<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Face Indonesia</title>
	<atom:link href="https://faceindonesia.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<description>Wajah Baru Informasi Digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2026 23:04:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://faceindonesia.co.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Fa_Logo-FACE-Datar-scaled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Face Indonesia</title>
	<link>https://faceindonesia.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Raih WTP, Kemendikdasmen Perkuat Akuntabilitas Pendidikan</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/raih-wtp-kemendikdasmen-perkuat-akuntabilitas-pendidikan/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/raih-wtp-kemendikdasmen-perkuat-akuntabilitas-pendidikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 00:07:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuat Akuntabilitas Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Raih WTP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22528</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Di tengah pelaksanaan berbagai program prioritas pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Di tengah pelaksanaan berbagai program prioritas pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta mencatat realisasi anggaran mencapai 96,64 persen sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Capaian tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&#8217;ti, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, di Jakarta, pada Rabu (15/7), sebagai bagian dari laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan kementerian.</p>
<p>Menurut Menteri Mu&#8217;ti, keberhasilan berbagai program pendidikan nasional tidak dapat dilepaskan dari penguatan tata kelola pemerintahan yang baik. &#8220;Tercapainya sasaran yang berdampak kepada masyarakat tidak terlepas dari dukungan keberhasilan tata kelola yang baik, akuntabel, transparan, dan berkualitas,&#8221; ujar Menteri Mu&#8217;ti.</p>
<p>Ia menuturkan bahwa sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen mengelola anggaran sebesar Rp64,34 triliun dengan realisasi mencapai Rp62,17 triliun atau 96,64 persen. Jika tidak memperhitungkan pagu yang diblokir, realisasi anggaran kementerian mencapai 98,55 persen.</p>
<p>Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas pendidikan, mulai dari bantuan Digitalisasi Pembelajaran, Revitalisasi Satuan Pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP), Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga penguatan pendidikan vokasi dan peningkatan mutu pembelajaran.</p>
<p>Dari sisi akuntabilitas keuangan negara, Laporan Keuangan Kemendikdasmen Tahun 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. &#8220;Laporan Keuangan Kemendikdasmen Tahun 2025 ini telah diaudit oleh BPK RI dan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),&#8221; kata Menteri Mu&#8217;ti.</p>
<p>Selain itu, Kemendikdasmen juga memperoleh predikat BB untuk Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), Predikat A untuk Indeks Pelayanan Publik, serta Indeks Kepuasan Pemangku Kepentingan sebesar 88,70 dengan kategori Sangat Baik. &#8220;Hal ini menunjukkan bahwa Kemendikdasmen dalam mengawal kinerjanya dapat membangun kemitraan yang baik, dan mampu memenuhi ekspektasi seluruh mitra strategis,&#8221; ujar Menteri Mu&#8217;ti.</p>
<p>Pada tahun 2026, Kemendikdasmen memperoleh pagu anggaran sebesar Rp56,68 triliun yang kemudian menjadi Rp50,02 triliun setelah efisiensi anggaran. Pemerintah selanjutnya menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp57,71 triliun untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional serta penanganan layanan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatra.</p>
<p>&#8220;Kemendikdasmen senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan negara guna mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),&#8221; pungkas Menteri Mu&#8217;ti.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian turut mengapreasi capaian kinerja Kemendikdasmen tahun 2025. “Komisi X DPR RI mengapresiasi capaian opini BPK atas Laporan Keuangan Kemendikdasmen RI Tahun 2025 dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta mendorong untuk mempertahankannya pada tahun-tahun berikutnya, dengan memperhatikan pengalaman lampau,” ucap Hetifah dalam pernyataan yang disampaikan mewakili Komisi X DPR RI.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/raih-wtp-kemendikdasmen-perkuat-akuntabilitas-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemendikdasmen Sambut Peraih Medali IPhO 2026</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/kemendikdasmen-sambut-peraih-medali-ipho-2026/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/kemendikdasmen-sambut-peraih-medali-ipho-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 23:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[Mariman Darto]]></category>
		<category><![CDATA[Peraih Medali IPhO 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22524</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyambut kepulangan Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyambut kepulangan Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia yang berhasil membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu dari ajang 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026 di Bucaramanga, Kolombia. Prestasi ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya, di mana Indonesia meraih tiga medali perunggu dan dua sebutan terhormat (honorable mention).</p>
<p>Kepulangan lima murid terbaik bangsa ini disambut langsung oleh perwakilan Kemendikdasmen, Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (SAM) bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, dan Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono di bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Selasa (14/7). Keberhasilan ini dipandang sebagai hasil nyata dari proses pembinaan talenta yang berkelanjutan dan dedikasi tinggi para peserta di kancah internasional.</p>
<p>Mariman Darto yang hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menyampaikan apresiasi serta terima kasih yang mendalam atas dedikasi seluruh tim. ”Bapak Menteri secara khusus menitipkan salam dan ucapan terima kasih banyak. Beliau memberikan atensi yang begitu besar kepada para murid kita yang telah berjuang di ajang International Physics Olympiad ini,” ujar Mariman.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kementerian berharap prestasi ini menjadi fondasi bagi mereka untuk tumbuh menjadi periset, inovator, serta pemimpin bangsa masa depan yang mampu mengimplementasikan ilmunya demi kemaslahatan bangsa.</p>
<p>Mariman juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan karier belajar para delegasi, termasuk dukungan penempatan di perguruan tinggi terbaik yang kini dapat diperoleh sebagai bentuk apresiasi negara.</p>
<p>Kepala Puspresnas, Irene, menambahkan bahwa efektivitas pembinaan yang dimulai dari tingkat sekolah hingga Pelatihan Nasional (Pelatnas) menjadi kunci peningkatan prestasi ini. ”Melalui pengembangan potensi yang terus ditingkatkan, anak-anak akan mendapatkan manfaat nyata seperti Beasiswa Talenta Indonesia agar karier belajar mereka tetap terjamin,” jelas Irene.</p>
<p>Perjuangan di Kolombia menyisakan kesan mendalam bagi para anggota tim. Evan Syatia To, murid SMAK Penabur Gading Serpong peraih medali emas, menceritakan tantangan fisik berupa perbedaan waktu 12 jam yang sempat membuatnya sulit beristirahat, namun materi Pelatnas yang luas membantunya tetap fokus saat tes teori dan eksperimen.</p>
<p>Refleksi atas hal tersebut juga diungkapkan oleh anggota tim lainnya. Gusti Komang Abhika Atmaja, peraih medali perak dari SMAK Kesatuan Bangsa Yogyakarta, mengakui dinamika yang ia hadapi saat tes. ”Target saya sebenarnya ingin dapat emas, tapi karena ada beberapa hal yang terjadi saat tes, akhirnya saya mendapatkan perak. Namun, saya telah memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Abhika.</p>
<p>Kebahagiaan senada dirasakan oleh Ackhava Adam Malonda, murid SMA Wardaya Jakarta, yang meraih medali perak pada debut internasionalnya. ”Karena ini kali pertama bagi saya, mendapatkan medali apa pun sudah sangat baik, dan saya sangat bersyukur bisa meraih medali perak ini,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta menekankan nilai dari setiap proses yang dilalui. ”Secara ideal kita ingin memberikan yang terbaik, namun membawa pulang medali apa pun adalah sebuah hikmah besar bagi kami,” jelas Arrow.</p>
<p>Ketangguhan mental juga ditunjukkan oleh Juan Richie dari SMA Kristen Immanuel Pontianak, ”Jujur target saya emas, namun karena ada duka dan kendala saat tes, saya meraih perunggu. Meski begitu, apa pun hasil yang kita dapatkan harus tetap disyukuri sebagai pencapaian bersama,” pungkas Juan.</p>
<p>Ketangguhan Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia di lapangan juga diakui oleh para pembina (team leader) yang mendampingi mereka selama di Kolombia. Budhy Kurniawan dari Fakultas Matematika dan IPA Universitas Indonesia (FMIPA UI) mengungkapkan bahwa meski harus menempuh 36 jam perjalanan dan aturan ketat seperti penyimpanan gawai, semangat lima murid ini tetap luar biasa. ”Secara intelegensia, murid kita tidak kalah dengan negara lain. Yang kami pupuk terus adalah kestabilan emosi dan jiwa pemenang agar mereka tetap percaya diri menghadapi delegasi lain yang secara fisik mungkin lebih besar,” ujar Budi.</p>
<p>Senada dengan itu, Getbogi Hikmawan dari Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) menambahkan bahwa tim ini menunjukkan kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap lingkungan di Kolombia yang secara iklim serupa dengan Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti penting peran negara dalam mengonversi potensi besar demografi Indonesia menjadi prestasi nyata melalui pembinaan yang terukur. ”Prestasi ini naik bukan hanya karena potensi anak-anak, tetapi juga bagaimana kita mengelola pola pendampingan yang mendorong mereka terus berkembang,” pungkas Getbogi.</p>
<p>Capaian tim IPhO 2026 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh murid di Indonesia untuk terus mencintai ilmu pengetahuan dan berprestasi. Kemendikdasmen melalui Puspresnas terus berkomitmen memperkuat ekosistem manajemen talenta nasional demi mencetak generasi emas yang berkarakter dan berdaya saing global.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/kemendikdasmen-sambut-peraih-medali-ipho-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alumni SMK Sukses Berkarier dan Berwirausaha</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/alumni-smk-sukses-berkarier-dan-berwirausaha/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/alumni-smk-sukses-berkarier-dan-berwirausaha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 22:29:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni SMK]]></category>
		<category><![CDATA[Berwirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses Berkarier]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22521</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Sapa Murid SMK 2026 dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Sapa Murid SMK 2026 dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak hanya memberikan suntikan semangat, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi para murid baru SMK. Inspirasi tersebut datang dari berbagai sumber, salah satunya melalui kisah sukses para alumni SMK yang berkesempatan berbagi pengalaman dalam sesi Gelar Wicara Sapa Murid SMK 2026 yang diselenggarakan pada Senin (13/7).</p>
<p>Di hadapan peserta Sapa Murid SMK 2026, para alumni membagikan perjalanan mereka dalam membangun karier dan merintis usaha sejak masih duduk di bangku SMK. Kisah-kisah inspiratif tersebut semakin menegaskan bahwa pendidikan kejuruan mampu menjadi pijakan untuk berkarya, berwirausaha, bahkan menembus pasar global.</p>
<p>Salah satu alumni yang hadir adalah Nai’in, alumnus SMKN 4 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan Konsentrasi Keahlian Tata Boga, yang kini sukses mengembangkan bisnis pastry and bakery. Nai’in bercerita bahwa keputusan mengambil SMK datang dari dalam dirinya. Ia yang sejak kecil telah menyukai bidang kuliner mencari tahu lebih dalam sekolah-sekolah yang memiliki jurusan kuliner.</p>
<p>“Kebetulan orang tua punya usaha di bidang kuliner jadi sejak kecil saya sudah terbiasa berkecimpung di dunia tersebut dan mungkin itu yang membuat saya suka bidang ini. Ketika saya duduk di bangku SMK pun, saya mulai merintis usaha pastri. Sistemnya PO (pre-order) yang kemudian saya antar setiap Sabtu dan Minggu,” ucap Nai’in.</p>
<p>Pendidikan di SMK memberikan ilmu baru bagi Nai’in. Pengalamannya ini kemudian diperdalam kembali saat ia mengikuti praktik kerja lapangan (PKL). Sembari ia mempraktikkan ilmu yang didapat di sekolah, Nai’in pun menyerap ilmu yang ia lihat di tempat PKL. Dari kegigihan dan keuletan tersebut, usaha yang telah dirintis sejak bangku SMK mulai membuahkan hasil. Nai’in memiliki 2 cabang toko pastry dan bakery dan 3 cabang kedai kopi yang diberi nama Ayong Cafe.</p>
<p>“PKL adalah momen di mana saya banyak menyerap pengetahuan yang membantu saya dalam mengembangkan bisnis. Untuk berada di titik ini sangat tidak mudah. Kuncinya sejak SMK kita harus belajar dan tunjukkan kemampuan terbaik. Sekolah bukan sekadar sekolah tapi cari kegiatan yang bisa mengasah kemampuan, baik hard skills maupun soft skills. Masa sekolah adalah waktu kita untuk eksplor diri,” terang Nai’in.</p>
<p>Senada dengan Na’in, Ghea Safferina, alumnus SMK Telkom Malang, Jawa Timur, dari Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak, juga membagikan kisah suksesnya yang berawal dari bangku SMK. Sejak awal, Ghea menyadari bahwa ia lebih menyukai model pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik. Menurutnya, pendekatan tersebut ia temukan saat menempuh pendidikan di SMK.</p>
<p>“Memilih SMK adalah keputusan yang sangat tepat dan tidak pernah saya sesali. Saya bisa menjangkau sesuatu yang luas dari proses belajar saya di SMK. Buat saya, SMK seperti tempat yang memberikan banyak pengalaman terutama penyiapan kompetensi dan ini sangat membantu dalam perkembangan karier saya,” ucap Ghea.</p>
<p>Selama bersekolah, Ghea aktif mengikuti berbagai kompetisi. Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga melatih komunikasi, kepercayaan diri, dan kemampuan menyampaikan ide kepada orang lain. Setelah lulus, Ghea melanjutkan studi sambil bekerja. Dengan ilmu yang ia dapat ketika SMK, Ghea berhasil mengembangkan dua jenis bisnis, seperti playground kafe yang telah memiliki cabang di beberapa kota besar di Indonesia dan bisnis produksi mainan edukasi anak dan media belajar yang dijual di seluruh Indonesia dan diekspor ke luar negeri.</p>
<p>“Kalau berani mencoba risikonya adalah gagal, tetapi dengan gagal kita bisa belajar. Mumpung masih di SMK, temukan apa yang benar-benar kalian sukai. Ilmu programmer yang saya dapat dari SMK membantu dalam mengembangkan bisnis saya. Selain itu, pengalaman dari PKL juga membentuk sikap profesionalitas saya. Bagaimana saya harus menjadi pemimpin dan rekan yang baik,” ucap Gea.</p>
<p>Di waktu yang berbeda, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa murid SMK memiliki peluang besar untuk berkarier di berbagai bidang keahlian. Pilihan kariernya setelah lulus pun tidak hanya bertumpu pada satu pilihan saja, tetapi bisa memilih untuk bekerja, melanjutkan studi, atau wirausaha. Proses belajar di jenjang SMK diharapkan mampu membantu murid menemukan minat bakatnya sehingga mereka benar-benar bisa menggali potensi terbaiknya.</p>
<p>“Momentum Sapa Murid SMK 2026 ini saya harapkan bisa mengantarkan murid-murid baru untuk membuka batas pemikiran akan cita-cita ke depan. Lulusan SMK tidak bisa dipandang sebelah mata karena buktinya banyak industri-industri besar, baik lokal maupun global yang mulai mencari talenta-talenta terbaik dari lulusan SMK. Lulusan SMK juga bisa membuka wirausaha. Untuk murid-murid SMK, selamat dan semangat belajar bidangnya masing-masing. Ketekunan akan mengantarkan anak-anakku sekalian mencapai cita-cita mulia di masa depan,” ucap Dirjen Tatang.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/alumni-smk-sukses-berkarier-dan-berwirausaha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budaya Sekolah ASRI Perkuat Ekosistem Pendidikan Bermutu untuk Semua</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/budaya-sekolah-asri-perkuat-ekosistem-pendidikan-bermutu-untuk-semua/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/budaya-sekolah-asri-perkuat-ekosistem-pendidikan-bermutu-untuk-semua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 21:19:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Mu’ti]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Sekolah ASRI]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Pendidikan Bermutu]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[MPLS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22518</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Mewujudkan pendidikan bermutu tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Mewujudkan pendidikan bermutu tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, nyaman, serta dukungan seluruh ekosistem pendidikan.</p>
<p>Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terbangunnya budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui Partisipasi Semesta.</p>
<p>Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&#8217;ti, saat mengunjungi Sekolah Santo Fransiskus, Jakarta, Rabu (15/7), bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).</p>
<p>Menurutnya, sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.</p>
<p>&#8220;Dalam suasana dan bagian dari upaya kami membangun gerakan dan budaya ASRI yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Tadi Romo sudah menyampaikan lingkungannya bersih, lingkungannya nyaman, lingkungan sosialnya membuat kita merasa damai dan tenang di dalamnya. Dan inilah yang ingin kita bangun di semua sekolah di Indonesia termasuk di sekolah Fransiskus ini,&#8221; ujar Abdul Mu&#8217;ti.</p>
<p>Mendikdasmen menjelaskan bahwa upaya tersebut diperkuat melalui penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Kebijakan ini mendorong sekolah menjadi ruang yang menghargai martabat setiap warga sekolah melalui interaksi yang dilandasi penghormatan, ketulusan, dan saling memuliakan.</p>
<p>&#8220;Ketika kita menjadikan pendidikan ini sebagai proses menjalankan misi kenabian, misi profetik, maka tentu saja kita berusaha bagaimana mewujudkan kemuliaan itu dalam cara kita menyapa sesama murid, dalam cara kita menyapa sesama rekan pendidik, dan dalam kita semua berinteraksi di lingkungan sekolah ini. Memuliakan berarti menerima semua dengan penuh ketulusan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Abdul Mu&#8217;ti menegaskan bahwa mewujudkan pendidikan bermutu tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Karena itu, Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.</p>
<p>&#8220;Karena kita berkomitmen bahwa pemerintah ini sebagai penyelenggara negara tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat, dari semua pihak. Karena itu visi Pendidikan Bermutu untuk Semua kami wujudkan dengan Partisipasi Semesta,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dalam semangat tersebut, pemerintah memandang sekolah swasta sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Kontribusi sekolah swasta selama ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan. Karena itu, pemerintah membuka kesempatan yang sama bagi sekolah swasta untuk memperoleh program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan sebagai upaya memperkuat pemerataan layanan pendidikan bermutu.</p>
<p>&#8220;Ketika pertama saya menjadi Menteri, saya ditanya, &#8216;Bagaimana Bapak memandang swasta?&#8217; Jawaban saya sama, swasta adalah mitra. Karena itu kebijakan revitalisasi akan kami selenggarakan, tidak terbatas hanya untuk sekolah negeri saja tetapi juga untuk sekolah swasta,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Salah satu praktik baik dari semangat tersebut terlihat di Sekolah Santo Fransiskus. Ketua Yayasan Santo Fransiskus, Romo Vinsensius Darmnin Mbula, mengatakan sekolah menerima setiap anak tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi ekonomi keluarganya sehingga setiap murid memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan bermutu.</p>
<p>&#8220;Kami menerima anak itu apa adanya. Tetapi kami proses pendidikannya supaya mereka punya harga diri,&#8221; ujar Romo Vinsensius.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui kebijakan pembiayaan yang berpihak kepada peserta didik. Setiap orang tua diberi kesempatan menyampaikan kemampuan ekonominya, sementara sekolah mengoptimalkan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara efisien serta membangun dukungan dari para donatur dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.</p>
<p>Selain itu, sekolah juga memberikan pendampingan yang lebih personal melalui keberadaan social worker yang melakukan kunjungan ke keluarga peserta didik untuk memahami kondisi setiap anak sehingga pendampingan dapat diberikan sesuai kebutuhan masing-masing.</p>
<p>Bagi Sekolah Santo Fransiskus, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menutup akses pendidikan bagi anak. Karena itu, sekolah memberikan ruang kepada setiap orang tua untuk menyampaikan kemampuan mereka dalam membiayai pendidikan anak.</p>
<p>&#8220;Prinsip kami, jangan sampai anak itu tidak sekolah karena dia tidak punya uang. Itu sudah bukan zamannya lagi sekarang,&#8221; ungkap Romo Vinsensius.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen mengajak orang tua memperkuat kolaborasi dengan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan pendidikan memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sebagai satu ekosistem yang saling menguatkan.</p>
<p>&#8220;Kepada para orang tua, percayakan pendidikan di sekolah ini kepada para pendidik di sini. Percayakanlah agar para pendidik dapat melaksanakan tugas yang terbaik. Tolong jangan diintervensi para gurunya. Tolong pula jangan dipolisikan para gurunya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga, Abdul Mu&#8217;ti juga mengingatkan pentingnya pendampingan penggunaan gawai bagi anak. Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 mengenai pembatasan penggunaan gawai bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung perkembangan peserta didik.</p>
<p>&#8220;Bapak Ibu para guru, para orang tua, tolong pandu screen time anak-anak kita. Jangan terlalu banyak di depan layar karena itu bisa merusak kesehatan, merusak otak. Banyak anak mengalami brain rot karena terpapar berbagai macam informasi yang masuk melalui media sosial. Karena itu dampingi mereka dan pandu mereka menggunakan gawai untuk hal yang positif,&#8221; ujar Abdul Mu&#8217;ti.</p>
<p>Menutup kunjungannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada para guru, tenaga kependidikan, bruder, suster, dan seluruh penyelenggara pendidikan yang terus menghadirkan layanan terbaik bagi anak-anak Indonesia. Ia berharap budaya sekolah ASRI tidak hanya menjadi gerakan mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan sehingga cita-cita Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui Partisipasi Semesta dapat terwujud.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/budaya-sekolah-asri-perkuat-ekosistem-pendidikan-bermutu-untuk-semua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MPLS Menjadi Awal Membangun Sekolah yang Memuliakan Setiap Murid</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/mpls-menjadi-awal-membangun-sekolah-yang-memuliakan-setiap-murid/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/mpls-menjadi-awal-membangun-sekolah-yang-memuliakan-setiap-murid/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 20:12:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Membangun Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Memuliakan Setiap Murid]]></category>
		<category><![CDATA[MPLS Ramah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22515</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA,CO.ID &#8211; Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) menjadi momentum membangun budaya sekolah yang ramah,&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA,CO.ID</strong> &#8211; Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) menjadi momentum membangun budaya sekolah yang ramah, aman, dan menghargai setiap murid. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&#8217;ti, saat menghadiri pelaksanaan MPLS di Sekolah Santo Fransiskus, Jakarta, Rabu (15/7).</p>
<p>Di hadapan peserta didik baru, guru, dan tenaga kependidikan, Mendikdasmen mengajak seluruh warga sekolah menjadikan hari pertama sekolah sebagai awal menghadirkan lingkungan belajar yang menerima setiap anak serta mendukung mereka tumbuh menjadi generasi penerus bangsa.</p>
<p>Mendikdasmen Abdul Mu&#8217;ti menegaskan hari pertama sekolah bukan sekadar masa mengenal lingkungan baru, melainkan awal dari proses pendidikan yang akan membentuk karakter, menumbuhkan harapan, dan mengantarkan anak-anak menuju masa depan.</p>
<p>&#8220;Saya merasa sangat berbahagia sekali melihat keceriaan anak-anak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kali saya bertemu anak-anak SD terutama, anak TK, saya merasa memiliki energi baru. Saya merasa memiliki semangat yang lebih, karena saya melihat harapan bangsa ada pada mereka,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menuturkan bahwa setiap anak merupakan titipan Tuhan yang harus dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang mampu melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya sekaligus menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, dan memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya.</p>
<p>Semangat tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan MPLS RAMAH yang menempatkan sekolah sebagai ruang tumbuh bagi seluruh murid.</p>
<p>Melalui pendekatan ini, peserta didik diharapkan datang ke sekolah dengan penuh semangat, memperoleh teman baru, serta merasakan sekolah sebagai rumah kedua yang menghadirkan rasa aman dan harapan.</p>
<p>&#8220;Melalui &#8220;MPLS RAMAH, Kemendikdasmen ingin suasana sekolah yang penuh keceriaan sehingga anak-anak datang ke sekolah dengan semangat, dengan penuh cita-cita. Mereka akan mendapatkan kawan baru, mendapatkan suasana yang baru, serta menjadikan sekolah sebagai rumah kedua, bahkan mungkin sebagian sekolah adalah rumah mereka yang utama. Inilah yang ingin kita bangun bersama-sama,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa sekolah yang ramah tidak hanya diwujudkan melalui lingkungan belajar yang nyaman, tetapi juga melalui sikap seluruh warga sekolah dalam menerima dan mendampingi setiap murid dengan penuh penghormatan.</p>
<p>&#8220;Memuliakan berarti menerima semua murid dengan segala keadaan mereka, dan kita dampingi mereka karena sesungguhnya mereka yang berbeda-beda itu punya potensi yang besar untuk menjadi orang-orang yang besar,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menurut Abdul Mu&#8217;ti, semangat memuliakan setiap murid, Abdul Mu’ti diperkuat melalui pendekatan Deep Learning yang dikembangkan Kemendikdasmen.</p>
<p>Menurutnya pembelajaran tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang tercerahkan, berkarakter, serta mampu menghadirkan kedamaian dan kemajuan di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Belajar yang tidak sekadar mengumpulkan pengetahuan, tapi belajar di mana kita berusaha untuk dapat menjadi manusia yang berilmu, manusia yang tercerahkan dengan pengetahuan, dan manusia yang dengan pengetahuannya menciptakan damai dan kemajuan di mana pun kita berada. Saya merasa bahwa cara kita mendidik tentu harus dengan semangat saling memuliakan. Dan itulah kuncinya,&#8221; ujar Abdul Mu&#8217;ti.</p>
<p>Semangat tersebut telah menjadi bagian dari praktik pendidikan di Sekolah Santo Fransiskus.</p>
<p>Ketua Yayasan Santo Fransiskus, Romo Vinsensius Darmnin Mbula, mengatakan bahwa sekolah menerima setiap anak sebagai pribadi yang berharga tanpa membedakan latar belakang maupun kondisinya. Menurutnya, setiap murid berhak memperoleh layanan pendidikan yang menghargai martabat manusia.</p>
<p>&#8220;Kami menerima mereka apa adanya, sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua tanpa mengecualikan. Pendidikan itu adalah memuliakan martabat murid melalui pembelajaran mendalam (Deep Learning) dan koding kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence),&#8221; kata Romo Darmnin.</p>
<p>Ia menjelaskan, tema MPLS Sekolah Santo Fransiskus tahun ini, &#8220;RAMAH dan Bukalah Pintu Gerbang Kemenangan&#8221;, selaras dengan semangat yang dibangun Kemendikdasmen melalui pelaksanaan MPLS RAMAH.</p>
<p>Sekolah, menghadirkan proses pembelajaran yang ramah, lingkungan sekolah yang ramah, serta akses pendidikan yang terbuka sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.</p>
<p>Pada tahun ajaran 2026/2027, Yayasan Santo Fransiskus menyambut 88 peserta didik baru yang tersebar pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.</p>
<p>Bagi Abdul Mu’ti, mendidik anak merupakan ikhtiar jangka panjang yang membutuhkan ketulusan, kesabaran, dan konsistensi seluruh ekosistem Pendidikan. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan membawa kemajuan bagi bangsa.</p>
<p>&#8220;Mendidik itu seperti menanam pohon. Kita mulai dari menanam biji, kita siram setiap pagi. Menumbuhkannya perlu bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun, tetapi menghancurkannya tidak perlu berjam-jam,&#8221; pungkas Abdul Mu&#8217;ti.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/mpls-menjadi-awal-membangun-sekolah-yang-memuliakan-setiap-murid/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamendikdasmen Dorong MPLS Ramah di Wakatobi</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/wamendikdasmen-dorong-mpls-ramah-di-wakatobi/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/wamendikdasmen-dorong-mpls-ramah-di-wakatobi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 19:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Riza Ul Haq]]></category>
		<category><![CDATA[MPLS]]></category>
		<category><![CDATA[MPLS Ramah di Wakatobi]]></category>
		<category><![CDATA[Wamendikdasmen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22512</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Hari-hari pertama di sekolah bukan hanya masa beradaptasi di kelas, guru, dan teman&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Hari-hari pertama di sekolah bukan hanya masa beradaptasi di kelas, guru, dan teman baru. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi pijakan awal untuk mengenal nilai, budaya aman dan nyaman, serta karakter yang akan membentuk perjalanan belajar murid selama belajar di sekolah tersebut.</p>
<p>Komitmen inilah yang ditunjukkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (16/7).</p>
<p>Dalam suasana yang hangat, Wamen Fajar mengajak 60 murid baru berdiskusi tentang cita-cita, pengalaman mengikuti MPLS, hingga makna bersekolah. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun karakter.</p>
<p>&#8220;Salah satu tujuan kita sekolah adalah melatih supaya kita jujur. Berikutnya supaya pintar, mengembangkan bakat, dan meraih cita-cita,&#8221; ujar Wamen Fajar.</p>
<p>Ia melanjutkan bahwa MPLS bukan hanya mengenalkan ruang kelas atau tata tertib sekolah. Lebih dari itu, MPLS adalah awal pembentukan karakter, tempat murid belajar menghargai teman, menghormati guru, mencintai sekolah, dan menyiapkan masa depan</p>
<p>Semangat membangun lingkungan belajar yang sehat di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan juga tercermin dalam budaya sekolah yang selama ini telah dijalankan. Sekolah mengintegrasikan pendidikan konservasi dalam pembelajaran, membiasakan peserta didik membawa botol minum, memilah sampah organik dan anorganik, mengolah sampah organik menjadi kompos, serta mendorong berbagai kegiatan yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.</p>
<p>Ketua Panitia MPLS SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan, Sariono, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun mengacu pada panduan MPLS Ramah yang diterbitkan Kemendikdasmen.</p>
<p>&#8220;Pelaksanaan MPLS mengacu pada panduan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu, kami menyesuaikannya dengan karakteristik daerah melalui Kurikulum Eduwisata yang mengintegrasikan aspek lingkungan, budaya, dan pariwisata,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa sekolah telah mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak sejak tiga tahun lalu sehingga seluruh guru berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perpeloncoan maupun segala bentuk kekerasan.</p>
<p>Budaya tersebut selaras dengan semangat MPLS Ramah yang tidak hanya membantu murid baru mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memperkenalkan kebiasaan-kebiasaan baik yang menjadi identitas sekolah. Sejak hari pertama, peserta didik diajak memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, melainkan juga ruang untuk membangun karakter, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.</p>
<p>Bagi para murid baru, suasana tersebut memberikan kesan positif sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar sekolah. Salah seorang peserta didik baru, Citra Prisana Fitra Ode, mengaku semakin percaya diri mengikuti MPLS karena suasana sekolah yang hangat.</p>
<p>&#8220;Saya sangat senang dan gembira. Teman-teman sangat antusias sehingga membuat saya semakin percaya diri. Yang paling berkesan adalah guru-gurunya baik dan ramah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Usai berdialog dengan para murid, Wamendikdasmen meninjau hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang telah diterima sekolah. Bantuan revitalisasi tersebut mencakup pembangunan ruang administrasi guru, toilet, dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih nyaman dan layak.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/wamendikdasmen-dorong-mpls-ramah-di-wakatobi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ancol Gratiskan Tiket Anak di Hari Anak Nasional 2026</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/ancol-gratiskan-tiket-anak-di-hari-anak-nasional-2026/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/ancol-gratiskan-tiket-anak-di-hari-anak-nasional-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 18:26:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Ancol Gratiskan Tiket Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Anak Nasional 2026]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22509</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadirkan program Kids Free Ticket ke salah satu Unit Rekreasi di Ancol (Dufan, Sea World Ancol, Samudra Ancol, Atlantis atau Jakarta Bird Land Ancol), sebuah inisiatif yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman rekreasi wisata edukatif dan hiburan di kawasan Ancol. Program ini berlaku khusus untuk periode kunjungan 23–26 Juli 2026.</p>
<p>Daniel Windriatmoko , Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Ancol dalam mendukung momentum Hari Anak Nasional yang setiap tahunnya diperingati sebagai pengingat pentingnya pemenuhan hak anak untuk tumbuh, bermain, belajar, dan berkembang di lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.</p>
<p>“Sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional 2026, Ancol ingin menghadirkan ruang rekreasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi anak dan keluarga,”tuturnya.</p>
<p>“Setiap destinasi rekreasi di Ancol menghadirkan pengalaman yang berbeda. Dufan mengajak anak mengembangkan keberanian dan imajinasi melalui berbagai wahana, Sea World Ancol mengenalkan kehidupan bawah laut, Samudra menghadirkan edukasi mengenai satwa mamalia laut, Atlantis menawarkan aktivitas rekreasi permainan air yang menyenangkan, sementara Jakarta Bird Land memberikan pengalaman berinteraksi dan mengenal beragam spesies burung dari Indonesia maupun mancanegara,”ujarnya.</p>
<p>Program Kids Free Ticket berlaku dengan ketentuan sebagai berikut:</p>
<p>• Gratis tiket diberikan untuk anak berusia hingga 12 tahun.</p>
<p>• Berlaku untuk satu unit rekreasi pilihan (Dufan, Sea World Ancol, Samudra, Atlantis, atau Jakarta Bird Land).</p>
<p>• Periode kunjungan 23–26 Juli 2026.</p>
<p>• Reservasi wajib dilakukan melalui ancol.com paling lambat H-1 sebelum tanggal kunjungan.</p>
<p>• Reservasi program dapat dilakukan melalui ancol.com/tiketharianak.</p>
<p>• 1 (satu) anak hanya dapat memperoleh 1 tiket gratis selama program berlangsung.</p>
<p>• Anak wajib menunjukkan Kartu Identitas Anak (KIA) asli yang masih berlaku saat memasuki unit rekreasi.</p>
<p>• Tiket gratis tidak termasuk tiket masuk kawasan Ancol maupun kendaraan. • Kuota terbatas selama program</p>
<p>“Melalui program ini, Ancol berharap semakin banyak keluarga dapat memanfaatkan Hari Anak Nasional sebagai waktu berkualitas untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak melalui aktivitas rekreasi yang edukatif, inspiratif, dan penuh keceriaan,”terangnya.(DEN)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/ancol-gratiskan-tiket-anak-di-hari-anak-nasional-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNI Perkuat Tata Kelola Penyaluran KUR</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/bni-perkuat-tata-kelola-penyaluran-kur/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/bni-perkuat-tata-kelola-penyaluran-kur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 17:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[BNI]]></category>
		<category><![CDATA[KUR]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Kelola Penyaluran KUR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22484</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat tata kelola penyaluran Kredit&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat tata kelola penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar pembiayaan lebih tepat sasaran, terukur, dan sesuai prinsip kehati-hatian.</p>
<p>Penguatan dilakukan di seluruh tahapan, mulai dari analisis kredit, verifikasi calon debitur, pencairan dana, pemantauan penggunaan kredit, digitalisasi proses, hingga audit berkala.</p>
<p>Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, langkah tersebut merupakan komitmen perseroan menjaga kualitas penyaluran KUR sebagai program pemerintah.</p>
<p>&#8220;BNI terus memperkuat tata kelola penyaluran KUR agar pembiayaan benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang berhak,&#8221; ujar Okki, Rabu (15/7/2026).</p>
<p>Salah satu upaya yang diterapkan adalah analisis kredit secara langsung (one-on-one) kepada petani tanpa melibatkan collection agent (CA). Cara ini memungkinkan bank memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai profil usaha, kebutuhan pembiayaan, kemampuan membayar, hingga rencana penggunaan dana.</p>
<p>BNI juga memperkuat penyaluran kredit berbasis ekosistem (ecosystem-based financing) dengan menggandeng perusahaan inti sebagai offtaker. Skema ini mendukung pendampingan usaha, penyerapan hasil panen, serta pemantauan pelaksanaan kredit.</p>
<p>Selain itu, perseroan menerapkan pembatasan radius layanan untuk mempermudah proses Know Your Customer (KYC), verifikasi usaha, pemantauan lahan, dan pengawasan debitur setelah pencairan.</p>
<p>Dari sisi teknologi, seluruh proses kredit didukung sistem digital sehingga data debitur, lokasi lahan, perkembangan usaha, hingga penggunaan dana dapat dipantau secara lebih terukur.</p>
<p>BNI juga melakukan monitoring dan audit secara rutin guna memastikan dana digunakan sesuai tujuan, kualitas kredit tetap terjaga, serta mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.</p>
<p>Terkait dugaan penyimpangan KUR di Jember, Okki menegaskan kasus tersebut berawal dari laporan BNI kepada aparat penegak hukum setelah ditemukan indikasi pelanggaran dalam proses pengajuan dan penyaluran kredit.</p>
<p>&#8220;BNI menghormati proses hukum yang berjalan dan bersikap kooperatif dalam penyidikan,&#8221; katanya.</p>
<p>BNI menegaskan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk fraud. Setiap pelanggaran, baik yang dilakukan pihak internal maupun eksternal, akan diproses sesuai ketentuan hukum dan aturan perusahaan.</p>
<p>Melalui penguatan tata kelola, analisis langsung kepada petani, pembiayaan berbasis ekosistem, digitalisasi, monitoring, dan audit berkala, BNI berharap penyaluran KUR semakin transparan, tepat sasaran, dan mampu mendukung pelaku usaha produktif. (ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/bni-perkuat-tata-kelola-penyaluran-kur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petrokimia Gresik Raih Pelabuhan Terbaik Nasional 2026</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/petrokimia-gresik-raih-pelabuhan-terbaik-nasional-2026/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/petrokimia-gresik-raih-pelabuhan-terbaik-nasional-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 16:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Koordinator Bidang Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Petrokimia Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Raih Pelabuhan Terbaik Nasional 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Hasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22505</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, meraih&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, meraih penghargaan Pelabuhan Terbaik Nasional dalam asesmen Green and Smart Port (GSP) pada ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026.</p>
<p>Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada puncak acara GSPI ASRI 2026 di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (14/7).</p>
<p>TUKS Petrokimia Gresik mencatat nilai 94 persen dalam asesmen Green and Smart Port, meningkat dari 82 persen pada 2022. Penilaian mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengombinasikan regulasi nasional dengan standar internasional.</p>
<p>Pencapaian tersebut didukung penerapan tata kelola pelabuhan yang berkelanjutan, efisiensi energi, digitalisasi operasional, serta inovasi untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi pupuk ke berbagai daerah.</p>
<p>Zulkifli Hasan menegaskan, pelabuhan memiliki peran penting dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Menurutnya, transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas menjadi kebutuhan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga lingkungan.</p>
<p>Selain menyerahkan penghargaan, Menko Pangan bersama jajaran kementerian juga meninjau berbagai fasilitas pelabuhan yang menerapkan prinsip keberlanjutan, keselamatan, efisiensi operasional, dan digitalisasi.</p>
<p>Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan penghargaan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mengembangkan pengelolaan pelabuhan yang modern, aman, dan ramah lingkungan.</p>
<p>Menurutnya, TUKS Petrokimia Gresik merupakan infrastruktur strategis yang mendukung kelancaran pasokan bahan baku produksi sekaligus distribusi pupuk ke seluruh Indonesia.</p>
<p>Daconi menegaskan perusahaan akan terus memperkuat transformasi melalui digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, dan inovasi berkelanjutan agar mampu mendukung sistem logistik nasional serta ketahanan pangan Indonesia. (ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/petrokimia-gresik-raih-pelabuhan-terbaik-nasional-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRI Bantu Biru Tsabita Kembangkan UMKM Tas Wanita</title>
		<link>https://faceindonesia.co.id/bri-bantu-biru-tsabita-kembangkan-umkm-tas-wanita/</link>
					<comments>https://faceindonesia.co.id/bri-bantu-biru-tsabita-kembangkan-umkm-tas-wanita/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ala]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 16:12:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Bantu Biru Tsabita]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<category><![CDATA[Kembangkan UMKM Tas Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://faceindonesia.co.id/?p=22495</guid>

					<description><![CDATA[FACEINDONESIA.CO.ID &#8211; Berawal dari keinginan membantu perekonomian keluarga, usaha tas dan dompet wanita Biru Tsabita&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FACEINDONESIA.CO.ID</strong> &#8211; Berawal dari keinginan membantu perekonomian keluarga, usaha tas dan dompet wanita Biru Tsabita asal Pemalang, Jawa Tengah, kini terus berkembang dengan dukungan pemberdayaan dari BRI.</p>
<p>Pemilik Biru Tsabita, Mutoharoh, mengatakan usahanya dirintis pada 2019 saat kondisi ekonomi keluarga sedang sulit. Berbekal penjualan online, bisnis tersebut perlahan tumbuh dan kini memasarkan produk ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan sempat menembus pasar Malaysia.</p>
<p>Biru Tsabita menghadirkan beragam tas dan dompet wanita dengan desain menarik dan fungsional. Selain produk siap jual, usaha ini juga melayani pembuatan tas dan dompet sesuai kebutuhan pelanggan.<br />
Perkembangan usaha semakin pesat setelah mengikuti pembinaan melalui Rumah BUMN BRI.</p>
<p>Menurut Mutoharoh, berbagai pelatihan, terutama Program BRIncubator BRI 2025, memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan bisnis dan memperluas jaringan usaha.</p>
<p>Saat ini, Biru Tsabita telah menyerap 33 tenaga kerja. Untuk mendukung operasional, usaha tersebut juga memanfaatkan layanan digital BRImo dan QRIS BRI.</p>
<p>Ke depan, Mutoharoh menargetkan perluasan pasar melalui penguatan penjualan di marketplace serta pengembangan kemitraan agar produknya menjangkau lebih banyak konsumen.</p>
<p>Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kisah Biru Tsabita menjadi bukti bahwa UMKM dapat tumbuh dari keterbatasan jika disertai kerja keras dan pendampingan yang tepat.</p>
<p>Menurutnya, melalui Rumah BUMN, BRI terus berkomitmen mendukung pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, dan naik kelas secara berkelanjutan.(ZID)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://faceindonesia.co.id/bri-bantu-biru-tsabita-kembangkan-umkm-tas-wanita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
