<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekonomi &#8211; Face Indonesia</title>
	<atom:link href="https://faceindonesia.co.id/tag/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<description>Wajah Baru Informasi Digital</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2026 13:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://faceindonesia.co.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Fa_Logo-FACE-Datar-scaled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Ekonomi &#8211; Face Indonesia</title>
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Promo Tiket KA Ekonomi Diskon 17%, 9.614 Kursi Sudah Dipesan</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/promo-tiket-ka-ekonomi-diskon-17-9-614-kursi-sudah-dipesan/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/promo-tiket-ka-ekonomi-diskon-17-9-614-kursi-sudah-dipesan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 14:39:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Diskon]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Promo Tiket KA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=25236</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 9.614 tempat duduk KA Jarak Jauh kelas&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID-</strong> PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 9.614 tempat duduk KA Jarak Jauh kelas ekonomi komersial dengan diskon 17 persen telah dipesan hingga 15 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.</p>
<p>Promo tiket kereta api tersebut masih tersedia dari total 67.120 tempat duduk yang disiapkan untuk keberangkatan khusus pada 17 Agustus 2026.</p>
<p>Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan harga lebih terjangkau dan tetap nyaman.</p>
<p>“Perjalanan pada momentum Kemerdekaan memiliki banyak arti. Ada yang pulang bertemu keluarga, mengunjungi destinasi wisata, menjalankan aktivitas ekonomi, hingga menghadiri berbagai kegiatan di kota lain. Kami ingin promo ini memberi tambahan pilihan agar masyarakat dapat menyusun perjalanan sesuai kebutuhannya,” ujar Bobby.</p>
<p>Bobby menegaskan, diskon 17 persen berlaku khusus untuk KA Jarak Jauh kelas ekonomi komersial. Di luar program tersebut, masyarakat tetap dapat menggunakan layanan KA PSO dengan tarif terjangkau sesuai lintas dan jadwal yang tersedia.</p>
<p>Pemesanan tiket promo masih berlangsung hingga 17 Agustus 2026 selama alokasi tiket tersedia. Diskon berlaku untuk keberangkatan KA Jarak Jauh kelas ekonomi komersial pada 17 Agustus 2026 di Pulau Jawa dan Sumatra.</p>
<p>Tiket promo dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi penjualan KAI.</p>
<p>Sementara itu, mobilitas masyarakat pada periode 14-17 Agustus 2026 terpantau tinggi. Hingga 15 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola KAI mencapai 619.795 pelanggan dari kapasitas 658.688 tempat duduk. Tingkat okupansi keseluruhan mencapai 94,10 persen.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penjualan tiket tersebar sepanjang periode akhir pekan Kemerdekaan. Untuk keberangkatan 14 Agustus tercatat 190.361 pelanggan, 15 Agustus sebanyak 168.518 pelanggan, 16 Agustus sebanyak 125.095 pelanggan, dan 17 Agustus mencapai 135.821 pelanggan.</p>
<p>“Data ini menunjukkan mobilitas masyarakat berlangsung sepanjang periode 14 hingga 17 Agustus. Bagi pelanggan yang masih menyusun rencana perjalanan pada Hari Kemerdekaan, promo diskon 17 persen masih dapat dimanfaatkan selama alokasi tiket tersedia,” ujar Anne.</p>
<p>Lima relasi favorit selama periode libur panjang tersebut yakni Yogyakarta-Gambir dengan 9.882 pelanggan, Gambir-Yogyakarta 9.431 pelanggan, Lempuyangan-Pasar Senen 6.744 pelanggan, Gambir-Semarang Tawang 6.692 pelanggan, serta Semarang Tawang Bank Jateng-Gambir 6.649 pelanggan.</p>
<p>Sedangkan lima stasiun keberangkatan dengan volume pelanggan tertinggi adalah Pasar Senen sebanyak 45.463 pelanggan, Gambir 41.452 pelanggan, Yogyakarta 40.742 pelanggan, Semarang Tawang 26.020 pelanggan, dan Surabaya Gubeng 22.346 pelanggan.</p>
<p>Anne mengimbau masyarakat untuk mengecek ketersediaan tiket dan jadwal secara berkala melalui kanal resmi KAI. Promo diskon 17 persen untuk KA ekonomi komersial pada 17 Agustus masih dapat dimanfaatkan selama tiket tersedia.</p>
<p>KAI juga terus memantau perkembangan penjualan tiket serta menyesuaikan pelayanan di stasiun dan selama perjalanan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode HUT ke-81 Republik Indonesia.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/promo-tiket-ka-ekonomi-diskon-17-9-614-kursi-sudah-dipesan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata, Ekonomi dan Pelestarian Alam</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/desa-les-bali-sukses-padukan-wisata-ekonomi-dan-pelestarian-alam/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/desa-les-bali-sukses-padukan-wisata-ekonomi-dan-pelestarian-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 00:03:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Les Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Padukan Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=19676</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Desa Les di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, menjadi contoh pengembangan desa berbasis masyarakat&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Desa Les di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, menjadi contoh pengembangan desa berbasis masyarakat yang mampu menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan budaya lokal.</p>
<p>Melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA), desa pesisir ini berkembang menjadi destinasi wisata tanpa meninggalkan identitas dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.</p>
<p>Desa Les memiliki potensi alam yang beragam, mulai dari perbukitan, lahan pertanian, hingga kawasan pesisir yang menopang sektor perikanan dan produksi garam tradisional. Potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi berbagai aktivitas wisata berbasis komunitas.</p>
<p>Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2024, berbagai kegiatan pemberdayaan dijalankan melalui empat pilar, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan.</p>
<p>Program tersebut telah menjangkau lebih dari 800 warga. Dampaknya, pendapatan masyarakat meningkat hingga 25 persen, membuka lapangan kerja baru, serta memperluas pasar produk lokal.</p>
<p>Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan, pembangunan desa perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan identitas budaya agar manfaatnya berkelanjutan.</p>
<p>Di sektor kesehatan, masyarakat menjalankan program pendampingan ibu dan anak melalui Posyandu, edukasi kehamilan, serta pemberian makanan tambahan untuk penanganan stunting dan gizi buruk.</p>
<p>Sementara pada bidang pendidikan, penguatan kapasitas generasi muda dilakukan melalui pelatihan bahasa Inggris dan pembekalan kepariwisataan untuk mencetak pemandu wisata lokal.</p>
<p>Upaya pelestarian lingkungan juga diperkuat lewat konservasi dan transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis warga, serta produksi kompos melalui program Les Grow.</p>
<p>Di sektor ekonomi, masyarakat tetap mempertahankan tradisi produksi garam secara alami. Setiap panen, warga mampu menghasilkan dua hingga tiga ton garam.</p>
<p>Pengembangan usaha diperkuat melalui kerja sama dengan BUMDes Giri Segara dan dukungan Pemerintah Provinsi Bali sehingga pasar produk lokal semakin luas. Saat ini permintaan garam Desa Les mencapai sekitar satu ton per bulan dengan nilai ekonomi sekitar Rp25 juta.<br />
Atas berbagai upaya tersebut, Desa Les meraih penghargaan Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.</p>
<p>Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pengembangan desa berbasis potensi lokal dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan masyarakat.(HER)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/desa-les-bali-sukses-padukan-wisata-ekonomi-dan-pelestarian-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Dongkrak Mobilitas dan Ekonomi</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/pembebasan-ppn-tiket-pesawat-domestik-dinilai-dongkrak-mobilitas-dan-ekonomi/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/pembebasan-ppn-tiket-pesawat-domestik-dinilai-dongkrak-mobilitas-dan-ekonomi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 03:11:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dongkrak Mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pembebasan PPN]]></category>
		<category><![CDATA[Tiket Pesawat Domestik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=19581</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Rencana pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tiket pesawat domestik dinilai berpotensi meningkatkan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Rencana pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tiket pesawat domestik dinilai berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Pengamat aviasi Alvin Lie menilai kebijakan tersebut dapat membuat harga tiket lebih terjangkau sehingga mendorong kenaikan jumlah perjalanan udara dalam negeri. Dampaknya juga diyakini akan dirasakan sektor-sektor ekonomi yang bergantung pada transportasi udara.</p>
<p>Menurut Alvin, penerapan PPN pada tiket pesawat domestik selama ini perlu dievaluasi karena berbeda dengan penerbangan internasional yang tidak dikenakan PPN.</p>
<p>Ia juga menyoroti bahwa moda transportasi publik lainnya, termasuk kereta dan bus, tidak dikenai PPN untuk layanan angkutan penumpang.</p>
<p>“Transportasi publik lainnya tidak dipungut PPN. Karena itu perlu ada evaluasi agar tercipta perlakuan yang lebih seimbang,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).</p>
<p>Alvin menilai peninjauan kebijakan perpajakan di sektor penerbangan dapat menciptakan persaingan yang lebih setara sekaligus meningkatkan efisiensi industri transportasi nasional.</p>
<p>Menurutnya, pembebasan PPN berpotensi meningkatkan jumlah penumpang dan tingkat keterisian penerbangan, yang pada akhirnya mendukung kinerja maskapai serta membuka peluang pengembangan rute baru.</p>
<p>Selain itu, konektivitas udara yang lebih baik diyakini akan memberi efek positif terhadap sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, logistik, hingga pelaku UMKM di berbagai daerah.</p>
<p>Ia menegaskan, kebijakan fiskal dapat menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing industri transportasi nasional agar lebih efisien, terjangkau, dan berkembang.</p>
<p>Rencana pembebasan PPN tiket pesawat domestik diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antardaerah dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. (HER)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/pembebasan-ppn-tiket-pesawat-domestik-dinilai-dongkrak-mobilitas-dan-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Langkah Kemenag Berdayakan Ekonomi Umat Tahun Ini</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/lima-langkah-kemenag-berdayakan-ekonomi-umat-tahun-ini/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/lima-langkah-kemenag-berdayakan-ekonomi-umat-tahun-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 18:14:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=19435</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID-Kementerian Agama siapkan lima program strategis pemberdayaan umat pada 2026. Program tersebut meliputi pengembangan 1.000&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID-</strong>Kementerian Agama siapkan lima program strategis pemberdayaan umat pada 2026. Program tersebut meliputi pengembangan 1.000 Kampung Zakat, 1.000 titik Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA, 300 penerima Beasiswa Zakat Indonesia, 24 Kota Wakaf, dan 514 titik Inkubasi Wakaf Produktif.</p>
<p>Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan, lima program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem pemberdayaan umat yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, hingga optimalisasi aset wakaf produktif.</p>
<p>&#8220;Kami ingin membangun model pemberdayaan yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terintegrasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat,&#8221; ujar Waryono dalam kegiatan Bimas Islam Talks dan Public Expose di Jakarta, Kamis (11/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, Program Kampung Zakat akan diperluas hingga mencapai 1.000 lokasi sebagai pusat pemberdayaan berbasis komunitas di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dan kantong-kantong kemiskinan. Program ini mengintegrasikan layanan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pembinaan keagamaan dalam satu kawasan pemberdayaan.</p>
<p>Selain itu, Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA akan dikembangkan di 1.000 titik. Melalui program ini, KUA tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang inkubasi usaha bagi mustahik dan pelaku usaha mikro melalui pendampingan yang berkelanjutan.</p>
<p>Pada sektor pendidikan, Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat menargetkan 300 penerima manfaat Beasiswa Zakat Indonesia pada 2026. Program beasiswa penuh tersebut ditujukan bagi mustahik yang memiliki potensi akademik untuk melanjutkan pendidikan tinggi.</p>
<p>Di bidang perwakafan, Kementerian Agama menargetkan pengembangan 24 Kota Wakaf untuk memperkuat ekosistem wakaf produktif di kawasan perkotaan. Program ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf agar memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.</p>
<p>Kementerian Agama juga akan mengembangkan 514 titik Inkubasi Wakaf Produktif guna mendorong aset wakaf menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Waryono mengatakan, keberhasilan program-program tersebut bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Kementerian Agama terus memperkuat sinergi dengan BAZNAS, lembaga amil zakat, nazir wakaf, pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.</p>
<p>Menurutnya, seluruh program tersebut diarahkan untuk mendukung agenda pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan yang tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Melalui lima program strategis tersebut, Kementerian Agama berharap lahir lebih banyak masyarakat yang berdaya, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraannya, sehingga zakat dan wakaf dapat semakin dirasakan manfaatnya dalam pembangunan bangsa,&#8221; pungkasnya.(HER)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/lima-langkah-kemenag-berdayakan-ekonomi-umat-tahun-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prabowo Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 6,5 Persen di 2027</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/prabowo-targetkan-ekonomi-ri-tumbuh-65-persen-di-2027/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/prabowo-targetkan-ekonomi-ri-tumbuh-65-persen-di-2027/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 04:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Paripurna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=17594</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. Target tersebut menjadi langkah awal menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.</p>
<p>Dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo menegaskan pemerintah akan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia.</p>
<p>Pemerintah juga menyiapkan kebijakan fiskal yang sehat dan terukur. Defisit APBN 2027 ditargetkan berada di kisaran 1,80 hingga 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).</p>
<p>“Kita akan terus berupaya menekan dan memperkecil defisit,” ujar Prabowo.</p>
<p>Selain itu, pendapatan negara pada 2027 diproyeksikan mencapai 11,82-12,40 persen PDB.</p>
<p>Sedangkan belanja negara dirancang di level 13,62-14,80 persen PDB guna mendukung program prioritas nasional.</p>
<p>Prabowo menegaskan APBN menjadi instrumen penting untuk memperkuat fondasi ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Pemerintah juga menargetkan inflasi tetap terkendali pada kisaran 1,5-3,5 persen. Sementara nilai tukar rupiah diproyeksikan berada di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.</p>
<p>Di sektor energi, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok sebesar 70-95 dolar AS per barel. Adapun lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari.</p>
<p>Pada sisi sosial, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0-6,5 persen pada 2027. Tingkat pengangguran terbuka juga diproyeksikan turun ke kisaran 4,30-4,87 persen.</p>
<p>Pemerintah berharap berbagai target tersebut dapat memperkuat ekonomi nasional dan memperkecil kesenjangan masyarakat.<strong> (San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/prabowo-targetkan-ekonomi-ri-tumbuh-65-persen-di-2027/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KA Joglosemarkerto Jadi Penghubung Mobilitas Pendidikan, Wisata, dan Ekonomi Jawa Tengah–DIY</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/ka-joglosemarkerto-jadi-penghubung-mobilitas-pendidikan-wisata-dan-ekonomi-jawa-tengah-diy/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/ka-joglosemarkerto-jadi-penghubung-mobilitas-pendidikan-wisata-dan-ekonomi-jawa-tengah-diy/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 19:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah–DIY]]></category>
		<category><![CDATA[KA Joglosemarkerto]]></category>
		<category><![CDATA[Penghubung Mobilitas Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=17560</guid>

					<description><![CDATA[Januari–April 2026, KA Joglosemarkerto melayani 458.938 pelanggan atau tumbuh 11,41% dibanding periode yang sama tahun&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><em><strong>Januari–April 2026, KA Joglosemarkerto melayani 458.938 pelanggan atau tumbuh 11,41% dibanding periode yang sama tahun lalu</strong></em></p>
<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> – Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan, wisata, dan pergerakan ekonomi di Indonesia. Ribuan mahasiswa dari berbagai daerah datang setiap tahun ke Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, hingga Tegal untuk menempuh pendidikan, bekerja, maupun menjalankan aktivitas usaha. Di saat yang sama, arus wisata dan perjalanan antarkota di wilayah tersebut juga terus tumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 74,70%, tertinggi di Indonesia dan jauh di atas rata-rata nasional. Sementara Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan konsentrasi perguruan tinggi terbesar di Indonesia yang tersebar di kota-kota seperti Semarang, Surakarta, Purwokerto, dan Salatiga. Kondisi tersebut membentuk mobilitas antarkota yang sangat dinamis, mulai dari mahasiswa, pekerja, wisatawan, hingga pelaku usaha.</p>
<p>Di tengah tingginya mobilitas tersebut, KA Joglosemarkerto berkembang menjadi salah satu layanan kereta api yang memiliki peran strategis dalam menghubungkan kota-kota utama di Jawa Tengah dan DIY. Selama Januari–April 2026, KA Joglosemarkerto melayani 458.938 pelanggan atau meningkat 11,41% dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 411.931 pelanggan.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan pelanggan KA Joglosemarkerto menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan antarkota di Jawa Tengah dan DIY semakin tinggi, terutama pada sektor pendidikan, wisata, dan ekonomi yang saling terhubung.</p>
<p>“KA Joglosemarkerto memiliki pola perjalanan yang unik karena menghubungkan banyak kota dalam satu lintasan melingkar. Mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien karena pelanggan dapat bepergian antarkota tanpa perlu berganti kereta, baik untuk pendidikan, pekerjaan, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Anne Purba.</p>
<p>Selama Januari–April 2026, dua nomor perjalanan dengan pelanggan tertinggi yaitu KA 187 relasi Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Solo Balapan–Semarang Tawang yang melayani 168.971 pelanggan, serta KA 193 relasi Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan sebanyak 160.401 pelanggan. Tingginya volume pelanggan tersebut menunjukkan kuatnya konektivitas di lintas Solo, Semarang, Tegal, dan Purwokerto yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.</p>
<p>KAI melihat pola perjalanan pelanggan KA Joglosemarkerto saat ini semakin beragam. Banyak pelanggan memanfaatkan layanan ini untuk perjalanan pendidikan menuju Yogyakarta dan Solo yang dikenal sebagai kota pelajar, sementara sebagian lainnya menggunakan kereta untuk aktivitas bisnis dan perdagangan menuju Semarang, Pekalongan, Tegal, hingga Purwokerto. Pola tersebut membuat perjalanan kereta api menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas masyarakat di berbagai sektor.</p>
<p>Selain pendidikan dan ekonomi, rute KA Joglosemarkerto juga terhubung langsung dengan banyak destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah dan DIY. Dari Yogyakarta, pelanggan dapat mengakses kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan Candi Prambanan. Di Solo terdapat Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, hingga Kampung Batik Laweyan. Sementara Semarang memiliki Kota Lama, Lawang Sewu, dan kawasan wisata sejarah yang terus berkembang.</p>
<p>Perjalanan kemudian tersambung menuju wilayah pantura seperti Pekalongan yang dikenal sebagai kota batik, Tegal dengan wisata kuliner dan perdagangan regionalnya, hingga Purwokerto yang menjadi pintu menuju kawasan wisata Baturraden dan lereng Gunung Slamet. Konektivitas tersebut membuat KA Joglosemarkerto memiliki fungsi yang lebih luas dibanding layanan transportasi biasa karena ikut menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan wisata di Jawa Tengah.</p>
<p>Menurut data BPS Tahun 2025, Jawa Tengah mencatat lebih dari 58 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2024, sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai lebih dari 9 juta kunjungan wisatawan. Tingginya angka perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan transportasi antarkota yang aman, efisien, dan terjangkau terus meningkat dari tahun ke tahun.</p>
<p>Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2018, KA Joglosemarkerto berkembang menjadi salah satu layanan dengan pola konektivitas terpanjang dan paling unik di Pulau Jawa. Rute memutar yang dimiliki kereta api ini membuat masyarakat dapat menjangkau banyak kota dalam satu perjalanan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal di berbagai titik pemberhentian seperti kuliner, transportasi lanjutan, penginapan, hingga UMKM sekitar stasiun.</p>
<p>Anne menambahkan, pertumbuhan pelanggan KA Joglosemarkerto menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota.</p>
<p>“Kereta api kini menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat yang semakin dinamis. KA Joglosemarkerto memperlihatkan bagaimana konektivitas transportasi dapat memperkuat akses pendidikan, mendukung pertumbuhan wisata daerah, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sepanjang lintas Jawa Tengah dan DIY,” tutup Anne. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/ka-joglosemarkerto-jadi-penghubung-mobilitas-pendidikan-wisata-dan-ekonomi-jawa-tengah-diy/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Sesuai Prediksi Menkeu</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/ekonomi-ri-tumbuh-561-di-kuartal-i-2026-sesuai-prediksi-menkeu/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/ekonomi-ri-tumbuh-561-di-kuartal-i-2026-sesuai-prediksi-menkeu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 07:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuartal I 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=16273</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen, sesuai proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.<br />
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 2,94 persen.</p>
<p>Peningkatan konsumsi didorong mobilitas masyarakat saat libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri. Selain itu, kebijakan pemerintah seperti diskon transportasi, pencairan THR, serta suku bunga 4,75 persen turut menjaga daya beli.</p>
<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, khususnya di sektor konstruksi dan pertanian.<br />
Sektor konstruksi tumbuh 5,49 persen secara tahunan, didorong pembangunan fasilitas layanan gizi dan koperasi desa. Hingga Mei 2026, tercatat lebih dari 27 ribu unit layanan gizi telah beroperasi.</p>
<p>Sementara itu, sektor pertanian tumbuh 4,97 persen dengan kontribusi 12,57 persen terhadap PDB, didukung peningkatan produksi dan permintaan domestik, termasuk subsektor peternakan.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut capaian ini termasuk yang tertinggi di antara negara G20. Ia menegaskan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah menjadi pendorong utama.<br />
Belanja pemerintah pada kuartal I-2026 tumbuh 21,81 persen atau sekitar Rp815 triliun, termasuk pencairan THR ASN sebesar Rp51,65 triliun.</p>
<p>Dari sisi makro, inflasi April tercatat 2,42 persen, indeks keyakinan konsumen di level 122,9, serta neraca dagang surplus 3,32 miliar dolar AS selama 71 bulan berturut-turut.</p>
<p>Di sektor keuangan, dana pihak ketiga tumbuh 13,55 persen dan kredit perbankan naik 9,49 persen secara tahunan.</p>
<p>Kondisi sosial juga membaik. Penyerapan tenaga kerja bertambah 1,89 juta orang menjadi 147,67 juta orang. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,68 persen, sementara angka kemiskinan berada di 8,25 persen dengan rasio gini 0,363.</p>
<p>Purbaya menilai capaian ini menunjukkan akselerasi ekonomi nasional. Ia optimistis pertumbuhan bisa melampaui 5,5 persen, sekaligus membantah proyeksi lembaga global yang lebih rendah.</p>
<p>Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai tantangan global yang berpotensi memengaruhi ekspor dan stabilitas ekonomi domestik.</p>
<p>Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyebut kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 32 persen atau setara 1,8 persen poin.</p>
<p>Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menilai pertumbuhan awal tahun juga dipengaruhi percepatan belanja pemerintah. Namun, dampaknya dinilai belum merata, terutama bagi kelompok menengah bawah. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/ekonomi-ri-tumbuh-561-di-kuartal-i-2026-sesuai-prediksi-menkeu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perang AS–Iran Picu Tekanan Ekonomi, Pengusaha Indonesia Cemas</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/perang-as-iran-picu-tekanan-ekonomi-pengusaha-indonesia-cemas/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/perang-as-iran-picu-tekanan-ekonomi-pengusaha-indonesia-cemas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 09:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[AS–Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=15917</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID – Konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai memberikan dampak serius terhadap dunia&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> – Konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai memberikan dampak serius terhadap dunia usaha di Indonesia. Para pengusaha mengaku mengalami tekanan psikologis akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.</p>
<p>Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan hal tersebut saat bertemu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, pada 30 April 2026. Ia menggambarkan kondisi pelaku usaha seperti “ayam petelur yang sedang stres” karena situasi perang yang belum mereda.</p>
<p>Menurut Anindya, dunia usaha membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah agar tetap bertahan di tengah tekanan global. Ia mengusulkan sejumlah relaksasi, seperti skema kredit dengan penundaan angsuran pokok, serta penangguhan pajak BBM dan ekspor.</p>
<p>Selain itu, Kadin juga meminta kemudahan di sektor perdagangan dan investasi, termasuk penyederhanaan perizinan serta kepastian aturan industri agar kepercayaan investor tetap terjaga.</p>
<p>Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menambahkan bahwa dampak konflik global terlihat dari naiknya harga komoditas, tekanan fiskal, dan volatilitas nilai tukar. Kondisi ini membuat pelaku usaha lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi dan investasi.</p>
<p>Sementara itu, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai tekanan dunia usaha sebenarnya sudah ada sebelum konflik, namun semakin berat akibat perang yang memicu kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global.</p>
<p>Ia menegaskan pemerintah perlu menjaga stabilitas ekonomi, termasuk inflasi, nilai tukar, serta kepastian hukum agar dunia usaha tetap berjalan. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/perang-as-iran-picu-tekanan-ekonomi-pengusaha-indonesia-cemas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stasiun Rogojampi Dekat Bandara Banyuwangi, Menguatkan Pergerakan Ekonomi dan Wisata Daerah</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/stasiun-rogojampi-dekat-bandara-banyuwangi-menguatkan-pergerakan-ekonomi-dan-wisata-daerah/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/stasiun-rogojampi-dekat-bandara-banyuwangi-menguatkan-pergerakan-ekonomi-dan-wisata-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 16:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Rogojampi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=15120</guid>

					<description><![CDATA[Layani seluruh pemberhentian KA dari dan menuju Banyuwangi, Stasiun Rogojampi catat 67.212 pelanggan naik dan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><em><strong>Layani seluruh pemberhentian KA dari dan menuju Banyuwangi, Stasiun Rogojampi catat 67.212 pelanggan naik dan 67.109 pelanggan turun pada Triwulan I 2026</strong></em></p>
<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> &#8211; Di tengah padatnya aktivitas Pasar Rogojampi, Stasiun Rogojampi menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu titik. Sejak pagi hingga sore, pergerakan masyarakat terus berlangsung. Ada yang berangkat bekerja, berdagang, menempuh pendidikan, hingga menjangkau layanan kesehatan. Perjalanan yang tersambung melalui rel ini ikut menjaga ritme kehidupan tetap berjalan.</p>
<p>Peran tersebut berangkat dari sejarah panjang yang telah terbentuk sejak awal abad ke-20. Stasiun Rogojampi diresmikan pada tahun 1903 oleh Staatsspoorwegen sebagai bagian dari jalur Mrawan–Rogojampi–Banyuwangi sepanjang 58 kilometer. Pada masanya, jalur ini memperlancar distribusi hasil perkebunan menuju pelabuhan. Seiring waktu, fungsi tersebut berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, dari distribusi komoditas menjadi penggerak mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.</p>
<p>Perkembangan ini semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Rogojampi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi tahun 2024 sebagai rilis resmi terbaru, Kecamatan Rogojampi dihuni lebih dari 90 ribu jiwa dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Secara geografis, wilayah ini berada di koridor penghubung antara pusat Kota Banyuwangi di sisi timur dengan kawasan Genteng dan Benculuk di sisi barat. Letak tersebut menjadikan Rogojampi sebagai simpul pergerakan yang aktif, dengan arus masyarakat dan barang yang terus berlangsung sepanjang hari.</p>
<p>Kondisi tersebut tergambar langsung pada aktivitas ekonomi di sekitar stasiun. Pasar Rogojampi yang berada tidak jauh dari area peron menjadi pusat perdagangan yang hidup setiap hari. Pedagang, petani, hingga pelaku usaha kecil memanfaatkan kemudahan akses kereta api untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Perjalanan menjadi lebih terukur, distribusi barang lebih lancar, dan biaya logistik dapat ditekan sehingga usaha masyarakat tetap berkembang.</p>
<p>Kedekatan Stasiun Rogojampi dengan Bandara Internasional Banyuwangi yang berjarak sekitar 8 kilometer semakin memperluas ruang gerak masyarakat. Perjalanan dari kereta api menuju transportasi udara dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Bagi wisatawan, kemudahan ini memberi akses yang lebih praktis untuk menjangkau Banyuwangi dari berbagai daerah. Bagi masyarakat lokal, pilihan perjalanan menjadi lebih beragam dan fleksibel.</p>
<p>Dari sisi sosial, akses transportasi yang terjaga membantu masyarakat menjangkau berbagai kebutuhan dengan lebih mudah. Perjalanan menuju pusat pendidikan, layanan kesehatan, hingga kegiatan sosial dapat dilakukan dengan waktu yang lebih pasti. Mobilitas yang lancar juga mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah, sehingga interaksi sosial tetap terjalin dan memperkuat hubungan antarwilayah.</p>
<p>Di tengah pergerakan tersebut, identitas budaya Rogojampi tetap terasa kuat. Bahasa Osing masih digunakan dalam percakapan sehari-hari di sekitar stasiun. Tradisi seperti Kebo-keboan di Desa Aliyan terus berlangsung dan menarik perhatian banyak orang. Akses transportasi yang mudah membantu masyarakat luar datang dan mengenal budaya tersebut secara langsung, sehingga tradisi tetap terjaga dan terus dikenal.</p>
<p>Konektivitas ini juga membuka peluang besar bagi sektor pariwisata. Dari Stasiun Rogojampi, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi unggulan Banyuwangi seperti Taman Nasional Alas Purwo, kawasan hutan Trembesi De Djawatan, hingga pesisir Pulau Merah dan Pantai Mustika. Perjalanan yang lebih praktis membantu wisatawan mengatur waktu kunjungan dengan lebih nyaman dan terencana.</p>
<p>Pengalaman perjalanan semakin lengkap dengan kehadiran kuliner khas di sekitar stasiun. Sego Cawuk, Rujak Soto, dan Pecel Pitik menjadi bagian dari cerita yang dibawa pulang oleh setiap pelanggan. Aktivitas ini memberi dampak langsung bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang makanan hingga penyedia jasa transportasi lanjutan.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa kedekatan akses transportasi memberi manfaat luas bagi masyarakat.</p>
<p>“Perjalanan yang semakin mudah membantu masyarakat menjalankan aktivitas dengan lebih efisien. Akses yang dekat antara stasiun dan bandara membuka peluang usaha, memperkuat pergerakan ekonomi, serta mendukung pengembangan pariwisata dan budaya daerah,” jelas Anne.</p>
<p>Seluruh perjalanan kereta api dari dan menuju Banyuwangi saat ini berhenti di Stasiun Rogojampi. Layanan KA lokal seperti Probowangi mendukung mobilitas harian masyarakat, sementara KA jarak jauh seperti Wijayakusuma dan Blambangan Ekspres menghubungkan Banyuwangi dengan berbagai kota besar. Penambahan layanan KA Sangkuriang relasi Bandung–Banyuwangi (PP) semakin memperluas jangkauan perjalanan.</p>
<p>Pertumbuhan tersebut terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat. Pada Triwulan I 2026, pelanggan naik tercatat 67.212 pelanggan, tumbuh sekitar 19,9% dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 56.056 pelanggan. Sementara itu, pelanggan turun mencapai 67.109 pelanggan, meningkat 12,2% dibandingkan 59.794 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Angka ini menunjukkan bahwa Stasiun Rogojampi semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Perjalanan yang lebih pasti membantu masyarakat mengatur waktu, menjaga produktivitas, serta membuka peluang baru di berbagai sektor. Aktivitas ekonomi bergerak, interaksi sosial terjaga, budaya tetap hidup, dan pariwisata terus berkembang dalam satu jaringan perjalanan yang saling terhubung.</p>
<p>“Kepercayaan masyarakat menjadi dorongan bagi KAI untuk terus menjaga kualitas layanan. Setiap perjalanan diharapkan memberi kemudahan, rasa aman, serta manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutup Anne. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/stasiun-rogojampi-dekat-bandara-banyuwangi-menguatkan-pergerakan-ekonomi-dan-wisata-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Pertanda Positif, Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh Lebih dari 5% di Tengah Gejolak Global</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/ada-pertanda-positif-ekonomi-ri-masih-bisa-tumbuh-lebih-dari-5-di-tengah-gejolak-global/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/ada-pertanda-positif-ekonomi-ri-masih-bisa-tumbuh-lebih-dari-5-di-tengah-gejolak-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 20:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Gejolak Global]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Lebih dari 5%]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=14555</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengguncang fondasi ekonomi global, mendorong harga minyak mentah.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> &#8211; Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengguncang fondasi ekonomi global, mendorong harga minyak mentah. Bank Dunia pun merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026, dari 5,0% menjadi 4,7%.</p>
<p>Namun, sinyal yang diberikan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) justru berbeda.</p>
<p>Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, menilai ketahanan ekonomi nasional kini berada pada titik uji yang krusial.</p>
<p>“Situasi ini merupakan ujian nyata bagi kesehatan ekonomi nasional. Kita harus melihat secara jeli apakah ekonomi kita benar-benar masih sehat atau mulai melorot di bawah tekanan eksternal yang kian tajam,&#8221; ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (19/4).</p>
<p>Dalam laporan terbarunya yang bertajuk &#8220;Sinyal Daya Tahan Ekonomi Indonesia&#8221;, NEXT Indonesia Center membedah arah pertumbuhan melalui instrument Composite Leading Indicator (CLI). Laporan tersebut juga menyoroti adanya perbedaan proyeksi yang cukup tajam antara lembaga internasional, yakni Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB).</p>
<p>ADB memberikan pandangan yang lebih optimistis, ekonomi Indonesia diproyeksikan mampu menguat hingga mencapai pertumbuhan 5,2%, sebuah angka yang melampaui capaian tahun sebelumnya meskipun dibayangi ketidakpastian global.</p>
<p>Herry Gunawan menekankan bahwa adanya gap proyeksi antara 4,7% dan 5,2% ini menunjukkan betapa dinamisnya penilaian terhadap daya tahan Indonesia. &#8220;Adanya perbedaan angka proyeksi ini membuktikan bahwa faktor ketidakpastian global sangat memengaruhi persepsi lembaga internasional terhadap fundamental ekonomi kita di tahun 2026,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>Sinyal CLI: Ekonomi Indonesia Baik-baik Saja</strong></h4>
<p>Untuk membaca arah momentum secara lebih objektif, NEXT Indonesia Center menggunakan data Composite Leading Indicator (CLI) yang dikeluarkan oleh OECD sebagai instrumen navigasi utama. CLI dirancang sebagai sistem peringatan dini yang mengolah komponen pesanan industri hingga kepercayaan konsumen untuk menangkap titik balik siklus ekonomi sebelum data Produk Domestik Bruto (PDB) resmi dirilis.</p>
<p>Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, CLI Indonesia tercatat masih konsisten berada di atas level 100, yakni di angka 100,52. Dalam interpretasi ekonomi, posisi di atas ambang 100 menandakan bahwa fundamental nasional sebenarnya masih memiliki napas untuk tumbuh di atas rata-rata tren jangka panjangnya, atau tetap terjaga di atas 5%.</p>
<p>Herry Gunawan menjelaskan bahwa angka CLI Indonesia yang berada di atas ambang 100 menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan nasional sebenarnya masih cukup terjaga. Jika dibandingkan dengan rata-rata ekonomi utama Asia lainnya, posisi Indonesia bahkan terlihat jauh lebih kokoh dibandingkan Tiongkok yang CLI-nya terus merosot di bawah level 100.</p>
<p>&#8220;Data CLI kita memang masih berada di atas level 100, yang artinya secara fundamental ekonomi Indonesia masih memiliki napas untuk tumbuh di atas rata-rata tren jangka panjangnya. Sinyal ini menjadi kompas yang menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan kita masih di wilayah positif di tengah volatilitas energi dunia,&#8221; jelas Herry Gunawan.</p>
<p>Namun, terdapat catatan waspada terhadap penurunan tipis angka CLI dari 100,59 pada Februari menjadi 100,52 di bulan Maret 2026. Penurunan momentum ini, walaupun masih berada di wilayah ekspansif, harus dibaca sebagai peringatan dini akan mulai munculnya titik jenuh pada mesin utama pertumbuhan nasional, yaitu sektor konsumsi.</p>
<p>Moderasi momentum ini sangat krusial karena struktur ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada satu mesin utama, yakni konsumsi rumah tangga yang menyumbang 53,9% terhadap PDB. Penurunan tipis di awal tahun ini kemungkinan besar mencerminkan kecemasan konsumen domestik terhadap potensi inflasi dan lonjakan harga energi dunia.</p>
<p>&#8220;Kita tidak boleh menutup mata terhadap moderasi yang mulai terjadi di awal 2026. Pelemahan tipis pada Februari dan Maret adalah alarm dini bahwa motor utama pertumbuhan kita, yaitu konsumsi rumah tangga, mulai mengalami kelelahan. Jika tidak ada intervensi kebijakan yang adaptif untuk menjaga daya beli, target pertumbuhan bisa meleset,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Analisis historis selama 32 tahun terakhir membuktikan bahwa CLI memiliki akurasi yang tinggi dalam membaca titik balik siklus ekonomi Indonesia, termasuk saat krisis 1998 dan 2008. Oleh karena itu, NEXT Indonesia Center mendesak pemerintah untuk segera memperkuat porsi investasi dan ekspor yang saat ini masih berada di level 28,8% dan 22,8% dari PDB.</p>
<p>&#8220;Sinyal CLI adalah kompas arah ekonomi. Saat ini kompas kita masih menunjuk ke arah pertumbuhan positif, namun pemerintah harus segera memperkuat kontribusi investasi dan ekspor agar daya tahan ekonomi tidak hanya bertumpu sendirian pada pundak konsumsi masyarakat,&#8221; ungkap Herry Gunawan.</p>
<p>Melalui hasil analisis ini, NEXT Indonesia Center berharap para pemangku kebijakan dapat lebih waspada terhadap sinyal penurunan momentum ini. Kebijakan fiskal yang adaptif serta perlindungan terhadap daya beli masyarakat bawah menjadi krusial agar fase moderasi ini tidak berlanjut menjadi perlambatan yang lebih dalam. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/ada-pertanda-positif-ekonomi-ri-masih-bisa-tumbuh-lebih-dari-5-di-tengah-gejolak-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
