<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mayoritas Industri Masih Ekspansi &#8211; Face Indonesia</title>
	<atom:link href="https://faceindonesia.co.id/tag/mayoritas-industri-masih-ekspansi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<description>Wajah Baru Informasi Digital</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jul 2026 01:50:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://faceindonesia.co.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Fa_Logo-FACE-Datar-scaled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Mayoritas Industri Masih Ekspansi &#8211; Face Indonesia</title>
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenperin: Mayoritas Industri Masih Ekspansi pada Juni 2026</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/kemenperin-mayoritas-industri-masih-ekspansi-pada-juni-2026/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/kemenperin-mayoritas-industri-masih-ekspansi-pada-juni-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 14:12:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Febri Hendri Antoni Arif]]></category>
		<category><![CDATA[Juru Bicara Kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[Mayoritas Industri Masih Ekspansi]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Manufaktur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=21117</guid>

					<description><![CDATA[FACEIDONESIA.CO.ID &#8211; Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan sebagian besar subsektor industri pengolahan nasional masih berada di&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEIDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan sebagian besar subsektor industri pengolahan nasional masih berada di jalur ekspansi pada Juni 2026, meski sektor manufaktur menghadapi tantangan dari sisi produksi dan permintaan.</p>
<p>Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan dari 23 subsektor industri pengolahan yang dipantau, sebanyak 22 subsektor mencatat pertumbuhan dan hanya satu subsektor mengalami kontraksi.</p>
<p>“Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, terdapat 22 subsektor mengalami ekspansi dan hanya satu subsektor yang mengalami kontraksi,” ujar Febri dalam konferensi pers penyampaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juni 2026 di Jakarta, Selasa (30/6/2026).</p>
<p>Menurut dia, subsektor yang berada pada fase ekspansi tersebut berkontribusi sekitar 98,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2026. Kondisi ini menunjukkan sektor manufaktur utama masih menjaga pertumbuhan aktivitas usaha.</p>
<p>Dua subsektor dengan kinerja terbaik pada Juni 2026 yakni industri minuman (KBLI 11) dan industri pakaian jadi (KBLI 14) yang mencatat nilai IKI tertinggi.</p>
<p>Sementara itu, subsektor yang mengalami kontraksi adalah industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki (KBLI 15).</p>
<p>Secara keseluruhan, nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juni 2026 tercatat sebesar 52,90 atau masih berada di atas ambang ekspansi 50.</p>
<p>Namun angka tersebut turun 0,66 poin dibanding Mei 2026 yang mencapai 53,56.</p>
<p>Secara tahunan, IKI justru naik 1,06 poin dibanding Juni 2025 yang berada di level 51,84.</p>
<p>Febri menjelaskan perlambatan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kenaikan harga bahan baku impor akibat pelemahan rupiah, kenaikan harga energi global, gangguan pasokan listrik di kawasan industri, hingga naiknya harga gas hasil regasifikasi LNG.</p>
<p>Dari sisi permintaan, industri juga mulai menghadapi tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat seiring kenaikan harga sejumlah barang konsumsi dan BBM nonsubsidi.</p>
<p>Meski demikian, Kemenperin menilai sektor manufaktur tetap memiliki daya tahan yang baik karena ditopang permintaan domestik dan membaiknya pasar ekspor.</p>
<p>Hal itu tercermin dari IKI industri berorientasi ekspor yang meningkat menjadi 54,06. Sementara IKI industri berbasis pasar domestik berada di angka 51,16 dan masih berada di zona ekspansi.</p>
<p>Pemerintah optimistis berbagai program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, implementasi biodiesel B50, dan program Kampung Nelayan akan mendorong permintaan produk manufaktur pada semester II 2026.</p>
<p>Selain itu, sebanyak 76,8 persen pelaku industri menyatakan kondisi usaha pada Juni membaik atau stabil. Tingkat optimisme terhadap prospek usaha enam bulan ke depan juga masih tinggi, mencapai 68,6 persen meski sedikit melambat dibanding bulan sebelumnya.(HER)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/kemenperin-mayoritas-industri-masih-ekspansi-pada-juni-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
