<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dunia &#8211; Face Indonesia</title>
	<atom:link href="https://faceindonesia.co.id/tag/dunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<description>Wajah Baru Informasi Digital</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 21:42:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://faceindonesia.co.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Fa_Logo-FACE-Datar-scaled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Dunia &#8211; Face Indonesia</title>
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Asia Tenggara Diproyeksi Jadi Pasar E-commerce Kedua di Dunia pada 2029</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/asia-tenggara-diproyeksi-jadi-pasar-e-commerce-kedua-di-dunia-pada-2029/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/asia-tenggara-diproyeksi-jadi-pasar-e-commerce-kedua-di-dunia-pada-2029/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 20:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Asia Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[E-Commerce]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=17063</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID – 2C2P by Antom, platform pembayaran full-suite terkemuka di Asia Tenggara, hari ini merilis&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> </span>– 2C2P by Antom, platform pembayaran full-suite terkemuka di Asia Tenggara, hari ini merilis studi terbaru yang dilakukan oleh firma market intelligence IDC. Studi tersebut mengungkap bahwa pasar e-commerce Asia Tenggara terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan diproyeksikan menjadi pasar e-commerce dengan pertumbuhan tercepat kedua di dunia, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 13,2% sepanjang 2024–2029, hanya terpaut satu urutan di bawah India.</p>
<p>Studi independen bertajuk “How Southeast Asia Buys and Pays 2026: Unlocking SMEs’ Potential” yang diinisiasi oleh 2C2P dan Antom menunjukkan bahwa nilai pasar e-commerce Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh 85,4% hingga mencapai US$289,8 miliar pada 2029.</p>
<p>Pembayaran digital diperkirakan akan mencakup 97% dari total transaksi e-commerce pada 2029, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 89%. Pertumbuhan terbesar diproyeksikan berasal dari pembayaran domestik (meliputi real-time payments dan skema pembayaran berbasis bank lokal) serta dompet digital, khususnya di pasar seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam.</p>
<p>Pertumbuhan pembayaran digital di pasar e-commerce Asia Tenggara selama periode 2024–2029 diproyeksikan terjadi di berbagai metode pembayaran, di antaranya:</p>
<ul>
<li>Pembayaran domestik diperkirakan tumbuh sebesar 104%, dari US$45,1 miliar pada 2024 menjadi US$92,0 miliar pada 2029. Hal ini diperkirakan menjadi kontributor terbesar dalam sektor pembayaran digital Asia Tenggara pada 2029 dengan alokasi sekitar 32%, sehingga menggantikan metode pembayaran menggunakan kartu.</li>
<li>Dompet digital diproyeksikan meningkat sebanyak 107%, dari US$38,2 miliar pada 2024 menjadi US$79,0 miliar pada 2029. Jumlah pengguna dompet digital terhadap pasar e-commerce juga diperkirakan naik dari 24% pada tahun 2024 menjadi 27% pada tahun 2029.</li>
<li>Buy Now Pay Later (BNPL) diproyeksikan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 174%, dari US$6,9 miliar pada tahun 2024 menjadi US$18,9 miliar pada tahun 2029.</li>
</ul>
<p>Dengan masih adanya 56% populasi di kawasan yang belum memiliki akses kartu pembayaran, menurut World Bank, solusi pembayaran digital menjadi semakin relevan untuk menjawab tantangan struktural seperti rendahnya penetrasi kartu, besarnya populasi unbanked, hingga keterbatasan akses terhadap layanan perbankan tradisional.</p>
<p>Studi edisi terbaru ini turut menghadirkan fokus baru pada UMKM sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi kawasan dan pelaku yang semakin aktif dalam ekonomi digital, meski masih belum banyak terwakili dalam analisis terkait pembayaran dan e-commerce. Studi ini melibatkan 600 responden UMKM di enam negara Asia Tenggara — Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam — untuk memahami prioritas bisnis, adopsi pembayaran digital, serta kesiapan mereka dalam menghadapi tren pembayaran masa depan.</p>
<p>Survei menunjukkan bahwa 66% UMKM di wilayah Asia Tenggara kini telah berjualan secara online, menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dalam ekonomi digital. Namun, tingkat kematangan digital masih belum merata. Sekitar sepertiga responden UMKM masih sangat bergantung pada transaksi tunai dalam operasional sehari-hari, termasuk di pasar yang relatif lebih maju seperti Singapura. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha, mulai dari kompleksitas integrasi sistem, kekhawatiran terhadap fraud, biaya yang tinggi, hingga keterbatasan infrastruktur.</p>
<p>Tantangan tersebut juga berbeda di tiap negara—mulai dari isu infrastruktur dan konektivitas di Indonesia dan Filipina, kekhawatiran terkait keamanan dan integrasi di Singapura dan Vietnam, hingga tekanan biaya dan regulasi di Malaysia dan Thailand—yang pada akhirnya membatasi kemampuan UMKM untuk mengoptimalkan operasional dan memperluas bisnis secara efektif.</p>
<p>Sebanyak 63% responden juga menyatakan bahwa sistem pembayaran yang mereka gunakan saat ini membutuhkan peningkatan atau pembaruan agar dapat mendukung tren pembayaran yang terus berkembang.</p>
<p>Meski baru 49% UMKM yang saat ini menjalankan bisnis lintas negara, sekitar tiga dari empat responden mengaku berencana untuk melakukan ekspansi internasional dalam dua tahun ke depan. Ambisi ini terlihat kuat terutama di Indonesia dan Thailand, di mana UMKM semakin fokus menjangkau segmen pelanggan dan pasar yang baru.</p>
<p>IDC memperkirakan bahwa peningkatan partisipasi UMKM dalam e-commerce lintas negara berpotensi membuka tambahan nilai penjualan hingga US$20,8 miliar pada 2029, atau setara dengan peningkatan 7,1% terhadap nilai e-commerce kawasan.</p>
<p>Worachat Luxkanalode, Group CEO of 2C2P by Antom, menyatakan, “Di tengah pertumbuhan pesat pasar e-commerce Asia Tenggara, 2C2P by Antom berkomitmen membantu bisnis dari berbagai skala melalui solusi pembayaran dan insight yang dapat memudahkan mereka menghadapi lanskap pembayaran di Asia Tenggara yang semakin kompleks dan beragam. Pelaku usaha di Asia Tenggara, khususnya UMKM, memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi kawasan—berkontribusi lebih dari 50% terhadap PDB di sejumlah pasar utama dan menyerap 64,6% tenaga kerja — namun banyak di antaranya masih menghadapi tantangan dalam proses transformasi digital.”</p>
<p>“Seiring ekosistem pembayaran yang berkembang dengan cepat di berbagai negara, bisnis membutuhkan solusi yang dapat menyederhanakan operasional, mendukung beragam preferensi pembayaran lokal, serta membantu ekspansi lintas negara dengan lebih mudah. Melalui platform pembayaran enterprise kami, pelaku usaha dapat mengatasi tantangan tersebut melalui satu integrasi API, sekaligus membuka peluang baru dan berpartisipasi lebih optimal dalam ekonomi digital Asia Tenggara yang terus berkembang.” Lanjut Luxkanalode.<strong> (San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/asia-tenggara-diproyeksi-jadi-pasar-e-commerce-kedua-di-dunia-pada-2029/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia dalam Daftar “Global 500 2026” Versi Brand Finance, Corporate Rebranding Jadi Kunci Penguatan Posisi di Panggung Global</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/bri-jadi-merek-paling-bernilai-di-indonesia-dalam-daftar-global-500-2026-versi-brand-finance-corporate-rebranding-jadi-kunci-penguatan-posisi-di-panggung-global/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/bri-jadi-merek-paling-bernilai-di-indonesia-dalam-daftar-global-500-2026-versi-brand-finance-corporate-rebranding-jadi-kunci-penguatan-posisi-di-panggung-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 18:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[BBRI]]></category>
		<category><![CDATA[Brand Finance]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaaan Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=13453</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan posisinya di kancah global&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan posisinya di kancah global dengan masuk dalam daftar “Global 500 2026” oleh <em>Brand Finance</em>, konsultan valuasi merek terkemuka dunia yang berbasis di London. Capaian ini turut menempatkan BRI sebagai salah satu merek paling bernilai di dunia, dan menjadi nomor satu di Indonesia dalam pemeringkatan tersebut.</p>
<p>Dalam laporan terbaru dari <em>Brand Finance </em>tersebut, sebanyak 11 brand dari ASEAN termasuk BRI berhasil masuk dalam daftar 500 merek paling bernilai di dunia. Dalam pemeringkatan tersebut, BRI menjadi merek dengan nilai tertinggi di Indonesia serta menempati peringkat ke-369 dunia, bersanding dengan <em>brand</em> global seperti Apple, Microsoft, Google, Amazon, dan YouTube.</p>
<p>Atas pencapaian tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa pencapaian BRI dalam Global 500 2026 mencerminkan kekuatan merek serta kepercayaan masyarakat yang terus menguat terhadap layanan BRI.</p>
<p>“Pengakuan global ini kami dedikasikan kepada seluruh nasabah setia BRI serta Insan BRILiaN yang telah memberikan kontribusi terbaiknya. Seiring percepatan <em>BRIVolution Reignite</em>, termasuk melalui <em>corporate rebranding,</em> BRI tetap berpegang pada DNA kerakyatannya dengan menghadirkan layanan yang semakin inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Identitas baru ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus menjaga kedekatan BRI dengan masyarakat lintas generasi,” ujar Hery.</p>
<p>Sebagai bagian dari transformasi <em>BRIVolution Reignite</em>, BRI pada Desember 2025 meluncurkan <em>corporate rebranding</em> yang mengusung semangat baru, “Satu Bank untuk Semua”. Pembaruan ini meliputi penyegaran identitas visual hingga penguatan layanan di seluruh jaringan dan produk.</p>
<p>Langkah ini sejalan dengan upaya BRI dalam menjaga relevansi di tengah perubahan, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai bank yang dekat dengan masyarakat. Dalam identitas baru tersebut, nama “Bank Rakyat Indonesia” ditampilkan lebih menonjol sebagai penegasan kedekatan historis BRI dengan masyarakat sekaligus memperkuat akar kerakyatannya. Di tengah modernisasi yang terus dijalankan, BRI tetap hadir sebagai bank yang lahir dan tumbuh bersama rakyat, khususnya pelaku UMKM.</p>
<p>Melalui transformasi ini, BRI turut memastikan bahwa <em>rebranding</em> tetap selaras dengan dinamika masyarakat yang semakin beragam, sekaligus menegaskan komitmen untuk mendukung perjalanan finansial setiap orang Indonesia melalui layanan yang lebih inklusif, responsif dan <em>digital-friendly</em>. Identitas baru ini diharapkan akan menjadikan BRI tetap kompetitif, terpercaya, dan dekat dengan masyarakat lintas generasi.</p>
<p>Adapun, penilaian <em>Brand Finance</em> terkait kekuatan merek <em>(brand strength)</em> dilakukan sesuai dengan standar ISO 20671, dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yaitu investasi pemasaran (<em>Marketing Investment</em>), ekuitas pemangku kepentingan <em>(Stakeholder Equity</em>), serta dampaknya terhadap kinerja bisnis (<em>Business Performance</em>). Setiap merek kemudian diberikan skor <em>Brand Strength Index</em> (BSI) dalam skala 0 hingga 100, yang menjadi dasar dalam perhitungan nilai merek<em> (brand value)</em>.</p>
<p>Sementara itu, <em>Managing Director Asia Pacific Brand Finance</em> Alex Haigh menyampaikan bahwa sektor perbankan masih mendominasi brand-brand ASEAN dalam peringkat Global 500 2026. Hal ini terlihat dari kehadiran bank-bank besar seperti DBS dan OCBC Bank dari Singapura, BRI dari Indonesia serta Maybank dari Malaysia yang konsisten menunjukkan kinerja kuat. “Kinerja ini mencerminkan bagaimana perusahaan-perusahaan di ASEAN mampu menggabungkan kekuatan yang telah terbangun lama dengan strategi pertumbuhan yang tepat untuk bersaing di tingkat global,” ucapnya. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/bri-jadi-merek-paling-bernilai-di-indonesia-dalam-daftar-global-500-2026-versi-brand-finance-corporate-rebranding-jadi-kunci-penguatan-posisi-di-panggung-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
