FACEINDONESIA.CO.ID – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii mengajak generasi muda Islam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memperkuat iman dan takwa saat menghadiri Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan ke-29 Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong, Banten.
Menurut Wamenag, selama ini masih ada cara pandang yang memisahkan antara pemahaman Islam dan penguasaan ilmu pengetahuan modern. Padahal, keduanya merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam secara menyeluruh.
“Selalu saya mendengar, kalau kita memahami Islam, jangan lupa memahami teknologi. Memahami Islam, jangan lupa memahami ekonomi, digital, astronomi, filsafat, kedokteran, dan lain sebagainya,” ujar Romo Syafii, Jumat (13/3/2026).
Romo Syafii menjelaskan, pada masa lalu para tokoh Islam tidak memisahkan antara agama dan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan Muslim dikenal memiliki berbagai peran sekaligus dalam kehidupan keilmuan dan keagamaan.
“Padahal pada waktu itu, yang dikenal oleh para tokoh-tokoh Islam ini cuma satu, mengamalkan Islam. Ketika mereka mengamalkan Islam secara kafah, sebagaimana perintah Allah, maka ada waktunya mereka menjadi ilmuwan, mereka menjadi teknokrat, mereka menjadi filosof, mereka menjadi seniman, dan lain sebagainya,” katanya.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki dua kekuatan utama agar mampu berkembang dan berkontribusi bagi masa depan bangsa. “Saya ingat betul teriakan-teriakan presiden kita, B.J. Habibie, bahwa generasi muda Islam harus menguasai IPTEK, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta IMTAK, iman dan takwa. IPTEK, kata beliau, itu satu sayap, sedangkan IMTAK itu satu sayap untuk bisa take off. Kita harus punya dua sayap,” ujarnya.
Romo Syafii menilai madrasah menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
“Sekarang kita ingin membaca Islam, itu membaca IMTAK dan IPTEK. Dan tempat yang paling tepat itu setelah saya amati adalah Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia, khususnya Serpong,” kata Romo Muhammad Syafii.
Wamenag juga mengungkapkan rasa bangga terhadap para siswa yang berhasil menghafal Al-Qur’an. Ia berharap para penghafal Al-Qur’an dapat menjadi generasi yang membawa kebaikan bagi masa depan bangsa.
“Kemudian turun di hati kalian. Saya membayangkan ke depan akan lahir generasi-generasi mulia, karena di dadanya ada Al-Qur’an,” ujarnya. (San)





