<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Commuter Line &#8211; Face Indonesia</title>
	<atom:link href="https://faceindonesia.co.id/tag/commuter-line/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<description>Wajah Baru Informasi Digital</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2026 08:00:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://faceindonesia.co.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Fa_Logo-FACE-Datar-scaled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Commuter Line &#8211; Face Indonesia</title>
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Commuter Line Basoetta Layani 1 Juta Pelanggan hingga Mei 2026</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/commuter-line-basoetta-layani-1-juta-pelanggan-hingga-mei-2026/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/commuter-line-basoetta-layani-1-juta-pelanggan-hingga-mei-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 13:45:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Basoetta]]></category>
		<category><![CDATA[Commuter Line]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Layani 1 Juta Pelanggan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=19104</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDOESIA.CO.ID &#8211; Bagi banyak masyarakat, Senin pagi menjadi awal dari berbagai aktivitas penting. Pekerja berangkat&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDOESIA.CO.ID</strong> &#8211; Bagi banyak masyarakat, Senin pagi menjadi awal dari berbagai aktivitas penting. Pekerja berangkat menuju kantor, pelaku usaha menjalankan bisnis, sementara wisatawan dan pengguna jasa penerbangan melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan. Dalam situasi tersebut, kepastian waktu perjalanan menjadi kebutuhan yang semakin penting, terutama bagi masyarakat yang bepergian dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.</p>
<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan Commuter Line Basoetta pada periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 1.013.574 pelanggan. Angka tersebut meningkat 14,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 883.065 pelanggan.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Basoetta sebagai pilihan transportasi yang mampu memberikan kepastian perjalanan di tengah padatnya mobilitas kawasan Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>“Mobilitas masyarakat terus meningkat dan kebutuhan terhadap transportasi yang dapat diandalkan semakin besar. Commuter Line Basoetta hadir sebagai pilihan perjalanan yang membantu pelanggan mengatur waktu dengan lebih baik, baik untuk bekerja, berbisnis, maupun melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat,” ujar Anne.</p>
<p>Commuter Line Basoetta menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan pusat Kota Jakarta melalui enam stasiun pemberhentian, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Batu Ceper, Rawa Buaya, Duri, BNI City, dan Manggarai. Layanan ini memudahkan pelanggan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai kawasan bisnis, pusat pemerintahan, kawasan komersial, hingga jaringan transportasi perkotaan lainnya.</p>
<p>Peran layanan ini semakin penting mengingat Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan gerbang udara utama Indonesia. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, bandara ini melayani 34,76 juta penumpang dan 229 ribu pergerakan pesawat sepanjang tahun 2025. Bandara Soekarno-Hatta juga menjadi pusat penerbangan domestik dan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai kota di dalam maupun luar negeri.</p>
<p>Tingginya aktivitas penerbangan tersebut menjadikan kebutuhan akan transportasi lanjutan yang efisien semakin relevan. Dengan jalur perjalanan yang terpisah dari kepadatan lalu lintas jalan raya, Commuter Line Basoetta memberikan alternatif mobilitas yang lebih terukur bagi masyarakat. Pelanggan dapat memperkirakan waktu keberangkatan dan kedatangan dengan lebih baik sehingga perjalanan menuju pusat kota maupun menuju bandara dapat berlangsung lebih nyaman.</p>
<p>KAI terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Penguatan kualitas pelayanan, peningkatan kenyamanan di stasiun dan selama perjalanan, pengembangan integrasi antarmoda, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari langkah berkelanjutan yang dilakukan perusahaan.</p>
<p>Anne menambahkan bahwa transportasi publik yang andal memiliki kontribusi penting dalam mendukung produktivitas masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi perkotaan.</p>
<p>“Setiap menit memiliki nilai bagi masyarakat yang beraktivitas. Karena itu, KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang membantu pelanggan melakukan perjalanan dengan lebih pasti, nyaman, dan efisien. Kami berharap Commuter Line Basoetta dapat terus menjadi pilihan masyarakat untuk menghubungkan bandara dengan pusat Kota Jakarta,” tutup Anne. (ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/commuter-line-basoetta-layani-1-juta-pelanggan-hingga-mei-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dirut KAI Pastikan Kesiapan Bogor Line 12 Kereta</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/dirut-kai-pastikan-kesiapan-bogor-line-12-kereta/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/dirut-kai-pastikan-kesiapan-bogor-line-12-kereta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 15:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Anne Purba]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor Line 12 Kereta]]></category>
		<category><![CDATA[Commuter Line]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Bogor Paledang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=18444</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama DJKA Kementerian Perhubungan RI terus mempersiapkan peningkatan&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama DJKA Kementerian Perhubungan RI terus mempersiapkan peningkatan kapasitas layanan melalui pengembangan Stasiun Bogor dan penguatan konektivitas Stasiun Bogor Paledang. Dalam peninjauan langsung pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor pada Senin (1/6), Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan percepatan pekerjaan yang berjalan menjadi langkah penting untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap layanan Commuter Line.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line,&#8221; ujar Bobby.</p>
<p>Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 telah dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Perpanjangan peron dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line 12 kereta (SF12) yang memiliki kapasitas angkut lebih besar.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pertumbuhan pelanggan Bogor Line menunjukkan tren yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022 volume pelanggan tercatat sebanyak 102.054.022 pelanggan, meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 145.920.264 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 155.009.997 pelanggan pada 2025. Hingga April 2026, volume pelanggan Bogor Line telah mencapai 51.868.066 pelanggan. Dalam kurun tiga tahun terakhir, volume pelanggan Bogor Line bertambah sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh sekitar 51,9 persen.</p>
<p>Menurut Anne, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa Bogor Line telah berkembang menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat Jabodetabek.</p>
<p>Seiring bertambahnya jumlah pelanggan dari tahun ke tahun, kebutuhan terhadap kapasitas layanan yang lebih besar juga terus meningkat, baik di dalam perjalanan maupun pada simpul-simpul layanan seperti stasiun.</p>
<p>Karakteristik pengguna KRL menunjukkan bahwa 91 persen pelanggan berada pada usia produktif, sementara 52 persen perjalanan dilakukan untuk bekerja maupun bersekolah. Sebanyak 42 persen pengguna merupakan pegawai swasta dan 55 persen memiliki tingkat penghasilan hingga Rp5 juta per bulan. Data tersebut menggambarkan peran strategis transportasi berbasis rel dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setiap hari.</p>
<p>Dinamika tersebut terlihat jelas di Stasiun Bogor yang menjadi titik awal dan akhir perjalanan bagi jutaan pelanggan setiap tahunnya. Sebagai stasiun utama pada koridor Bogor Line, aktivitas pelanggan di stasiun ini terus bertumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.</p>
<p>Sepanjang tahun 2025, volume pelanggan yang melakukan gate in mencapai 18.199.619 pelanggan dan gate out sebanyak 18.171.350 pelanggan. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang mencatat gate in sebanyak 17.124.802 pelanggan dan gate out sebesar 17.276.284 pelanggan. Pada periode Januari hingga April 2026, volume gate in telah mencapai 6.140.074 pelanggan dan gate out sebanyak 5.959.832 pelanggan.</p>
<p>Tingginya aktivitas pelanggan tersebut berjalan beriringan dengan intensitas perjalanan Commuter Line yang juga sangat tinggi. Saat ini terdapat 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan yang dilayani di Stasiun Bogor. Frekuensi tersebut menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan aktivitas operasional paling tinggi di jaringan Commuter Line Jabodetabek.</p>
<p>Pertumbuhan mobilitas di kawasan Bogor juga mendorong semakin eratnya keterhubungan dengan wilayah di sekitarnya. Dari Stasiun Bogor, pelanggan kini dapat melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi melalui Stasiun Bogor Paledang yang terhubung melalui skybridge antarstasiun. Kehadiran fasilitas ini memudahkan perpindahan pelanggan dari Commuter Line menuju KA Pangrango, sekaligus memperkuat integrasi dengan layanan Trans Pakuan dan JR Connexion yang memperluas jangkauan perjalanan masyarakat dari dan menuju kawasan Bogor.</p>
<p>Kemudahan konektivitas tersebut turut tercermin pada peningkatan jumlah pelanggan KA Pangrango yang melayani koridor Bogor–Sukabumi. Jumlah pelanggan meningkat dari 786.001 pelanggan pada 2023 menjadi 874.789 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 1.109.398 pelanggan pada 2025. Pada triwulan pertama 2026, layanan ini telah melayani 281.659 pelanggan. Tren pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan mobilitas antara Bogor dan Sukabumi yang ditopang oleh transportasi berbasis rel.</p>
<p>Pertumbuhan pelanggan pada Bogor Line, tingginya aktivitas di Stasiun Bogor, serta meningkatnya konektivitas menuju Sukabumi menjadi dasar bagi KAI untuk terus memperkuat kapasitas layanan pada koridor ini.</p>
<p>Melalui perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8, Stasiun Bogor dipersiapkan untuk mendukung operasional rangkaian SF12 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar dalam satu perjalanan sehingga distribusi pelanggan dapat berjalan lebih optimal, terutama pada jam-jam sibuk. Selain meningkatkan kapasitas layanan, pengembangan ini juga memperkuat peran Stasiun Bogor sebagai simpul integrasi yang menghubungkan mobilitas perkotaan dengan perjalanan menuju wilayah selatan Jawa Barat.</p>
<p>Selain pekerjaan pada area peron, pengembangan yang dilakukan juga mencakup pembangunan kanopi baru yang terhubung dengan area selasar stasiun guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berpindah jalur maupun menunggu perjalanan.</p>
<p>Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan pembangunan konstruksi calon peron baru. Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan kelancaran pelayanan pelanggan.</p>
<p>Selama proses pekerjaan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter terus melakukan pengaturan arus pelanggan, optimalisasi pelayanan petugas, serta penyampaian informasi perjalanan secara intensif.<br />
Rekayasa arus pelanggan juga diterapkan pada periode sibuk guna menjaga kelancaran mobilitas di area stasiun.</p>
<p>Pelanggan yang menuju Hall Barat dapat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang, sementara akses menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor tetap dioptimalkan untuk mendukung kelancaran pergerakan pelanggan.</p>
<p>Dalam peninjauan tersebut, Bobby didampingi Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra, Direktur Operasi KAI Awan Hermawan Purwadinata, Direktur Pengelola Sarana Prasarana KAI Heru Kuswanto, Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Dadan Rudiansyah, Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas, serta jajaran manajemen KAI lainnya.</p>
<p>&#8220;Bogor Line merupakan koridor dengan volume pelanggan terbesar di jaringan Commuter Line Jabodetabek. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas layanan akan terus kami lakukan secara bertahap. Pengembangan Stasiun Bogor, penguatan konektivitas melalui Bogor Paledang, serta integrasi antarmoda menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan terhubung bagi masyarakat,&#8221; tutup Anne. (ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/dirut-kai-pastikan-kesiapan-bogor-line-12-kereta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mobilitas Perkotaan Jawa Timur Terus Tumbuh, Commuter Line Surabaya Perkuat Pergerakan Harian dan Akses Layanan Dasar</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/mobilitas-perkotaan-jawa-timur-terus-tumbuh-commuter-line-surabaya-perkuat-pergerakan-harian-dan-akses-layanan-dasar/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/mobilitas-perkotaan-jawa-timur-terus-tumbuh-commuter-line-surabaya-perkuat-pergerakan-harian-dan-akses-layanan-dasar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 22:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Layanan Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Commuter Line]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Mobilitas Perkotaan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=14754</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Surabaya dan kawasan sekitarnya berkembang sebagai satu kesatuan ruang aktivitas yang semakin terhubung.&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> &#8211; Surabaya dan kawasan sekitarnya berkembang sebagai satu kesatuan ruang aktivitas yang semakin terhubung. Pergerakan masyarakat antara Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto hingga Malang menunjukkan intensitas yang terus meningkat, seiring pertumbuhan kawasan hunian, pusat ekonomi, serta aktivitas pendidikan dan layanan publik.</p>
<p>Pada periode Januari hingga Maret 2026, layanan Commuter Line di Area VIII Surabaya melayani 4.067.386 pelanggan. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 3.689.565 pelanggan, serta melanjutkan tren pertumbuhan dari 3.432.759 pelanggan pada 2024 dan 3.118.491 pelanggan pada 2023. Peningkatan ini menjadi potret perubahan pola mobilitas masyarakat yang semakin mengandalkan transportasi publik berbasis rel untuk aktivitas harian.</p>
<p>Pergerakan pelanggan terlihat dominan pada jam sibuk pagi dan sore hari, terutama pada relasi yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat kegiatan. Pola ini memperlihatkan terbentuknya jaringan komuter lintas kota yang semakin kuat di Jawa Timur.</p>
<p>Layanan Commuter Line Surabaya menghubungkan berbagai wilayah strategis melalui lintas Surabaya–Blitar, Surabaya–Malang, Surabaya–Pasuruan, hingga Surabaya–Cepu dan Bojonegoro. Konektivitas ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menjangkau pusat ekonomi, kawasan pendidikan, serta fasilitas kesehatan rujukan dalam satu sistem perjalanan yang terintegrasi.</p>
<p>Akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan menjadi bagian penting dari pergerakan ini. Perjalanan yang terjadwal dan terjangkau membantu pelajar mencapai pusat pendidikan lintas kota, serta memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap di kota-kota besar.</p>
<p>Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur tahun 2025 menunjukkan bahwa struktur penduduk Jawa Timur masih didominasi usia produktif (15–64 tahun), dengan proporsi terbesar terhadap total populasi. Di sisi lain, jumlah penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) juga terus meningkat. Kondisi ini mendorong kebutuhan sistem transportasi yang mampu melayani mobilitas aktif sekaligus tetap inklusif bagi seluruh kelompok usia.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah pelanggan mencerminkan kebutuhan mobilitas yang semakin besar di kawasan perkotaan.</p>
<p>“Pergerakan masyarakat di Surabaya dan sekitarnya menunjukkan tren yang terus meningkat. Layanan Commuter Line mendukung aktivitas harian dengan perjalanan yang lebih terukur, baik untuk bekerja, pendidikan, maupun kebutuhan layanan lainnya,” ujar Anne.</p>
<p>Dengan kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan, kereta api mampu melayani mobilitas masyarakat secara efisien sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya. Sistem perjalanan yang terjadwal juga memberikan kepastian waktu tempuh bagi pelanggan.</p>
<p>KAI terus melakukan penyesuaian layanan melalui peningkatan kapasitas, penguatan frekuensi perjalanan, serta pengembangan integrasi dengan moda lanjutan di sekitar stasiun. Upaya ini diarahkan untuk menjaga kelancaran mobilitas dan meningkatkan kualitas perjalanan pelanggan.</p>
<p>“Mobilitas masyarakat Jawa Timur terus tumbuh dan semakin terhubung. Dengan kebutuhan yang meningkat, pengembangan transportasi yang lebih modern, termasuk elektrifikasi yang mendukung kapasitas angkut lebih besar dan lebih ramah lingkungan perlu dipercepat agar akses masyarakat pada layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi semakin mudah,” tutup Anne. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/mobilitas-perkotaan-jawa-timur-terus-tumbuh-commuter-line-surabaya-perkuat-pergerakan-harian-dan-akses-layanan-dasar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stasiun Jatinegara Kian Strategis sebagai Titik Integrasi KA Jarak Jauh dan Commuter Line</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/stasiun-jatinegara-kian-strategis-sebagai-titik-integrasi-ka-jarak-jauh-dan-commuter-line/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/stasiun-jatinegara-kian-strategis-sebagai-titik-integrasi-ka-jarak-jauh-dan-commuter-line/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 00:30:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Commuter Line]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Jatinegara]]></category>
		<category><![CDATA[Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Titik Integrasi KA Jarak Jauh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=11692</guid>

					<description><![CDATA[Hari Ini Akan Melayani Lebih Dari 1.697 Pelanggan Berangkat dan 3.632 Pelanggan Turun KA Jarak&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><strong><em>Hari Ini Akan Melayani Lebih Dari 1.697 Pelanggan Berangkat dan 3.632 Pelanggan Turun KA Jarak Jauh</em></strong></p>
<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> &#8211; Stasiun Jatinegara terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung mobilitas masyarakat di Jakarta. Pada masa Angkutan Lebaran 2026, stasiun ini berfungsi sebagai titik integrasi antara layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan Commuter Line, sekaligus menjadi alternatif naik dan turun pelanggan selain Stasiun Pasarsenen dan Gambir.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan posisi Stasiun Jatinegara kian penting karena mampu melayani mobilitas antarkota dan mobilitas perkotaan secara bersamaan dalam satu simpul perjalanan.</p>
<p>“Stasiun Jatinegara memegang peran strategis sebagai titik integrasi antara KA Jarak Jauh dan Commuter Line. Posisi ini memberi pelanggan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel, baik untuk berangkat, turun, maupun melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Jabodetabek,” ujar Anne.</p>
<p>Pada 19 Maret 2026, Stasiun Jatinegara tercatat akan melayani 1.697 pelanggan KA Jarak Jauh berangkat dan 3.632 pelanggan KA Jarak Jauh turun. Sementara itu, selama periode 11 hingga 18 Maret 2026, pergerakan pengguna Commuter Line di Stasiun Jatinegara juga tercatat cukup tinggi, dengan volume mencapai 81.792 pengguna gate in dan 77.558 pengguna gate out.</p>
<p>Besarnya pergerakan tersebut menegaskan peran Stasiun Jatinegara sebagai simpul integrasi yang menghubungkan perjalanan antarkota dan mobilitas harian masyarakat perkotaan. Pelanggan KA Jarak Jauh memiliki kemudahan untuk melanjutkan perjalanan dengan Commuter Line ke berbagai titik tujuan, sementara pengguna Commuter Line juga memperoleh akses yang lebih praktis menuju layanan KA Jarak Jauh dari stasiun yang lokasinya strategis di Jakarta Timur.</p>
<p>Secara kumulatif selama periode 11 Maret hingga 18 Maret 2026, Stasiun Jatinegara telah melayani 15.706 pelanggan KA Jarak Jauh naik dan 25.561 pelanggan KA Jarak Jauh turun. Capaian ini memperlihatkan bahwa Jatinegara kian diperhitungkan sebagai alternatif keberangkatan dan kedatangan pelanggan KA Jarak Jauh di Jakarta.</p>
<p>Menurut Anne, kekuatan utama Stasiun Jatinegara terletak pada konektivitas yang memudahkan pelanggan berpindah layanan dalam satu kawasan perjalanan.</p>
<p>“Integrasi di Stasiun Jatinegara memberi kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan setelah turun dari KA Jarak Jauh ataupun menuju stasiun keberangkatan dengan Commuter Line. Akses yang semakin tersambung membuat perjalanan lebih praktis dan memberi lebih banyak pilihan bagi masyarakat, terutama pada masa Angkutan Lebaran,” tutup Anne. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/stasiun-jatinegara-kian-strategis-sebagai-titik-integrasi-ka-jarak-jauh-dan-commuter-line/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyambut 2026, Stasiun Jatake Terus Dipersiapkan untuk Perkuat Layanan Commuter Line Rangkasbitung</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/menyambut-2026-stasiun-jatake-terus-dipersiapkan-untuk-perkuat-layanan-commuter-line-rangkasbitung/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/menyambut-2026-stasiun-jatake-terus-dipersiapkan-untuk-perkuat-layanan-commuter-line-rangkasbitung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 15:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Commuter Line]]></category>
		<category><![CDATA[KAI]]></category>
		<category><![CDATA[Rangkasbitung]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Jatake]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=3297</guid>

					<description><![CDATA[KAI dan DJKA Kemenhub rampungkan uji prasarana dan kesiapan operasional demi keselamatan dan kenyamanan pengguna&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><strong>KAI dan DJKA Kemenhub rampungkan uji prasarana dan kesiapan operasional demi keselamatan dan kenyamanan pengguna</strong></p>
<p><span style="color: #ff6600"><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong></span> &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan kesiapan Stasiun Jatake yang berlokasi di Kelurahan Jatake–Kelurahan Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, sebagai bagian dari penguatan layanan Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Menyambut tahun 2026, stasiun baru ini terus dipersiapkan melalui tahapan finalisasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, sebelum mulai melayani masyarakat.</p>
<p>Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pengembangan Stasiun Jatake merupakan bagian dari strategi peningkatan kapasitas dan kualitas layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta. Lintas Rangkasbitung terus mencatat pertumbuhan pengguna yang signifikan, dari 43.317.716 pengguna pada 2022, meningkat menjadi 62.085.471 pengguna pada 2023, kemudian 69.999.362 pengguna pada 2024, dan mencapai 70.496.181 pengguna sepanjang Januari–November 2025.</p>
<p>“Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi massal yang andal terus meningkat. Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih tertata, serta distribusi penumpang yang lebih merata,” ujar Bobby.</p>
<p>Stasiun Jatake dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang memadukan fungsi transportasi dan aktivitas kawasan. Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi. Berada di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, stasiun ini memiliki peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter, serta diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari.</p>
<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa fasilitas Stasiun Jatake dirancang untuk mendukung kebutuhan pengguna Commuter Line secara menyeluruh. Di dalam gedung stasiun tersedia area aktivitas penumpang, zona komersial, serta ruang perkantoran KAI. Area luar dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi.</p>
<p>“Stasiun Jatake dipersiapkan sebagai simpul layanan baru yang mendukung kelancaran naik turun penumpang sekaligus mendorong pergerakan ekonomi kawasan yang terus berkembang,” kata Anne.</p>
<p>Dari sisi layanan, Stasiun Jatake akan melayani Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang mencakup Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Cicayur, Jatake, Parung Panjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Cikoya, Maja, Citeras, hingga Rangkasbitung. Penambahan stasiun ini diharapkan memperkuat distribusi penumpang dan meningkatkan kelancaran mobilitas harian masyarakat.</p>
<p>Hingga akhir November 2025, progres pembangunan Stasiun Jatake telah mencapai 98,56 persen, mencakup prasarana utama dan fasilitas penunjang. Saat ini, KAI bersama DJKA Kemenhub tengah menjalani tahap akhir berupa uji prasarana dan kesiapan operasional guna memastikan aspek keselamatan dan keamanan sebelum stasiun beroperasi.</p>
<p>Sinergi KAI dan DJKA Kemenhub dalam pengembangan Stasiun Jatake menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan perkeretaapian yang andal, aman, dan berorientasi pada kepentingan publik.</p>
<p>“Dengan penguatan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keandalan layanan, kehadiran Stasiun Jatake diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai pilihan utama mobilitas harian di kawasan Tangerang dan sekitarnya,” tutup Anne. <strong>(San)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/menyambut-2026-stasiun-jatake-terus-dipersiapkan-untuk-perkuat-layanan-commuter-line-rangkasbitung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
