<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Stasiun Gambir &#8211; Face Indonesia</title>
	<atom:link href="https://faceindonesia.co.id/tag/stasiun-gambir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<description>Wajah Baru Informasi Digital</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2026 14:58:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://faceindonesia.co.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Fa_Logo-FACE-Datar-scaled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Stasiun Gambir &#8211; Face Indonesia</title>
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/kai-siapkan-transformasi-stasiun-gambir/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/kai-siapkan-transformasi-stasiun-gambir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 12:32:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Stasiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=26342</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menyiapkan transformasi Stasiun Gambir, Jakarta, secara&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID-</strong> PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menyiapkan transformasi Stasiun Gambir, Jakarta, secara bertahap. Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat peran Gambir sebagai gerbang perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) sekaligus meningkatkan konektivitas transportasi publik.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, posisi Stasiun Gambir yang berada di pusat Jakarta menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengembangannya. Gambir berada dekat dengan kawasan Monas, pusat pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta berbagai pusat aktivitas masyarakat.</p>
<p>“Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta,” ujar Anne.</p>
<p>Tingginya aktivitas pelanggan juga menjadi alasan pengembangan Stasiun Gambir. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Gambir mencatat 3.871.579 aktivitas pelanggan, terdiri dari 1.990.205 pelanggan yang naik dan 1.881.374 pelanggan turun.</p>
<p>Berdasarkan kajian pengembangan New Gambir, transformasi stasiun diarahkan menjadi pusat pengalaman perjalanan yang memadukan mobilitas, hospitality, leisure, serta nilai tambah kawasan.</p>
<p>Konsep tersebut akan menempatkan Gambir sebagai hub interkoneksi yang menghubungkan perjalanan KA Jarak Jauh dengan KRL, MRT, BRT, serta kawasan Monas.</p>
<p>Anne menjelaskan, pengembangan Gambir juga menjadi bagian dari upaya memperkuat integrasi transportasi publik di wilayah Jabodetabek.</p>
<p>“KAI melihat setiap stasiun memiliki peran masing-masing dalam satu sistem transportasi. Manggarai berperan sebagai pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir dikembangkan sebagai gerbang KA Jarak Jauh di pusat Jakarta serta bagian dari penguatan akses menuju kawasan strategis,” jelasnya.</p>
<p>Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan KA reguler setiap hari dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk proses naik dan turun pelanggan KA Jarak Jauh.</p>
<p>Sementara itu, jalur layang di kawasan Gambir juga dilintasi Commuter Line pada lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo. Namun, layanan Commuter Line tersebut belum melayani naik dan turun pelanggan di Stasiun Gambir.</p>
<p>KAI menyebut kemungkinan pengembangan layanan Commuter Line di Gambir masih membutuhkan persiapan menyeluruh, mulai dari infrastruktur, kapasitas lintas, sistem operasi, keselamatan, hingga koordinasi dengan regulator.</p>
<p>“Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Anne.</p>
<p>Kebutuhan integrasi transportasi di kawasan Gambir semakin penting seiring meningkatnya mobilitas masyarakat Jabodetabek. Jumlah perjalanan KRL Jabodetabek naik dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025.</p>
<p>Dengan demikian, terjadi tambahan 126.656.933 perjalanan atau pertumbuhan sebesar 58,11 persen dalam tiga tahun.</p>
<p>Pertumbuhan juga terlihat pada Bogor Line yang pada 2025 melayani 153.538.393 perjalanan atau sekitar 44,55 persen dari total perjalanan KRL Jabodetabek. Lintas tersebut melintasi kawasan Gambir, namun belum melayani naik dan turun pelanggan di Stasiun Gambir.</p>
<p>“Pertumbuhan perjalanan KRL menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta terus meningkat. Karena itu, kesiapan Gambir perlu dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi,” kata Anne.</p>
<p>Transformasi Stasiun Gambir menjadi bagian dari agenda peningkatan sistem transportasi publik Jabodetabek. Melalui kajian New Gambir, pembenahan stasiun diarahkan untuk memperkuat kapasitas transportasi kawasan sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah dan modernisasi stasiun strategis.</p>
<p>KAI berharap pengembangan tersebut dapat menjadikan Gambir semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, baik sebagai titik keberangkatan dan kedatangan KA Jarak Jauh maupun sebagai bagian dari aktivitas transportasi di pusat Jakarta.</p>
<p>“Transformasi Gambir disiapkan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan, kesiapan operasional, dan pengembangan transportasi publik Jakarta ke depan,” tutup Anne.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/kai-siapkan-transformasi-stasiun-gambir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Bertahap</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/kai-siapkan-transformasi-stasiun-gambir-bertahap/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/kai-siapkan-transformasi-stasiun-gambir-bertahap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 18:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Stasiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=26214</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menyiapkan transformasi Stasiun Gambir, Jakarta, secara&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID-</strong> PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menyiapkan transformasi Stasiun Gambir, Jakarta, secara bertahap. Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat peran Gambir sebagai gerbang perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), meningkatkan konektivitas antarmoda, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Gambir memiliki posisi strategis karena berada di pusat Jakarta dan berdekatan dengan kawasan Monas, pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta pusat aktivitas masyarakat.</p>
<p>“Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta,” ujar Anne.</p>
<p>Sepanjang Januari-Juli 2026, Stasiun Gambir mencatat 3.871.579 aktivitas pelanggan. Jumlah tersebut terdiri dari 1.990.205 pelanggan naik dan 1.881.374 pelanggan turun.</p>
<p>Berdasarkan kajian pengembangan New Gambir, transformasi stasiun diarahkan menjadi pusat pengalaman perjalanan yang mengintegrasikan mobilitas, hospitality, leisure, dan nilai tambah kawasan. Gambir juga diproyeksikan menjadi hub interkoneksi yang menghubungkan KA Jarak Jauh dengan KRL, MRT, BRT, serta kawasan Monas.</p>
<p>Anne menjelaskan, pengembangan Gambir menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi publik Jabodetabek.</p>
<p>“KAI melihat setiap stasiun memiliki peran masing-masing dalam satu sistem transportasi. Manggarai berperan sebagai pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir dikembangkan sebagai gerbang KA Jarak Jauh di pusat Jakarta serta bagian dari penguatan akses menuju kawasan strategis,” katanya.</p>
<p>Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan KA reguler per hari dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk naik dan turun pelanggan KAJJ. Sementara itu, jalur layang di kawasan Gambir dilintasi Commuter Line pada lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo.</p>
<p>Namun, KAI menegaskan Commuter Line yang melintas di kawasan Gambir belum melayani naik dan turun pelanggan di Stasiun Gambir. Potensi pengembangan layanan tersebut masih membutuhkan kesiapan infrastruktur, kapasitas lintas, sistem operasi, aspek keselamatan, serta koordinasi dengan regulator.</p>
<p>“Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama,” jelas Anne.</p>
<p>Kebutuhan integrasi transportasi di kawasan Gambir semakin penting seiring meningkatnya mobilitas masyarakat Jabodetabek. Volume perjalanan KRL Jabodetabek meningkat dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 58,11 persen atau bertambah 126.656.933 perjalanan dalam tiga tahun.</p>
<p>Pertumbuhan juga terlihat pada Bogor Line yang pada 2025 melayani 153.538.393 perjalanan atau 44,55 persen dari total perjalanan KRL Jabodetabek. Lintas tersebut saat ini melewati kawasan Gambir, tetapi belum melayani naik dan turun pelanggan di Stasiun Gambir.</p>
<p>“Pertumbuhan perjalanan KRL menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta terus meningkat. Karena itu, kesiapan Gambir perlu dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk apabila ke depan terdapat pengembangan layanan Commuter Line di stasiun ini,” tutur Anne.</p>
<p>Transformasi Stasiun Gambir menjadi bagian dari agenda peningkatan sistem transportasi publik Jabodetabek. Melalui kajian New Gambir, KAI menempatkan pembenahan stasiun sebagai bagian dari penguatan kapasitas transportasi kawasan, konektivitas antarwilayah, dan modernisasi stasiun strategis.</p>
<p>KAI berharap pengembangan tersebut dapat menjadikan Gambir semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, baik sebagai titik keberangkatan dan kedatangan KA Jarak Jauh maupun sebagai bagian dari aktivitas masyarakat di pusat Jakarta.</p>
<p>“Transformasi Gambir disiapkan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan, kesiapan operasional, dan pengembangan transportasi publik Jakarta ke depan,” tutup Anne.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/kai-siapkan-transformasi-stasiun-gambir-bertahap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dirut KAI: Gambir Disiapkan Bertahap Perkuat Konektivitas</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/dirut-kai-gambir-disiapkan-bertahap-perkuat-konektivitas/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/dirut-kai-gambir-disiapkan-bertahap-perkuat-konektivitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 08:33:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin]]></category>
		<category><![CDATA[PT Kereta Api Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=21881</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan bahwa pengembangan Stasiun Gambir disiapkan secara bertahap&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan bahwa pengembangan Stasiun Gambir disiapkan secara bertahap sebagai bagian dari penataan layanan transportasi publik di pusat Jakarta. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin bersama jajaran Direksi, termasuk Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas, saat perjalanan Kereta Luar Biasa dari Yogyakarta menuju Gambir pada Rabu (8/7/2026).</p>
<p>Bobby menjelaskan, ada persepsi yang perlu diluruskan terkait pengembangan Gambir. Menurutnya, Gambir tidak sedang diposisikan untuk berhadapan dengan Manggarai. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam satu sistem transportasi publik Jabodetabek.</p>
<p>“Selama ini ada persepsi yang perlu diluruskan mengenai Gambir. Gambir tidak kami benturkan dengan Manggarai. Manggarai tetap menjadi pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir kami siapkan sebagai pintu KA Jarak Jauh di pusat kota, akses ke kawasan Monas, dan bagian dari integrasi transportasi publik Jakarta,” ujar Bobby.</p>
<p>Bobby mengatakan, Gambir memiliki posisi strategis karena berada di jantung Jakarta, dekat Monas, kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta jaringan transportasi lanjutan. Dengan posisi tersebut, pengembangan Gambir diarahkan agar pelanggan memiliki pengalaman perjalanan yang lebih utuh, mulai dari datang ke stasiun, menunggu keberangkatan, berpindah moda, hingga melanjutkan aktivitas di pusat kota.</p>
<p>Saat ini Stasiun Gambir melayani 34 KA reguler per hari atau sekitar 78 pemberhentian untuk naik dan turun pelanggan KA Jarak Jauh. Di sisi lain, jalur layang Gambir dilintasi 326 perjalanan KRL Bogor Line setiap hari pada lintas Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo pp.</p>
<p>KAI menegaskan, pada tahap saat ini Commuter Line yang melintas di Gambir belum melayani naik dan turun pelanggan di stasiun tersebut. Pembahasan mengenai potensi pelayanan KRL di Gambir ditempatkan sebagai proses bertahap yang membutuhkan kesiapan prasarana, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, keselamatan, pola operasi, serta koordinasi dengan regulator.</p>
<p>“Integrasi itu perlu tahap. Pelanggan harus mendapat akses yang lebih mudah, tetapi keselamatan dan keandalan operasi tetap nomor satu. Karena itu, kesiapan peron, alur pelanggan, listrik, persinyalan, kapasitas lintas, dan koneksi moda lanjutan harus dihitung dengan benar,” kata Bobby.</p>
<p>Menurut Bobby, akses menuju pusat Jakarta perlu semakin terbuka dengan transportasi publik. Masyarakat dari Bogor, Depok, Cibinong, Nambo, dan kawasan penyangga lainnya membutuhkan pilihan yang lebih mudah untuk menuju Monas, kawasan pemerintahan, ruang publik, hotel, perkantoran, serta layanan KA Jarak Jauh.</p>
<p>“Kita ingin masyarakat Jabodetabek punya akses yang lebih mudah ke pusat kota. Orang dari Depok, Bogor, Cibinong, Nambo, dan wilayah lain harus punya pilihan transportasi publik yang lebih baik untuk menuju kawasan Monas dan Gambir. Jadi akses ke pusat kota tidak bertumpu pada kendaraan pribadi,” ujar Bobby.</p>
<p>Kebutuhan integrasi tersebut semakin relevan karena volume KRL Jabodetabek terus meningkat. Volume KRL Jabodetabek naik dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025. Dalam tiga tahun, kenaikannya mencapai 126.656.933 perjalanan atau 58,11%.</p>
<p>Bogor Line menjadi lintas dengan jumlah pelanggan terbesar. Pada 2022, Bogor Line melayani 102.054.022 pelanggan. Jumlah tersebut naik menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025. Pada Januari–Juni 2026, Bogor Line telah melayani 78.077.679 pelanggan.</p>
<p>Bobby menjelaskan, peningkatan kapasitas KRL juga harus dilakukan secara menyeluruh. Penambahan rangkaian perlu diikuti kesiapan peron, kelistrikan, persinyalan, pola operasi, dan alur pelanggan. Karena itu, KAI juga menyiapkan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian SF12 pada Bogor Line. Program ini ditargetkan selesai total pada 15 Juli 2026.</p>
<p>“Menambah rangkaian tidak bisa berdiri sendiri. Peron harus siap, listrik harus siap, persinyalan harus siap, dan pola operasinya juga harus siap. Kalau semuanya tertata, kepadatan bisa dikelola lebih baik dan pelanggan mendapat layanan yang lebih nyaman,” ujar Bobby.</p>
<p>Di sisi lain, Bobby menegaskan bahwa KAI adalah perusahaan yang basis utamanya berada pada operasi. Karena itu, penguatan operasi, keselamatan, dan pelayanan menjadi perhatian utama. Perubahan struktur organisasi Direksi juga diarahkan untuk memperkuat area operasi, prasarana, keselamatan, dan pengelolaan sarana.</p>
<p>“Basis KAI adalah operasi. Maka operasi harus kuat. Keselamatan tidak bisa ditawar, sementara hospitality harus dipertahankan dan ditingkatkan. Dua hal ini berjalan bersama: perjalanan harus selamat, dan pelanggan harus merasakan layanan yang semakin baik,” kata Bobby.</p>
<p>Bobby menambahkan, pengembangan Gambir juga berkaitan dengan arah KAI dalam memperkuat struktur pendapatan. Saat ini, sekitar 96% pendapatan KAI masih berasal dari operasi kereta api, terutama layanan penumpang dan barang. Sementara itu, pendapatan non-farebox atau pendapatan di luar tiket masih berada di kisaran 4%.</p>
<p>Menurut Bobby, komposisi tersebut perlu diperkuat agar KAI memiliki ruang pendapatan yang lebih beragam. Di berbagai operator transportasi publik dunia, pendapatan non-farebox sudah menjadi sumber yang penting melalui pemanfaatan kawasan, properti, hospitality, ritel, dan layanan pendukung.</p>
<p>“Selama ini sekitar 96% pendapatan KAI berasal dari operasi kereta api. Pendapatan non-farebox masih sekitar 4%. Ke depan, ini perlu diperkuat. Operasi tetap menjadi inti, tetapi aset stasiun juga harus bekerja lebih produktif agar manfaatnya kembali kepada layanan dan masyarakat,” ujar Bobby.</p>
<p>Bobby mengatakan, banyak aset KAI yang selama ini masih under leverage atau belum diberdayakan secara optimal. Karena itu, pemanfaatan aset menjadi salah satu agenda penting KAI. Arahan pemerintah terkait return on asset juga menjadi perhatian, di mana posisi KAI saat ini berada pada kisaran 2–2,1% dan perlu ditingkatkan secara bertahap menuju level yang lebih sehat.</p>
<p>“Aset KAI besar, tetapi sebagian masih under leverage. Aset-aset ini perlu mulai diberdayakan. Ada program Manggarai, Gambir, Bandung, dan kawasan lain. Tujuannya agar aset tidak berhenti sebagai ruang pasif, tetapi memberi nilai tambah untuk layanan, pelanggan, dan ekonomi kawasan,” kata Bobby.</p>
<p>Gambir menjadi salah satu contoh aset strategis yang memiliki ruang pengembangan besar. Lokasinya berada di pusat Jakarta, dekat Monas, kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, dan jaringan transportasi lanjutan. Karena itu, optimalisasi Gambir diarahkan untuk memperkuat layanan perjalanan sekaligus membuka nilai tambah dari kuliner, ritel, hospitality, ruang publik, dan aktivitas kawasan.</p>
<p>Dalam Kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir, pengembangan Gambir ditempatkan sebagai Modern Station &amp; Lifestyle Hub dengan tiga arah, yaitu mobility, culture, dan lifestyle. Konsep ini menempatkan mobilitas sebagai dasar pengembangan, lalu diperkuat dengan ruang budaya, layanan pelanggan, komersial, dan ruang publik yang menyatu dengan kawasan Medan Merdeka.</p>
<p>Kajian tersebut juga memuat rencana koneksi dengan Transjakarta, MRT, kawasan pedestrian, ruang publik Monas, ritel, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang pertemuan, serta ruang publik. Dalam konsep desainnya, terdapat pula peron Commuter Line, concourse KRL, intermoda hub di lower ground, serta penataan alur kedatangan dan keberangkatan KA Jarak Jauh.</p>
<p>Bobby mengatakan, pengembangan Gambir diarahkan agar pelanggan tidak bingung saat menggunakan stasiun. Ruang keberangkatan dan kedatangan disiapkan agar lebih jelas, perpindahan moda dibuat lebih mudah, kendaraan ditata lebih tertib, dan akses pejalan kaki diperkuat agar stasiun lebih nyaman bagi pelanggan serta masyarakat yang beraktivitas di pusat kota.</p>
<p>“Stasiun yang baik itu membuat pelanggan mudah. Mereka tahu masuk dari mana, menunggu di mana, berpindah moda ke mana, dan melanjutkan perjalanan lewat akses apa. Itu yang sedang kami tata di Gambir,” ujar Bobby.</p>
<p>Pengembangan Gambir juga menjadi bagian dari penataan kawasan Monas. Bobby menyebut Monas sebagai ruang publik nasional yang menjadi tempat masyarakat berkumpul, berwisata, dan beraktivitas. Dalam konteks tersebut, Gambir disiapkan sebagai teras kedatangan yang menghubungkan perjalanan antarkota, mobilitas harian, transportasi urban, ruang publik, kuliner, ritel, dan layanan pelanggan dalam satu kawasan yang lebih tertata.</p>
<p>“Monas adalah ruang publik yang sangat penting bagi masyarakat. Gambir berada tepat di dekat kawasan itu. Maka Gambir harus menjadi teras yang baik bagi orang yang datang, berangkat, berpindah moda, dan menikmati pusat Jakarta,” kata Bobby.</p>
<p>Saat ini ekosistem layanan di Gambir sudah terbentuk melalui 132 area atau titik komersial yang telah tersewa, terdiri dari 67 space dan 65 open space. Tenant yang hadir mencakup kuliner, kedai kopi, minimarket, ritel, toko oleh-oleh, toko buku, lounge, loker, hotel transit, pod, ATM, vending machine, parkir, media luar ruang, serta layanan pendukung perjalanan.</p>
<p>Keberadaan tenant tersebut memperlihatkan bahwa Gambir telah menjadi ruang aktivitas pelanggan sebelum dan sesudah perjalanan. Ketika akses antarmoda, jalur pejalan kaki, ruang tunggu, dan fungsi komersial ditata lebih baik, manfaatnya dapat dirasakan pelanggan, pelaku usaha, pekerja, pemasok, pengelola layanan kebersihan, keamanan, parkir, logistik tenant, serta usaha pendukung di sekitar kawasan.</p>
<p>Berdasarkan kajian pengembangan, fasilitas ritel baru memiliki luas area komersial yang dapat disewakan sekitar 15.479 m², sedangkan hotel dan ruang pertemuan sekitar 3.756 m². Apabila pengembangan berjalan sesuai kajian, area ritel baru berpotensi menampung sekitar 220–310 unit usaha kecil dan menengah, dengan gambaran ukuran 50–70 m² per tenant.</p>
<p>Jika setiap unit menyerap 2–3 pekerja, potensi tenaga kerja langsung dari tenant dapat mencapai sekitar 440–930 orang. Di luar tenant, kawasan hospitality dan leisure juga membutuhkan tenaga pendukung seperti kebersihan, keamanan, teknisi gedung, pengelola parkir, customer service, pengelola taman, pengelola rooftop, loading, logistik, dan pengelolaan sampah. Pada fase operasional penuh, pengembangan Gambir berpotensi membuka sekitar 500–1.000 peluang kerja langsung dan pendukung, mengikuti desain akhir, komposisi tenant, tahapan pembangunan, dan pola operasional kawasan.</p>
<p>Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas mengatakan, penguatan layanan dan optimalisasi aset harus ditopang oleh kinerja perusahaan yang sehat. Pada Tahun Buku 2025, total aset KAI Group mencapai Rp105,43 triliun, naik 8,58% dibandingkan 2024. Aset tetap naik 26,84% menjadi Rp37,30 triliun, sehingga mendukung keselamatan, kesiapan sarana, fasilitas stasiun, dan keandalan operasi.</p>
<p>Indarto menjelaskan, ekuitas KAI Group pada 2025 naik 11,23% menjadi Rp39,29 triliun. Laba tahun berjalan mencapai Rp2,28 triliun, laba usaha naik 10,35% menjadi Rp8,39 triliun, dan arus kas operasi naik 36,43% menjadi Rp7,15 triliun.</p>
<p>“Kinerja keuangan yang sehat memberi ruang bagi KAI untuk menjaga perawatan, memperkuat kesiapan sarana, menata stasiun, serta menjalankan investasi layanan secara lebih terukur. Efisiensi yang dilakukan perusahaan dikembalikan untuk mendukung keselamatan, operasi, dan kenyamanan pelanggan,” ujar Indarto.</p>
<p>Dari sisi skala layanan, pada 2025 KAI Group melayani 503,55 juta pelanggan dan 69,79 juta ton barang. Pada Semester I 2026, KAI Group melayani 258,99 juta pelanggan, naik 7,55% dibandingkan Semester I 2025, serta 32,50 juta ton barang.</p>
<p>Capaian Semester I 2026 juga tercermin dari perluasan layanan dan akses, seperti KA Sangkuriang Bandung–Ketapang pp mulai 1 Mei 2026, KA Pandalungan 2 Gambir–Jember pp mulai 18 Juni 2026, Stasiun JIS yang mulai melayani Commuter Line sejak 22 Juni 2026, serta KA Rajabasa yang melayani 439.984 pelanggan, naik 36,44%.</p>
<p>Di bidang logistik, KAI melayani 32,50 juta ton barang pada Semester I 2026, terdiri atas 26,53 juta ton batu bara dan 5,96 juta ton nonbatu bara. KAI juga memperkuat layanan barang melalui 1.080 gerbong datar untuk Sumatra dan KA Brumbung Cargo dengan kapasitas hingga 800 ton per rangkaian.</p>
<p>Pada aspek keselamatan, KAI menyelesaikan penutupan 172 perlintasan prioritas pada Semester I 2026. Upaya ini menjadi bagian dari perlindungan perjalanan kereta api dan masyarakat di sekitar jalur.</p>
<p>KAI juga terus memperkuat layanan yang bersentuhan langsung dengan ekonomi masyarakat. Kereta Petani Pedagang Rangkasbitung–Merak melayani 26.074 pelanggan pada Semester I 2026, sedangkan layanan Ekonomi Kerakyatan mencatat 56.908 pelanggan sepanjang 2026.</p>
<p>Bobby menambahkan, transportasi massal adalah pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. Perubahan layanan tidak selesai dalam satu tahun karena mencakup sarana, prasarana, teknologi, keselamatan, pendanaan, operasi, dan perilaku mobilitas masyarakat. Karena itu, KAI menyiapkan peningkatan layanan secara bertahap.</p>
<p>“Transportasi massal harus dibangun dengan konsistensi. Yang KAI siapkan adalah sistemnya: operasi yang kuat, keselamatan yang tidak bisa ditawar, hospitality yang terus ditingkatkan, aset yang lebih produktif, dan akses yang lebih mudah bagi masyarakat,” ujar Bobby.</p>
<p>Bobby menegaskan, seluruh agenda KAI ke depan diarahkan pada keselamatan, kapasitas, ketepatan layanan, integrasi antarmoda, logistik, ekonomi masyarakat, energi rendah emisi, serta optimalisasi aset stasiun. Gambir menjadi salah satu contoh bagaimana aset stasiun dapat ditata agar lebih dekat dengan kebutuhan pelanggan, memperkuat struktur pendapatan, dan memberi dampak bagi kawasan.</p>
<p>“KAI ingin setiap pengembangan memberi arti bagi pelanggan dan masyarakat. Gambir kami siapkan sebagai stasiun yang semakin mudah diakses, nyaman digunakan, terhubung dengan kehidupan pusat Jakarta, dan memberi manfaat ekonomi bagi kawasan. Dengan tahapan yang tepat, manfaatnya dapat dirasakan pelanggan, pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat sekitar,” tutup Bobby.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/dirut-kai-gambir-disiapkan-bertahap-perkuat-konektivitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gambir Makin Terhubung, KAI Perkuat Akses KA Jarak Jauh dan KRL</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/gambir-makin-terhubung-kai-perkuat-akses-ka-jarak-jauh-dan-krl/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/gambir-makin-terhubung-kai-perkuat-akses-ka-jarak-jauh-dan-krl/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 00:08:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[KAI Perkuat Akses KA Jarak Jauh]]></category>
		<category><![CDATA[PT Kereta Api Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=21810</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir dengan arah yang lebih&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir dengan arah yang lebih terhubung dengan kebutuhan pelanggan dan kehidupan kota. Setelah sebelumnya KAI menyampaikan pengembangan Gambir sebagai pusat hospitality dan leisure, penguatan berikutnya diarahkan pada integrasi yaitu bagaimana Gambir dapat menjadi stasiun yang mudah dicapai, nyaman digunakan, dan tersambung dengan berbagai moda transportasi di pusat Jakarta.</p>
<p>Gambir selama ini dikenal sebagai pintu perjalanan KA Jarak Jauh dari pusat Jakarta. Posisi Gambir juga sangat dekat dengan denyut aktivitas kota. Stasiun ini berada di sekitar Monas, kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta jaringan transportasi lanjutan. Karena itu, pengembangan Gambir dipandang penting agar pengalaman pelanggan semakin utuh, mulai dari datang ke stasiun, menunggu perjalanan, berpindah moda, hingga melanjutkan aktivitas di pusat kota.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, stasiun di pusat kota memiliki peran yang semakin luas. Stasiun kini menjadi ruang pertemuan antara perjalanan, layanan publik, kegiatan ekonomi, kuliner, ritel, budaya, dan ruang kota. Arah pengembangan Gambir ditempatkan dalam semangat tersebut, dengan tetap menjaga fungsi utama sebagai stasiun KA Jarak Jauh.</p>
<p>“Gambir kami siapkan sebagai ruang perjalanan yang lebih lengkap. Pelanggan datang untuk naik kereta api, dan di saat yang sama mereka membutuhkan akses yang mudah, alur yang jelas, tempat menunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, layanan perjalanan, serta koneksi ke kawasan sekitar. Pengembangan Gambir diarahkan agar semua kebutuhan itu tertata dalam satu pengalaman yang lebih baik,” ujar Anne.</p>
<p>Saat ini Stasiun Gambir melayani 34 KA reguler per hari atau sekitar 78 pemberhentian untuk naik dan turun pelanggan KA Jarak Jauh. Di sisi lain, jalur layang Gambir juga dilintasi 326 perjalanan KRL Bogor Line setiap hari pada lintas Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo (pp).</p>
<p>Anne menjelaskan, pada tahap saat ini Commuter Line yang melintas di Gambir belum melayani naik dan turun pelanggan di stasiun tersebut. Karena itu, pembahasan mengenai integrasi KRL di Gambir ditempatkan sebagai proses bertahap yang membutuhkan kesiapan prasarana, pengaturan operasi, keselamatan, kapasitas lintas, dan koordinasi dengan regulator.</p>
<p>“Hari ini Gambir melayani KA Jarak Jauh dan dilintasi Commuter Line. Ruang yang sedang disiapkan adalah bagaimana integrasi itu dapat berjalan lebih baik ketika seluruh aspek teknis sudah siap. Prinsipnya, pelanggan mendapat akses yang lebih mudah, sementara keselamatan dan keandalan operasi tetap menjadi prioritas,” kata Anne.</p>
<p>Kebutuhan integrasi tersebut semakin relevan jika melihat pergerakan pelanggan Commuter Line di Jabodetabek. Volume KRL Jabodetabek naik dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025. Dalam tiga tahun, kenaikannya mencapai 126.656.933 perjalanan atau 58,11%.</p>
<p>Bogor Line menjadi lintas dengan jumlah pelanggan terbesar. Pada 2022, Bogor Line melayani 102.054.022 pelanggan. Jumlah tersebut naik menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025. Pada Januari–Juni 2026, Bogor Line telah melayani 78.077.679 pelanggan.</p>
<p>Menurut Anne, angka tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan dari Bogor, Depok, Cibinong, Nambo, dan kawasan sekitarnya menuju Jakarta telah menjadi bagian penting dari mobilitas harian masyarakat. Jika pada tahap berikutnya Gambir dapat melayani naik dan turun pelanggan Commuter Line sesuai kesiapan teknis, masyarakat memiliki akses yang lebih dekat menuju Monas, kantor pemerintahan, hotel, ruang publik, pusat kegiatan, serta perjalanan KA Jarak Jauh.</p>
<p>“Bagi pelanggan dari Bogor Line, Gambir akan memberi akses yang lebih dekat ke pusat Jakarta. Bagi pelanggan KA Jarak Jauh, integrasi itu membuka pilihan lanjutan yang lebih luas setelah tiba di Gambir. Dari sini, perjalanan menjadi lebih ringkas, lebih mudah dipahami, dan lebih dekat dengan tujuan pelanggan,” ujar Anne.</p>
<p>Pengembangan Gambir juga berjalan berdampingan dengan penguatan Stasiun Manggarai. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam satu ekosistem perkeretaapian Jabodetabek. Manggarai tetap menjadi central station dan pusat perpindahan antarlintas, sedangkan Gambir diperkuat sebagai gerbang KA Jarak Jauh di pusat kota, akses menuju kawasan Monas, ruang layanan pelanggan, serta potensi titik integrasi Commuter Line.</p>
<p>“Manggarai dan Gambir punya peran yang saling melengkapi. Manggarai mengelola perpindahan antarlintas dalam skala besar. Gambir memperkuat akses ke pusat kota, perjalanan KA Jarak Jauh, kawasan Monas, dan pengalaman pelanggan. Pembagian peran ini membuat sistem transportasi publik Jabodetabek lebih tertata,” kata Anne.</p>
<p>Dalam Kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir, pengembangan Gambir ditempatkan sebagai Modern Station &amp; Lifestyle Hub dengan tiga pilar, yaitu mobility, culture, dan lifestyle. Konsep ini menempatkan mobilitas sebagai dasar pengembangan, lalu diperkuat dengan ruang budaya, layanan pelanggan, komersial, dan ruang publik yang menyatu dengan kawasan Medan Merdeka.</p>
<p>Arah tersebut membuat Gambir dipandang sebagai ruang kota yang menghubungkan banyak aktivitas. Di dalamnya, pelanggan dapat berpindah moda, menikmati kuliner, memenuhi kebutuhan perjalanan, mengakses layanan, menunggu dengan nyaman, serta terhubung dengan kawasan Monas dan pusat aktivitas Jakarta.</p>
<p>Kajian tersebut juga memuat rencana koneksi dengan Transjakarta, MRT, kawasan pedestrian, ruang publik Monas, ritel, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang pertemuan, serta ruang publik. Dalam konsep desainnya, terdapat pula peron Commuter Line, concourse KRL, intermoda hub di lower ground, serta penataan alur kedatangan dan keberangkatan KA Jarak Jauh.</p>
<p>Anne mengatakan, pengembangan Gambir diarahkan untuk menata cara pelanggan menggunakan stasiun. Sirkulasi pejalan kaki dirancang lebih terbuka, ruang keberangkatan dan kedatangan dibuat lebih mudah dipahami, kendaraan diarahkan ke area lower ground, dan lantai dasar disiapkan menjadi ruang yang lebih ramah bagi pejalan kaki.</p>
<p>“Integrasi terasa ketika pelanggan tidak bingung harus berjalan ke mana, mudah menemukan moda lanjutan, nyaman saat menunggu, dan tetap dekat dengan layanan yang dibutuhkan. Karena itu, Gambir disiapkan sebagai stasiun yang lebih rapi, lebih manusiawi, dan lebih sesuai dengan ritme pusat kota,” ujar Anne.</p>
<p>Saat ini ekosistem layanan di Gambir sudah terbentuk. Berdasarkan data tenant Stasiun Gambir 2026, terdapat 132 area atau titik komersial yang telah tersewa, terdiri dari 67 space dan 65 open space. Tenant yang hadir mencakup kuliner, kedai kopi, minimarket, ritel, toko oleh-oleh, toko buku, lounge, loker, hotel transit, pod, ATM, vending machine, parkir, media luar ruang, serta layanan pendukung perjalanan.</p>
<p>Keberadaan tenant tersebut memperlihatkan bahwa Gambir telah menjadi ruang aktivitas pelanggan sebelum dan sesudah perjalanan. Ketika akses antarmoda, jalur pejalan kaki, ruang tunggu, dan fungsi komersial ditata lebih baik, manfaatnya dapat dirasakan pelanggan, pelaku usaha, pekerja, pemasok, pengelola layanan kebersihan, keamanan, parkir, logistik tenant, serta usaha pendukung di sekitar kawasan.</p>
<p>Berdasarkan kajian pengembangan, fasilitas ritel baru memiliki luas area komersial yang dapat disewakan sekitar 15.479 m², sedangkan hotel dan ruang pertemuan sekitar 3.756 m². Apabila pengembangan berjalan sesuai kajian, area ritel baru berpotensi menampung sekitar 220–310 unit usaha kecil dan menengah, dengan gambaran ukuran 50–70 m² per tenant.</p>
<p>Jika setiap unit menyerap 2–3 pekerja, potensi tenaga kerja langsung dari tenant dapat mencapai sekitar 440–930 orang. Di luar tenant, kawasan hospitality dan leisure juga membutuhkan tenaga pendukung seperti kebersihan, keamanan, teknisi gedung, pengelola parkir, customer service, pengelola taman, pengelola rooftop, loading, logistik, dan pengelolaan sampah. Dengan demikian, pada fase operasional penuh, pengembangan Gambir berpotensi membuka sekitar 500–1.000 peluang kerja langsung dan pendukung, mengikuti desain akhir, komposisi tenant, tahapan pembangunan, dan pola operasional kawasan.</p>
<p>Anne mengatakan, Gambir disiapkan sebagai stasiun yang mampu menjawab perubahan pola perjalanan masyarakat. Di satu sisi, Gambir tetap menjadi pintu penting KA Jarak Jauh. Di sisi lain, posisinya yang dilintasi Commuter Line dan berada dekat pusat aktivitas Jakarta membuat integrasi menjadi kebutuhan yang perlu disiapkan sejak sekarang.</p>
<p>“KAI ingin Gambir menjadi stasiun yang semakin mudah diakses, nyaman digunakan, dan dekat dengan kebutuhan pelanggan. Dengan pengembangan yang bertahap, Gambir disiapkan untuk menghubungkan perjalanan antarkota, mobilitas harian, transportasi lanjutan, kuliner, ritel, budaya, dan aktivitas kawasan pusat Jakarta dalam satu ruang yang lebih tertata,” tutup Anne.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/gambir-makin-terhubung-kai-perkuat-akses-ka-jarak-jauh-dan-krl/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stasiun Gambir Layani 2,60 Juta Pelanggan Jan–Mei 2026</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/stasiun-gambir-layani-260-juta-pelanggan-jan-mei-2026/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/stasiun-gambir-layani-260-juta-pelanggan-jan-mei-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 16:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Anne Purba]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kereta Api Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=20559</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Stasiun Gambir menjadi salah satu wajah penting perjalanan kereta api Indonesia. Berdiri di&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Stasiun Gambir menjadi salah satu wajah penting perjalanan kereta api Indonesia. Berdiri di jantung Ibu Kota, tepat di kawasan strategis Jakarta Pusat dan berdekatan dengan Monumen Nasional, stasiun ini menyimpan perjalanan panjang dari masa kolonial hingga era layanan digital Kereta Api Indonesia.</p>
<p>Perkembangan Gambir dapat dibaca sebagai cerita besar perubahan kota. Dari sebuah halte kecil, stasiun ini kemudian tumbuh menjadi simpul mobilitas antarkota yang melayani perjalanan pelanggan menuju berbagai kota utama di Pulau Jawa. Di titik inilah sejarah, arsitektur, teknologi, pelayanan, dan mobilitas masyarakat bertemu dalam satu ruang perjalanan.</p>
<p>Berdasarkan data, total pelanggan naik dan turun di Stasiun Gambir pada Januari–Mei 2026 mencapai 2.603.087 pelanggan. Jumlah tersebut tumbuh 11,95 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 2.325.271 pelanggan.</p>
<p>Rinciannya, pelanggan yang berangkat dari Stasiun Gambir pada Januari–Mei 2026 mencapai 1.342.160 pelanggan, naik 11,86 persen dibanding Januari–Mei 2025 sebanyak 1.199.828 pelanggan. Sementara pelanggan yang tiba di Stasiun Gambir mencapai 1.260.927 pelanggan, naik 12,04 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya sebanyak 1.125.443 pelanggan.</p>
<p>Sepanjang 2025, total pelanggan naik dan turun di Stasiun Gambir tercatat sebanyak 5.990.911 pelanggan. Angka tersebut memperlihatkan peran Gambir sebagai gerbang perjalanan masyarakat dari dan menuju pusat Jakarta, mulai dari perjalanan dinas, bisnis, pemerintahan, pendidikan, wisata, hingga kunjungan keluarga.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Gambir memiliki nilai yang istimewa karena tumbuh bersama perubahan Jakarta dan perkembangan layanan kereta api nasional.</p>
<p>“Stasiun Gambir adalah ruang perjalanan yang menyimpan banyak lapisan sejarah. Dari halte kecil di kawasan Koningsplein, berkembang menjadi stasiun besar, lalu bertransformasi menjadi stasiun layang modern yang sampai hari ini menjadi salah satu gerbang utama perjalanan kereta api jarak jauh,” ujar Anne.</p>
<p>Jejak Gambir bermula pada 1871 sebagai Halte Koningsplein. Pada masa itu, perhentian kereta api di kawasan Weltevreden masih sederhana dan menjadi bagian dari perkembangan awal jaringan kereta api Batavia. Seiring tumbuhnya aktivitas kota, halte tersebut kemudian berkembang menjadi Stasiun Weltevreden yang lebih menetap pada 1884.</p>
<p>Memasuki 1930-an, wajah stasiun kembali berubah. Stasiun Weltevreden diperbarui dan dikenal sebagai Batavia Koningsplein dengan gaya arsitektur Art Deco. Pada masa itu, kawasan sekitar Gambir juga lekat dengan aktivitas publik, pemerintahan, ruang kota, dan perayaan masyarakat yang kemudian menjadi bagian dari memori kolektif warga Jakarta.</p>
<p>Setelah Indonesia merdeka, nama Gambir semakin dikenal sebagai identitas stasiun di pusat Ibu Kota. Stasiun ini terus melayani perjalanan masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan Jakarta yang terus berkembang. Gambir menjadi titik berangkat, titik pulang, sekaligus titik temu bagi banyak cerita perjalanan.</p>
<p>Babak besar berikutnya terjadi pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an melalui pembangunan jalur layang Manggarai–Jakarta Kota. Pada 5 Juni 1992, bangunan Stasiun Gambir baru diresmikan sebagai stasiun layang dengan desain atap bergaya joglo dan warna hijau yang khas. Perubahan ini membawa Gambir masuk ke era layanan modern, dengan jalur kereta api yang berada di atas permukaan jalan sehingga perjalanan kereta api dan lalu lintas kota menjadi lebih tertata.</p>
<p>“Transformasi Gambir menunjukkan bahwa stasiun selain tempat naik dan turun pelanggan, juga menjadi bagian dari cara kota menata mobilitas. Ketika layanan semakin mudah, perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien, aktivitas ekonomi ikut terdorong, dan pusat kota semakin terhubung dengan berbagai daerah,” kata Anne.</p>
<p>Dalam perkembangannya, Stasiun Gambir juga mengalami perubahan pola layanan. Setelah masa pelayanan kereta perkotaan, Gambir kini difokuskan sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan kereta api jarak jauh. Posisi tersebut membuat Gambir menjadi etalase layanan antarkota KAI, terutama bagi pelanggan yang melakukan perjalanan dari pusat Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.</p>
<p>Dari sisi fasilitas, wajah Gambir juga terus mengikuti kebutuhan pelanggan. Pada masa awal, stasiun berfungsi sebagai perhentian sederhana. Dalam perkembangannya, Gambir memiliki ruang tunggu, peron, area komersial, pusat informasi, layanan pelanggan, toilet, musala, area parkir, area drop off, akses transportasi lanjutan, serta fasilitas pendukung perjalanan yang semakin lengkap.</p>
<p>Di era digital, pelanggan dapat memesan tiket melalui Access by KAI dan kanal resmi KAI, melakukan check-in mandiri, mengakses informasi jadwal perjalanan, serta memperoleh informasi layanan secara lebih praktis. Alur perjalanan pelanggan dibuat semakin ringkas sejak tahap perencanaan, kedatangan di stasiun, proses boarding, hingga masuk ke peron.</p>
<p>Stasiun Gambir juga memiliki fasilitas pendukung seperti Shower &amp; Locker, Rail Transit Suite, layanan ruang tunggu premium, tenant makanan dan minuman, serta area komersial. Fasilitas tersebut membantu pelanggan yang datang lebih awal, transit, menunggu jadwal keberangkatan, membersihkan diri setelah aktivitas, menyimpan barang, atau beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Anne menjelaskan, penguatan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan stasiun yang semakin ramah bagi pelanggan. Menurutnya, setiap detail layanan di stasiun berpengaruh terhadap rasa nyaman pelanggan sebelum menaiki kereta api.</p>
<p>“Bagi sebagian orang, Gambir adalah awal perjalanan kerja. Bagi yang lain, Gambir adalah jalan pulang ke keluarga. Ada juga yang datang untuk berwisata, menghadiri agenda penting, atau menjemput orang terdekat. Karena itu, KAI terus menjaga agar pengalaman pelanggan di Stasiun Gambir terasa aman, tertib, bersih, mudah dipahami, dan nyaman,” ujar Anne.</p>
<p>KAI mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan data diri sesuai dengan tiket, memeriksa jadwal keberangkatan, datang lebih awal ke stasiun, serta mengikuti arahan petugas. Pelanggan juga dapat memanfaatkan Access by KAI untuk memesan tiket, mengelola perjalanan, mengecek informasi layanan, dan menyiapkan kebutuhan perjalanan secara praktis.</p>
<p>“Gambir telah melewati banyak zaman, tetapi perannya tetap sama yaitu menghubungkan pelanggan dengan tujuan, keluarga, pekerjaan, dan harapan. KAI akan terus merawat nilai sejarahnya, memperkuat layanannya, dan menjaga Gambir sebagai gerbang perjalanan yang membanggakan bagi Indonesia,” tutup Anne. (ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/stasiun-gambir-layani-260-juta-pelanggan-jan-mei-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KAI Group Perkuat Transformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Stasiun Gambir</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/kai-group-perkuat-transformasi-pengelolaan-sampah-terintegrasi-di-stasiun-gambir/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/kai-group-perkuat-transformasi-pengelolaan-sampah-terintegrasi-di-stasiun-gambir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 01:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[KAI Group]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah Terintegrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=17676</guid>

					<description><![CDATA[Pilot project pengelolaan sampah berbasis circular economy mulai dijalankan untuk mendukung transportasi publik yang lebih&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><em><strong>Pilot project pengelolaan sampah berbasis circular economy mulai dijalankan untuk mendukung transportasi publik yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan</strong></em></p>
<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> – KAI Group memperkuat komitmen keberlanjutan melalui peluncuran program Waste Management Terintegrasi yang dimulai di Hall Stasiun Gambir, Jakarta pada Kamis, (21/5). Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terukur, dan terintegrasi di lingkungan operasional perkeretaapian.</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Faisal Malik, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, mitra pengelola lingkungan, serta manajemen KAI Services dan stakeholder terkait lainnya.</p>
<p>Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa mengatakan tingginya mobilitas pelanggan kereta api berbanding lurus dengan meningkatnya tantangan pengelolaan sampah di kawasan stasiun dan operasional perkeretaapian.</p>
<p>“Mobilitas pelanggan kereta api terus meningkat setiap harinya. Di balik pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dikelola bersama, termasuk pengelolaan sampah di area pelayanan publik. Karena itu, KAI Group memandang pengelolaan sampah harus dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali agar memberikan dampak lingkungan yang lebih baik,” ujar I Gede.</p>
<p>Ia menambahkan, penguatan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi transportasi publik yang semakin ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p>
<p>Sebagai tahap awal implementasi, Stasiun Gambir dipilih menjadi lokasi pilot project karena merupakan salah satu simpul transportasi utama dengan volume mobilitas pelanggan yang tinggi. Setiap harinya, kawasan stasiun menghasilkan timbulan sampah dari aktivitas penumpang, tenant, operasional perjalanan kereta api, hingga area pelayanan publik lainnya.</p>
<p>Secara keseluruhan, total timbulan sampah di lingkungan KAI Group saat ini mencapai sekitar 1.854 ton per tahun atau lebih dari 4,3 ton per hari. Kondisi tersebut mendorong perlunya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terukur, dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).</p>
<p>Melalui program ini, KAI Group bersama KAI Services akan mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis circular economy melalui pembangunan fasilitas TPS3R modern, penguatan waste sorting, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga pengembangan potensi konversi sampah menjadi energi ramah lingkungan.</p>
<p>Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto mengatakan transformasi pengelolaan sampah menjadi bagian dari penguatan layanan transportasi publik yang semakin memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.</p>
<p>“Program Waste Management Terintegrasi ini kami siapkan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Kami ingin menciptakan lingkungan stasiun yang lebih bersih dan nyaman sekaligus mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan di kawasan transportasi publik,” ujar Krisna.</p>
<p>Program tersebut juga akan didukung melalui pemanfaatan teknologi digital untuk monitoring tonase sampah, proses pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan secara lebih akurat dan transparan. Implementasi program dilakukan melalui kolaborasi antara KAI Group, KAI Services, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup, mitra pengelola lingkungan seperti Enviro, Kepul.id, PT Anak Bangsa Juara, serta partisipasi masyarakat dan pelanggan kereta api.</p>
<p>KAI Group menargetkan roadmap pengembangan program berlangsung bertahap sepanjang 2026–2029 melalui penerapan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di stasiun-stasiun besar dan wilayah operasional strategis lainnya.</p>
<p>Melalui transformasi ini, KAI Group berharap pengelolaan sampah di kawasan transportasi publik dapat memberikan dampak lingkungan yang lebih positif, mendukung pengurangan emisi karbon, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat ekosistem transportasi publik Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/kai-group-perkuat-transformasi-pengelolaan-sampah-terintegrasi-di-stasiun-gambir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stasiun Gambir Disiapkan Jadi Simpul Mobilitas Modern di Pusat Jakarta</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/stasiun-gambir-disiapkan-jadi-simpul-mobilitas-modern-di-pusat-jakarta/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/stasiun-gambir-disiapkan-jadi-simpul-mobilitas-modern-di-pusat-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 19:30:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Simpul Mobilitas Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=11555</guid>

					<description><![CDATA[Hari Ini, Stasiun Gambir Akan Melayani Lebih dari 17 Ribu Pelanggan Berangkat dan 8 Ribu&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><strong><em>Hari Ini, Stasiun Gambir Akan Melayani Lebih dari 17 Ribu Pelanggan Berangkat dan 8 Ribu Pelanggan Turun</em></strong></p>
<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> &#8211; Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik. Perhatian tersebut tercermin dari dorongan agar pengembangan dan penataan Stasiun Gambir terus dilanjutkan agar semakin selaras dengan dinamika mobilitas perkotaan Jakarta.</p>
<p>Menurut Teddy, penguatan perkeretaapian nasional menjadi bagian penting dari agenda peningkatan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Dalam konteks itu, Stasiun Gambir dipandang memiliki posisi strategis karena berada di pusat kota dan melayani mobilitas masyarakat dalam skala besar.</p>
<p>“Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy.</p>
<p>Ia menilai momentum perhatian pemerintah terhadap sektor perkeretaapian perlu dimanfaatkan untuk mendorong Stasiun Gambir menjadi stasiun yang lebih representatif, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini. Dengan posisi dan perannya yang strategis, pengembangan Gambir menjadi penting agar layanan yang hadir semakin sejalan dengan karakter kawasan pusat Jakarta.</p>
<p>“Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” lanjutnya kepada Direktur Utama KAI.</p>
<p>Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.</p>
<p>“Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” ujar Bobby.</p>
<p>Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara lebih mulus. Penataan kawasan juga diarahkan agar terintegrasi dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional.</p>
<p>Penataan ruang luar gedung kawasan turut dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop. Langkah ini diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota yang dinamis.</p>
<p>Urgensi pengembangan tersebut semakin terlihat pada masa Angkutan Lebaran 2026. Selama periode 11 Maret sampai 1 April 2026, Stasiun Gambir tercatat menjadi salah satu stasiun favorit masyarakat, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Hingga saat ini, jumlah pelanggan yang telah dan akan berangkat dari Stasiun Gambir mencapai 214.060 pelanggan, menempatkannya dalam dua besar stasiun keberangkatan tertinggi. Sementara itu, volume pelanggan turun mencapai 186.858 pelanggan dan juga menempatkan Gambir dalam jajaran dua besar stasiun kedatangan favorit nasional. Angka tersebut masih terus bergerak seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tingginya mobilitas di Stasiun Gambir menunjukkan peran penting stasiun ini dalam mendukung perjalanan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Menurut Anne, Gambir saat ini menjadi salah satu titik utama keberangkatan dan kedatangan pelanggan kereta api jarak jauh di pusat Jakarta, sekaligus mempertegas urgensi pengembangan kawasan stasiun agar semakin mampu menjawab kebutuhan mobilitas yang terus meningkat.</p>
<p>Khusus untuk pergerakan pada 18 Maret 2026, volume pelanggan Kereta Api Jarak Jauh di wilayah Daop 1 Jakarta menunjukkan aktivitas yang tinggi. Berdasarkan data sementara, Stasiun Gambir akan melayani 17.687 pelanggan berangkat dan 8.046 pelanggan turun dalam satu hari. Angka tersebut menempatkan Stasiun Gambir sebagai stasiun keberangkatan tertinggi kedua di wilayah Daop 1 Jakarta setelah Stasiun Pasarsenen. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.</p>
<p>“Stasiun Gambir menjadi salah satu titik yang sangat penting dalam layanan Angkutan Lebaran tahun ini. Dalam satu hari, Gambir akan melayani lebih dari 17 ribu pelanggan berangkat dan 8 ribu pelanggan turun. Angka ini menempatkan Gambir sebagai stasiun keberangkatan tertinggi kedua di Daop 1 Jakarta setelah Pasarsenen. Tingginya pergerakan tersebut menunjukkan bahwa Gambir memegang peran strategis sebagai simpul mobilitas masyarakat dari pusat Jakarta menuju berbagai kota tujuan,” ujar Anne.</p>
<p>Anne menambahkan, besarnya mobilitas di Gambir juga memperlihatkan bahwa pengembangan stasiun ini menjadi semakin relevan. Dengan lokasi yang sangat strategis di pusat Jakarta, Gambir perlu terus diperkuat dari sisi layanan, kenyamanan, dan penataan kawasan agar mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.</p>
<p>“Besarnya mobilitas di Stasiun Gambir menunjukkan bahwa pengembangan kawasan ini menjadi semakin penting. Dengan letaknya yang strategis di pusat Jakarta, Gambir perlu terus diperkuat agar mampu menghadirkan layanan yang semakin baik, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” lanjut Anne.</p>
<p>Secara nasional, hingga 18 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, tiket Angkutan Lebaran 2026 yang telah terjual mencapai 3.483.469 tiket atau 77,4 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Dengan capaian tersebut, masih tersedia sekitar 1.015.227 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.</p>
<p>“Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus menguat sejak pertengahan Maret. Hal ini terlihat dari penjualan tiket yang meningkat secara bertahap, khususnya pada layanan kereta api jarak jauh yang menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan antarkota,” ujar Anne.</p>
<p>Pada layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket telah mencapai 3.141.282 tiket atau 87,9 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Artinya, masih tersedia sekitar 430.478 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik.</p>
<p>Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket tercatat 342.187 tiket atau 36,9 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 584.749 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket KA Lokal umumnya akan terus bergerak mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.</p>
<p>Selama tujuh hari pertama masa Angkutan Lebaran, yakni pada 11 hingga 17 Maret 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh telah melayani 1.125.378 pelanggan di berbagai relasi di Pulau Jawa dan Sumatra. Data ini menunjukkan bahwa pergerakan mudik sudah terbentuk lebih awal dan meningkat bertahap dari hari ke hari, sehingga distribusi pelanggan menjadi lebih merata.</p>
<p>Pada 18 Maret 2026, volume keberangkatan pelanggan Kereta Api Jarak Jauh di wilayah Daop 1 Jakarta tercatat berasal dari Stasiun Pasarsenen sebanyak 22.519 pelanggan, Stasiun Gambir 17.687 pelanggan, Stasiun Bekasi 6.245 pelanggan, Stasiun Cikarang 2.120 pelanggan, Stasiun Jatinegara 1.466 pelanggan, Stasiun Cikampek 1.446 pelanggan, dan Stasiun Karawang 795 pelanggan.</p>
<p>Sementara itu, untuk kedatangan pada hari yang sama, Stasiun Pasarsenen mencatat 10.265 pelanggan, Stasiun Gambir 8.046 pelanggan, Stasiun Bekasi 4.406 pelanggan, Stasiun Jatinegara 3.928 pelanggan, Stasiun Cikarang 904 pelanggan, Stasiun Cikampek 812 pelanggan, dan Stasiun Karawang 795 pelanggan.</p>
<p>Dari Stasiun Gambir, relasi yang sementara tercatat menjadi favorit pelanggan antara lain Gambir–Yogyakarta, Gambir–Semarang Tawang, Gambir–Cirebon, dan Gambir–Bandung. Tingginya minat pada relasi-relasi tersebut semakin menegaskan posisi Gambir sebagai salah satu simpul mobilitas penting selama masa Lebaran.</p>
<p>KAI mengajak masyarakat yang belum memperoleh tiket agar mempertimbangkan pilihan relasi alternatif, jadwal keberangkatan yang berbeda, maupun skema perjalanan lanjutan melalui layanan connecting train. Dengan perencanaan perjalanan yang lebih fleksibel, peluang memperoleh tiket akan semakin terbuka.</p>
<p>“Dengan ketersediaan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan Lebaran dengan baik agar mudik berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutup Anne. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/stasiun-gambir-disiapkan-jadi-simpul-mobilitas-modern-di-pusat-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebut Presiden Punya Perhatian Besar di Perkeretaapian, Seskab Usul KAI Perbarui Gambir</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/sebut-presiden-punya-perhatian-besar-di-perkeretaapian-seskab-usul-kai-perbarui-gambir-2/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/sebut-presiden-punya-perhatian-besar-di-perkeretaapian-seskab-usul-kai-perbarui-gambir-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 12:30:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=2826</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Pemerintah menegaskan perhatian besar Presiden terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> &#8211; Pemerintah menegaskan perhatian besar Presiden terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik, termasuk pengembangan stasiun sebagai simpul utama mobilitas di kawasan pusat kota. Perhatian tersebut tercermin dari pernyataan Sekretaris Kabinet kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melanjutkan pengembangan dan penataan Stasiun Gambir agar semakin selaras dengan dinamika mobilitas perkotaan Jakarta.</p>
<p>Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa penguatan perkeretaapian nasional menjadi salah satu fokus Presiden dalam memastikan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang melibatkan puluhan juta pergerakan nasional.</p>
<p>“Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy.</p>
<p>Menurutnya, momentum kebijakan dan perhatian Presiden terhadap perkeretaapian nasional saat ini menjadi kesempatan strategis untuk membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju, tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang representatif.</p>
<p>“Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” lanjutnya kepada Dirut KAI.</p>
<p>Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.</p>
<p>“Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” ujar Bobby.</p>
<p>Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara seamless. Penataan kawasan juga mencakup integrasi stasiun dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional.</p>
<p>Penataan tata ruang luar gedung kawasan dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop guna menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota.</p>
<p>Dalam masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume layanan yang tinggi. Hingga Selasa, 23 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, Stasiun Gambir tercatat akan melayani 156.002 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan untuk kedatangan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.</p>
<p>Data tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional sekaligus memperkuat urgensi pengembangan lanjutan kawasan stasiun sesuai dengan arahan pemerintah.</p>
<p>“KAI akan melaksanakan arahan pemerintah tersebut secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta,” tutup Bobby. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/sebut-presiden-punya-perhatian-besar-di-perkeretaapian-seskab-usul-kai-perbarui-gambir-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebut Presiden Punya Perhatian Besar di Perkeretaapian, Seskab Usul KAI Perbarui Gambir</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/sebut-presiden-punya-perhatian-besar-di-perkeretaapian-seskab-usul-kai-perbarui-gambir/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/sebut-presiden-punya-perhatian-besar-di-perkeretaapian-seskab-usul-kai-perbarui-gambir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 04:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Gambir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=2754</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Pemerintah menegaskan perhatian besar Presiden terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> &#8211; Pemerintah menegaskan perhatian besar Presiden terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik, termasuk pengembangan stasiun sebagai simpul utama mobilitas di kawasan pusat kota. Perhatian tersebut tercermin dari pernyataan Sekretaris Kabinet kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melanjutkan pengembangan dan penataan Stasiun Gambir agar semakin selaras dengan dinamika mobilitas perkotaan Jakarta.</p>
<p>Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa penguatan perkeretaapian nasional menjadi salah satu fokus Presiden dalam memastikan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang melibatkan puluhan juta pergerakan nasional.</p>
<p>“Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy.</p>
<p>Menurutnya, momentum kebijakan dan perhatian Presiden terhadap perkeretaapian nasional saat ini menjadi kesempatan strategis untuk membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju, tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang representatif.</p>
<p>“Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” lanjutnya kepada Dirut KAI.</p>
<p>Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.</p>
<p>“Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” ujar Bobby.</p>
<p>Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara seamless. Penataan kawasan juga mencakup integrasi stasiun dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional.</p>
<p>Penataan tata ruang luar gedung kawasan dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop guna menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota.</p>
<p>Dalam masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume layanan yang tinggi. Hingga Selasa, 23 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, Stasiun Gambir tercatat akan melayani 156.002 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan untuk kedatangan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.</p>
<p>Data tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional sekaligus memperkuat urgensi pengembangan lanjutan kawasan stasiun sesuai dengan arahan pemerintah.</p>
<p>“KAI akan melaksanakan arahan pemerintah tersebut secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta,” tutup Bobby. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/sebut-presiden-punya-perhatian-besar-di-perkeretaapian-seskab-usul-kai-perbarui-gambir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
