Kementerian UMKM Pulihkan Usaha Korban Bencana di Sumatera

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjalankan program pemulihan usaha secara terintegrasi bagi 908 pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, serta kemudahan memperoleh pembiayaan untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.

Program yang dilaksanakan melalui Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM tersebut melibatkan 638 pengusaha UMKM di Sumatera Barat dan 270 pengusaha UMKM di Sumatera Utara. Pemerintah berharap upaya ini dapat membantu pelaku usaha kembali produktif sekaligus membangun bisnis yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Bacaan Lainnya

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan pemulihan usaha pascabencana tidak cukup hanya dengan mengembalikan kegiatan bisnis seperti sebelum bencana. Pengusaha UMKM juga perlu mendapatkan penguatan kapasitas agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan peluang ekonomi.

“Pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera kami lakukan secara terintegrasi melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan akses pembiayaan,” ujar Riza dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10).

Menurutnya, pendekatan terpadu tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat fondasi bisnis agar lebih adaptif terhadap tantangan dan mampu bersaing di pasar.

Kementerian UMKM juga mengoptimalkan ekosistem kewirausahaan daerah, termasuk pemanfaatan sarana pendukung dan layanan digital untuk mempermudah pelaku usaha memperoleh informasi, pendampingan, serta fasilitas pengembangan bisnis.

Salah satu layanan yang dioptimalkan adalah SAPA UMKM, yang menjadi pintu akses bagi wirausaha untuk mendapatkan informasi dan pendampingan sesuai kebutuhan usaha.

“Program pemulihan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membangun ketahanan usaha. Kami juga mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pintu akses utama bagi wirausaha untuk memperoleh informasi, pendampingan, dan berbagai fasilitasi pengembangan usaha,” kata Riza.

Pemulihan 638 UMKM di Sumatera Barat

Pelaksanaan program pemulihan UMKM di Sumatera Barat berlangsung di Bukittinggi pada Kamis (15/10), dengan melibatkan 638 pengusaha dari sejumlah kabupaten.

Program tersebut mencakup tiga pilar utama, yaitu kemudahan akses pembiayaan wirausaha bagi 219 UMKM, peningkatan kapasitas wirausaha bagi 255 UMKM, serta peningkatan akses pasar bagi 164 UMKM.

Peserta berasal dari Kabupaten Agam sebanyak 304 UMKM, Kabupaten Pasaman 124 UMKM, Kabupaten Pasaman Barat 123 UMKM, dan Kabupaten Lima Puluh Kota 87 UMKM.

Melalui program ini, peserta mendapatkan berbagai pendampingan, mulai dari pelatihan pola pikir kewirausahaan, peningkatan ketangguhan bisnis, penguatan kemampuan adaptasi, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Selain itu, pengusaha UMKM memperoleh pembekalan strategi untuk mengoptimalkan transaksi melalui Katalog Elektronik serta fasilitasi inkubasi bisnis. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperbaiki proses produksi, meningkatkan pengelolaan bisnis, dan memperluas jangkauan pemasaran setelah terdampak bencana.

270 UMKM di Sumatera Utara Ikuti Program Pemulihan

Program serupa dilaksanakan di Sumatera Utara pada Jumat (16/10), dengan melibatkan 270 pengusaha UMKM terdampak bencana dari tiga daerah.

Peserta terdiri atas 86 UMKM dari Kota Padangsidimpuan, 84 UMKM dari Kabupaten Mandailing Natal, dan 100 UMKM dari Kabupaten Tapanuli Selatan.

Keterlibatan pelaku usaha dari ketiga daerah tersebut menunjukkan upaya masyarakat untuk kembali menggerakkan kegiatan ekonomi melalui penguatan usaha dan pendampingan yang disediakan pemerintah.

Kementerian UMKM menargetkan program pemulihan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong pengusaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta memenuhi persyaratan untuk mengakses pembiayaan formal atau menjadi lebih bankable.

Dengan dukungan tersebut, UMKM terdampak bencana diharapkan mampu kembali menjalankan kegiatan usaha secara produktif dan berkelanjutan. Penguatan sektor UMKM juga menjadi bagian penting dalam menjaga mata pencaharian masyarakat, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendorong pertumbuhan kewirausahaan lokal di tengah tantangan pascabencana.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *