BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun, Perkuat Ekonomi Rakyat

FACEINDONESIA.CO.ID-Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen tersebut sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah, terutama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, perseroan terus menyelaraskan strategi bisnis dengan prioritas pembangunan nasional agar manfaat program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hingga akhir triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6 persen secara tahunan. Nilai tersebut setara dengan 75,1 persen dari total portofolio kredit perseroan, menegaskan posisi UMKM sebagai fokus utama pembiayaan BRI.

Di sektor pertanian, pembiayaan BRI mencapai Rp239,46 triliun hingga akhir triwulan II 2026. Dukungan ini diarahkan untuk memperluas akses permodalan petani, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI mencapai Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur hingga akhir September 2026. Jumlah tersebut setara dengan 87,9 persen dari total alokasi KUR BRI tahun ini sebesar Rp190 triliun.

Dari realisasi tersebut, sebanyak Rp114,76 triliun atau 68,71 persen disalurkan ke sektor produksi. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penerima terbesar dengan porsi 42,82 persen.

BRI juga memperluas pemberdayaan masyarakat melalui Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian. Hingga triwulan II 2026, ekosistem ini melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sebanyak 2,3 juta debitur tercatat berhasil naik kelas.

Di bidang pemberdayaan usaha, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 6.351 desa hingga September 2026. Program KlasterkuHidupku juga mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha. Sementara itu, layanan LinkUMKM by BRI telah dimanfaatkan lebih dari 17,6 juta pelaku UMKM.

Penguatan ekonomi masyarakat turut dilakukan melalui dukungan terhadap akses perumahan. Hingga September 2026, penyaluran KPR subsidi BRI mencapai Rp19,81 triliun kepada lebih dari 144 ribu debitur. Realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) juga mencapai Rp12,60 triliun atau 90,05 persen dari target tahun 2026.

Di tingkat desa, BRI mengoptimalkan jaringan BRILink Agen untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Layanan tersebut mencakup transaksi tunai, transfer, pembayaran tagihan, serta akses produk simpanan dan pembiayaan melalui mekanisme rujukan sesuai ketentuan.

BRI juga menyatakan kesiapan mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan masyarakat. Langkah ini diharapkan memperkuat inklusi keuangan dan mempermudah penyaluran program pemerintah secara lebih efektif.

Hery menegaskan, BRI akan terus memperluas pembiayaan produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, dan mengoptimalkan jaringan layanan keuangan hingga pelosok negeri.

Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha meningkatkan pendapatan, mengembangkan bisnis, dan memperoleh akses keuangan yang lebih luas.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, BRI memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *