Kementerian UMKM Pulihkan 178 Usaha di Nias

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, melalui tiga program terintegrasi yang menyasar 178 pengusaha UMKM di Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Nias Barat.

Ketiga program tersebut difokuskan pada perluasan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan akses pasar untuk membantu pelaku UMKM bangkit, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing usaha secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Utama Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan ekonomi.

“Kementerian UMKM ingin membangun wirausaha yang tidak hanya tangguh menghadapi krisis, tetapi juga mampu beradaptasi dan menangkap peluang pertumbuhan baru di pasar nasional maupun digital,” ujar Arif saat membuka kegiatan di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Nias, Selasa (20/10).

Arif menjelaskan, pemulihan UMKM pascabencana perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan, kualitas produk, dan pemasaran agar pelaku usaha memiliki fondasi bisnis yang kuat dalam jangka panjang.

Program pertama, Perluasan Akses Pembiayaan Wirausaha, diikuti 58 pengusaha UMKM. Program ini melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Sumut untuk meningkatkan literasi keuangan, kesiapan mengakses pembiayaan, serta kemampuan mengelola keuangan usaha secara profesional.

Program kedua, Peningkatan Kapasitas Produksi, menyasar 63 pengusaha UMKM. Melalui keterlibatan Universitas Nias dan pendamping UMKM, peserta mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kemampuan manajerial, efisiensi operasional, serta volume dan kualitas produksi sesuai kebutuhan pasar.

Sementara itu, program ketiga, Perluasan Akses Pasar Wirausaha, diikuti 57 pengusaha UMKM. Program ini mendorong perluasan jaringan kemitraan bisnis dan pemanfaatan platform digital dengan dukungan Universitas Nias, MOWIEE, serta Narsis Digital.

Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peluang menjadi penyedia barang dan jasa pemerintah melalui sistem pengadaan elektronik, termasuk pemanfaatan e-Katalog.

Arif menegaskan, pelaku UMKM perlu memperhatikan penetapan harga, kualitas produk, kelengkapan informasi, dan kecepatan layanan agar mampu bersaing dalam ekosistem pengadaan pemerintah.

Menurutnya, keterpaduan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan pemasaran menjadi kunci keberhasilan pemulihan usaha. Ketiga aspek tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM di Kepulauan Nias menjadi lebih mandiri, produktif, dan kompetitif.

Kementerian UMKM berkomitmen memantau perkembangan usaha peserta serta melanjutkan pendampingan agar program memberikan dampak nyata terhadap ketahanan ekonomi masyarakat. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan mitra usaha juga diperlukan untuk memastikan dukungan sesuai kebutuhan pelaku UMKM.

Melalui program ini, pemulihan UMKM di Kepulauan Nias diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga membuka peluang bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah dari Kabupaten Nias, Nias Barat, dan Nias Selatan, serta perwakilan perangkat daerah Provinsi Sumatera Utara yang membidangi pembinaan UMKM.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *