FACEINDONESIA.CO.ID – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo mengapresiasi kinerja pelayanan operasional jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Apresiasi tersebut disampaikan Wakapolri Dedi saat melakukan kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Bekasi pada Jumat (02/1). Kedatangan Dedi disambut hangat oleh Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono beserta jajaran manajemen Jasa Marga Group. Dalam kesempatan ini, Dedi meninjau langsung pusat kendali operasional JMTC yang beroperasi 24 jam sebagai pusat integrasi data pengelolaan arus lalu lintas di seluruh ruas tol Jasa Marga Group.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Korps Sabhara Baharkam Polri Irjen Pol M.H. Ritonga, Wakil Astamaops Kapolri Irjen Pol Laksana, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, dan Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal. Selain itu, turut hadir Direktur Operasi Fitri Wiyanti, Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Human Capital dan Transformasi Yoga Tri Anggoro, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pramitha Wulanjani, Direktur Layanan Yaya Ruhiya, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati beserta jajaran manajemen Jasa Marga lainnya.
“Hari ini saya sengaja hadir langsung mengunjungi command center milik Jasa Marga untuk melihat secara real time operasional JMTC. Ini juga merupakan bentuk sinergi kolaborasi dalam pengambilan keputusan diskresi di lapangan. Saya sangat apresiasi yang luar biasa terhadap JMTC milik Jasa Marga. Dengan segala layanan informasi yang ada, terus kita kolaborasikan untuk pengambilan keputusan karena teknologi ini sangat penting dalam memantau arus lalu lintas,” ujar Wakapolri Dedi.
Dedi menjelaskan, penetapan kebijakan pada periode Nataru sangat krusial sehingga harus didukung oleh analisis data yang empiris dan real time. Dedi menyakini, dengan dukungan data terpadu dari JMTC, setiap keputusan diskresi termasuk penerapan contraflow maupun one way dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan optimal dalam mewujudkan operasi layanan perjalanan Nataru yang lancar dan berkeselamatan.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa Jasa Marga mengoptimalkan peran JMTC dalam memantau dan menganalisa kondisi lalu lintas, memberi rekomendasi kepada stakeholder untuk mempermudah pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas, serta mendukung respons cepat terhadap gangguan di lapangan untuk menjawab kebutuhan pengguna jalan tol. Seluruh upaya tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan prima kepada masyarakat selama Nataru 2025/2026.
“Terima kasih kami ucapkan atas kunjungan Pak Wakapolri beserta jajaran ke JMTC yang merupakan bagian dari pengendalian seluruh operasional khususnya ruas jalan tol yg dimiliki Jasa Marga. Melalui integrasi teknologi dan dukungan Wakapolri maupun Korlantas Polri, mudah-mudahan pengendalian arus lalu lintas selama Nataru akan terus terjaga,” ucap Rivan.
Dalam kesempatan tersebut, Rivan menyampaikan bahwa realisasi volume lalu lintas kumulatif meninggalkan Jabotabek selama 15 hari pada periode libur Nataru 2025/2026 dari tanggal 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB s.d 2 Januari 2026 pukul 06.00 WIB tembus 2.480.105 kendaraan atau naik 12,85% dibanding normal. Sedangkan untuk arus lalu lintas kembali menuju wilayah jabotabek pada periode yang sama mencapai 2.303.572 kendaraan atau meningkat 7,39% dari lalin normal.
Rivan juga memaparkan mengenai berbagai pemanfaatan teknologi operasional JMTC, antara lain sistem traffic monitoring untuk memantau kondisi arus lalu lintas secara real time di seluruh ruas tol yang dikelola serta pemanfaatan data traffic counting dan _volume per capacity (V/C Rasio) sebagai dasar penerapan rekayasa lalu lintas bersama para pemangku kepentingan terkait. Selain itu, dukungan atas pemberlakuan kebijakan pembatasan angkutan barang guna mencegah kendaraan dengan muatan berlebih (Over Dimension Over Load) melintas di jalan tol selama libur akhir tahun, serta pemanfaatan water level sensor di sejumlah titik ruas tol untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas akibat cuaca ekstrem.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan video call interaktif bersama petugas di lapangan di antaranya petugas Gerbang Tol (GT) Kalikangkung dan GT Cikampek Utama (Cikatama) untuk memantau secara langsung arus lalu lintas secara real time melalui posko pusat JMTC.
Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, khususnya pada arus kembali libur Tahun Baru 2026 mengingat puncak lalu lintas diperkirakan terjadi pada 4 Januari 2026 dengan volume mencapai sekitar 196 ribu kendaraan. Untuk menghindari kepadatan, pengguna jalan tol disarankan melakukan perjalanan lebih awal pada 2 atau 3 Januari 2026.
Melalui kolaborasi bersama Kepolisian dan pemangku kepentingan terkait, Jasa Marga berkomitmen akan terus menjaga pengendalian lalu lintas serta menyiapkan berbagai skema rekayasa secara terukur, didukung pemanfaatan teknologi dan kesiapan sumber daya guna memastikan perjalanan pengguna jalan tol yang aman, nyaman, dan lancar hingga akhir periode Nataru 2025/2026.
Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk mengantisipasi perjalanan periode libur Nataru 2025/2026 dengan baik, serta merencanakan perjalanan dan manfaatkan informasi lalu lintas terkini secara real time melalui aplikasi Travoy. Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, gunakan waktu dengan bijak memanfaatkan waktu yang cukup untuk beristirahat di rest area, memastikan kecukupan BBM dan saldo kartu uang elektronik serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. Informasi lalu lintas terkini dan permintaan pelayanan lalu lintas juga bisa didapatkan melalui One Call Center Jasa Marga di nomor 14080, akun X @PTJASAMARGA, aplikasi Travoy dan media sosial resmi Jasa Marga. (San)





