FACEINDONESIA.CO.ID- Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) membuat pembelajaran di SMA Negeri 2 Jayapura, Papua, semakin menarik dan interaktif. Teknologi ini membantu guru menyampaikan materi kimia yang abstrak melalui visualisasi, animasi, dan permainan edukatif sehingga lebih mudah dipahami murid.
Guru Kimia SMAN 2 Jayapura, Hardianti, memanfaatkan PID untuk meningkatkan kreativitas dan keterlibatan murid dalam proses pembelajaran. Melalui Laboratorium Virtual Stoikiometri pada platform Rumah Pendidikan, ia menghadirkan visualisasi untuk menjelaskan konsep-konsep kimia yang sulit diamati secara langsung.
“Ketika mengetahui adanya PID, saya merasa sangat terbantu. Mata pelajaran kimia memiliki materi yang sifatnya abstrak dan tidak terlihat oleh mata. Dengan PID, saya bisa mencari dan menunjukkan animasi yang membantu mereka memahami hal-hal yang sebelumnya sulit dibayangkan,” ujar Hardianti.
Menurutnya, penggunaan PID juga mendorong murid lebih aktif bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan melibatkan partisipasi murid.
Hardianti mengaku terus mencari ide dan berinovasi agar pembelajaran kimia semakin menarik bagi generasi yang akrab dengan teknologi. Dengan pendekatan tersebut, murid diharapkan lebih bersemangat mengikuti pelajaran dan memahami materi secara lebih mendalam.
Manfaat serupa dirasakan Nelson Mariadu, murid kelas XI SMAN 2 Jayapura. Ia menilai penyajian materi melalui visualisasi digital membantu memahami konsep kimia yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Materi konfigurasi elektron dan bentuk molekul menjadi salah satu pembelajaran yang menarik bagi Nelson. Melalui tampilan visual dan permainan edukatif, ia dapat mempelajari bentuk molekul sekaligus berlatih memahami konsep kimia secara bertahap.
“Permainan edukatif seperti latihan menyetarakan persamaan reaksi kimia dan menentukan konfigurasi elektron juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya. Melalui aktivitas tersebut, saya bersama teman-teman dapat mempelajari konsep secara bertahap dan memaknai kimia dalam aspek lebih luas,” kata Nelson.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menilai penggunaan PID mendapat respons positif karena membantu guru menyampaikan materi pembelajaran secara lebih menarik. Pemanfaatan teknologi tersebut juga sejalan dengan penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Menurut Abdul Mu’ti, digitalisasi pembelajaran diharapkan dapat menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, serta mendorong keterlibatan aktif murid di sekolah.
“Upaya tersebut tentunya untuk mendorong proses belajar lebih bermakna, menyenangkan, dan melibatkan murid secara aktif. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui PID kami harapkan dapat menjaga antusiasme dan meningkatkan semangat murid saat belajar di sekolah,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau pemanfaatan PID di Jayapura, Senin (19/10).
Dukungan pemerintah terhadap digitalisasi pendidikan terus diperkuat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pada 2026, sebanyak 2.688 unit PID telah disalurkan ke 1.409 sekolah di Provinsi Papua, dengan total anggaran lebih dari Rp83 miliar.
Khusus di Kota Jayapura, Kemendikdasmen telah menyalurkan 410 unit PID kepada 144 sekolah dengan nilai anggaran lebih dari Rp12 miliar.
Penyaluran perangkat tersebut diharapkan memperluas akses teknologi pendidikan sekaligus mendukung guru menghadirkan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan murid di era digital.(ZID)






