FACEINDONESIA.CO.ID- PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) mencatatkan produksi lebih dari 15 juta unit kendaraan di Indonesia. Pencapaian ini mempertegas kontribusi Suzuki dalam memperkuat industri otomotif nasional, mulai dari pengembangan manufaktur, pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), kemitraan dengan pemasok lokal, hingga perluasan pasar ekspor.
Kontribusi tersebut didukung tiga fasilitas produksi Suzuki yang berlokasi di Tambun dan Cikarang, Jawa Barat. Ketiga fasilitas ini menjadi pusat produksi kendaraan roda dua dan roda empat, termasuk mesin, transmisi, serta berbagai komponen kendaraan.
Manajemen Suzuki menjelaskan, Plant Tambun I memiliki kapasitas produksi hingga 1,8 juta unit per tahun untuk sepeda motor, mesin, transmisi, dan komponen. Sejumlah produk yang dihasilkan antara lain GSX-R150, GSX-S150, Satria Pro, Nex II, Nex Crossover, Address, Burgman 125, dan Access 125.
Sementara Plant Tambun II memiliki kapasitas produksi 200 ribu unit per tahun untuk mobil dan komponennya, termasuk New Carry dan APV. Adapun Plant Cikarang berkapasitas 120 ribu unit per tahun dengan fokus produksi mesin, transmisi, serta komponen mobil, termasuk untuk model All New Ertiga, XL7, dan Fronx.
Selain memperkuat kapasitas manufaktur, Suzuki turut membangun ekosistem industri otomotif melalui kerja sama dengan lebih dari 900 pemasok dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas komponen dan penguatan industri dalam negeri. Salah satunya melalui aktivitas Hinkou untuk menjaga standar kualitas sekaligus mendorong peningkatan lokalisasi komponen otomotif.
Dari sisi ketenagakerjaan, Suzuki Indonesia memiliki 4.718 karyawan per September 2026. Sebanyak 95 persen bekerja di PT SIM yang bergerak di bidang manufaktur, sedangkan 5 persen lainnya berada di PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), yang menangani distribusi, penjualan, pengelolaan dealer, dan layanan purnajual.
Pengembangan kompetensi karyawan juga dilakukan melalui program On Job Training (OJT) ke Jepang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial.
Suzuki turut memperkenalkan dunia manufaktur kepada generasi muda melalui program kunjungan pabrik. Hingga kini, lebih dari 65 ribu pelajar telah mengikuti program tersebut untuk mengenal proses produksi kendaraan dan aktivitas industri otomotif secara langsung.
Dalam menjaga kualitas produk dan operasional, Suzuki menerapkan sistem pengendalian mutu dengan mengacu pada standar ISO 9001 dan ISO 14001. PT SIM juga memiliki sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta SNI ISO/IEC 17025 untuk laboratorium uji emisi.
Di sektor ekspor, Suzuki Indonesia telah mendistribusikan kendaraan ke 68 negara dan wilayah selama periode April 2025 hingga Maret 2026. Tujuan ekspor tersebut mencakup 25 negara di Amerika Tengah, 16 negara di Eropa, 11 negara di Asia, enam negara di Oseania, enam negara di Timur Tengah, serta empat negara di Amerika Selatan.
Secara akumulatif, ekspor mobil Suzuki dalam bentuk Completely Built Up (CBU) sejak 1993 hingga 2026 mencapai 543.867 unit. Sementara ekspor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) tercatat sebanyak 325.300 unit.
Suzuki juga membukukan ekspor mobil dalam bentuk Knock Down (KD) sebanyak 5.733.376 unit sepanjang 2018–2026.
Untuk kendaraan roda dua, ekspor sepeda motor dalam bentuk CBU sejak 2015 hingga 2026 mencapai 402.703 unit. Adapun ekspor CKD tercatat sebanyak 996.720 unit dan KD sebanyak 1.204.800 unit pada periode yang sama.
Capaian ekspor tersebut menunjukkan bahwa kegiatan manufaktur Suzuki di Indonesia tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok otomotif global.
Dalam operasionalnya, Suzuki Indonesia memiliki dua entitas utama dengan fungsi berbeda. PT Suzuki Indomobil Motor bertanggung jawab atas produksi kendaraan, komponen, dan suku cadang asli Suzuki. Sementara PT Suzuki Indomobil Sales menjalankan kegiatan distribusi, penjualan, pengelolaan dealer, serta layanan purnajual.
Melalui penguatan fasilitas manufaktur, kemitraan dengan pemasok lokal, peningkatan kualitas SDM, serta perluasan ekspor ke berbagai negara, Suzuki terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif dan perekonomian nasional.(SAN)






