FACEINDONESIA.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa momentum Ramadan harus dibarengi transformasi besar di sektor pelayanan keagamaan dan penataan birokrasi yang lebih akuntabel. Menurutnya, Ramadan harus disambut dengan semangat melayani.
“Di bulan Ramadan, aparat yang paling sibuk itu seharusnya aparat Kementerian Agama. Karena itu, kita harus menunjukkan bahwa kita berdampak di masyarakat,” tutur Menag dalam rapat pimpinan yang digelar di kantor pusat Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama tahun ini menyiapkan rangkaian kegiatan tematik bertajuk “Joyful Ramadan Mubarak”. Program ini didesain untuk menghadirkan syiar Ramadan yang menggembirakan, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat dengan berbagai kegiatan, antara lain: “Masjid Ramah Pemudik”, “Ekspedisi Masjid Indonesia”, hingga “Lebaran Yatim”.
Menag minta seluruh jajaran, pusat dan daerah, bersinergi menyukseskan program tersebut. Ramadan bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan panggung bagi Kemenag untuk memberikan layanan yang responsif dan menggembirakan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Ramadan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan umat. Kita ingin menghadirkan wajah negara yang humanis melalui masjid-masjid kita. Segera lakukan koordinasi agar program seperti Masjid Ramah Pemudik ini memberikan kenyamanan dan ruang bagi kaum perempuan dalam beribadah dan beraktivitas di masjid,” tegas Menag.
Rapat dua mingguan setiap Selasa pagi ini diikuti pejabat Eselon I dan II pusat, para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri seluruh Indonesia. Rapat yang digelar secara hybrid ini juga diikuti oleh para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. (San)





