yang efisien, rendah emisi, dan terintegrasi melalui pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan, meningkat 9,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung mobilitas massal dengan efisiensi energi per penumpang yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Efisiensi tersebut tercermin pada kinerja emisi. Pada periode Angkutan Lebaran 2026 misalnya, emisi perjalanan kereta api jarak jauh tercatat sekitar 8.928.821 kg CO₂e. Dalam perbandingan perjalanan yang setara, angka ini lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi, sehingga mendukung pengendalian emisi sektor transportasi.

Penguatan operasional rendah emisi dilakukan melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih. Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif KAI menggunakan Biosolar B40 dan dipersiapkan menuju pengembangan biodiesel B50. KAI juga telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di 92 lokasi dengan total kapasitas 4.430,65 kWp untuk mendukung kebutuhan energi operasional.

Transformasi juga diarahkan pada pengembangan sistem berbasis listrik. KAI tengah mendorong elektrifikasi lintas strategis seperti Rangkasbitung–Merak, serta pengembangan Cikarang–Cikampek dan Bogor–Cigombong untuk meningkatkan kapasitas, frekuensi perjalanan, dan efisiensi energi dalam jangka panjang.

Penguatan ini sejalan dengan pengembangan layanan KRL sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan, dengan potensi peningkatan kapasitas dari 1,1 juta menjadi 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.

Di sisi sarana, KAI menjalankan program peremajaan dan modernisasi sarana. Sebanyak 151 unit lokomotif dan 328 unit kereta diproyeksikan untuk diperbarui guna meningkatkan efisiensi operasional dan keandalan layanan.

KAI juga mempersiapkan adopsi teknologi seperti Battery Electric Multiple Unit (BEMU) yang memungkinkan operasional dengan emisi lokal yang lebih rendah dan mendukung dekarbonisasi transportasi.

Transformasi ini diperkuat melalui pengalaman pelanggan. Melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan dapat melihat estimasi jejak karbon dari perjalanan yang dilakukan.

Dari sisi operasional, keandalan layanan tetap terjaga. Sepanjang Triwulan I 2026, KAI mencatat On Time Performance keberangkatan KA Penumpang sebesar 99,84% dan kedatangan 97,61%. Ketepatan waktu ini memberikan kepastian perjalanan dan mendukung produktivitas masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa transformasi yang dijalankan KAI diarahkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas ke depan.

“Kereta api mencerminkan kemajuan peradaban sebuah bangsa. Melalui transformasi yang kami jalankan, KAI terus memperkuat sistem transportasi yang efisien, rendah emisi, dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Anne.

“Pengembangan ini kami arahkan agar setiap perjalanan memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi layanan, efisiensi, maupun dampaknya terhadap lingkungan,” tambah Anne.

Peringatan Hari Bumi menegaskan bahwa mobilitas dan keberlanjutan berjalan dalam satu arah.

“Melalui transformasi yang terus dijalankan, KAI akan terus menghadirkan layanan transportasi yang efisien, andal, serta berkontribusi pada kemajuan peradaban yang selaras dengan keberlanjutan,” tutup Anne. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *