FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 330.186 pelanggan menggunakan KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pulang pergi (PP) selama periode Mei–September 2026. Sejak resmi beroperasi pada 1 Mei 2026, kereta api ini mendapat respons positif dari masyarakat yang melakukan perjalanan lintas Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Jumlah pelanggan KA Sangkuriang tercatat sebanyak 61.078 orang pada Mei, 70.399 orang pada Juni, 67.620 orang pada Juli, 68.974 orang pada Agustus, dan 62.115 orang pada September 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tingginya jumlah pelanggan menunjukkan besarnya potensi mobilitas antarkota di sepanjang jalur yang dilalui KA Sangkuriang.
“KA Sangkuriang melayani perjalanan sepanjang 1.002 kilometer dengan karakter pelanggan yang beragam. Ada perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta atau Solo, perjalanan menuju Surabaya dan Jember, hingga pelanggan yang melanjutkan perjalanan sampai Banyuwangi. Pola ini menunjukkan perjalanan kereta tumbuh di banyak segmen kota yang dilalui,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).
KA Sangkuriang melayani perjalanan langsung dari Bandung menuju Ketapang dan sebaliknya. Perjalanan dari Bandung dimulai pada 1 Mei 2026, sedangkan keberangkatan dari Ketapang menuju Bandung dimulai sehari setelahnya.
Layanan ini menghubungkan sejumlah kota strategis di Pulau Jawa, mulai dari Tasikmalaya, Ciamis, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Jember, Banyuwangi, hingga Ketapang. Kehadiran KA Sangkuriang memberikan pilihan perjalanan antarkota tanpa perlu berganti kereta untuk perjalanan dari Bandung menuju Banyuwangi.
Menurut Anne, konektivitas tersebut mendukung beragam kebutuhan mobilitas masyarakat, mulai dari perjalanan keluarga, pekerjaan, pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga wisata.
“Satu rangkaian Sangkuriang dapat melayani banyak pola perjalanan sekaligus. Pelanggan dapat naik dan turun di berbagai segmen sepanjang rute. Karena itu, manfaat layanan ini terasa pada hubungan antarkota di sepanjang lintas,” katanya.
Okupansi KA Sangkuriang Tembus 240 Persen
Tingginya minat masyarakat juga terlihat dari tingkat okupansi KA Sangkuriang. Pada periode Juli–September 2026, KA Sangkuriang nomor 7044A mencatat rata-rata okupansi sebesar 240,53 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara kereta api unggulan dari dan menuju Bandung pada periode yang sama.
Secara bulanan, okupansi KA Sangkuriang mencapai sekitar 251 persen pada Juli, 244 persen pada Agustus, dan 227 persen pada September 2026. Bahkan, selama periode libur sekolah 2026, tingkat okupansinya sempat menyentuh 284 persen.
KAI menjelaskan, tingkat okupansi di atas 100 persen tidak berarti jumlah penumpang di dalam kereta melampaui kapasitas tempat duduk pada saat bersamaan. Angka tersebut dipengaruhi pergantian pelanggan di berbagai stasiun sepanjang rute, sehingga satu tempat duduk dapat digunakan oleh beberapa pelanggan dalam perjalanan yang berbeda.
“Angka okupansi tersebut memperlihatkan kuatnya perjalanan parsial. Artinya, Sangkuriang hidup sepanjang lintasnya. Pergerakan tidak terkonsentrasi pada Bandung dan Ketapang saja karena terdapat pelanggan yang memanfaatkan perjalanan antarkota pada berbagai segmen di tengah rute,” jelas Anne.
Tawarkan Tiga Pilihan Kelas Perjalanan
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, KA Sangkuriang menyediakan total 456 tempat duduk dalam satu rangkaian. Kapasitas tersebut terdiri dari 16 tempat duduk Compartment Suites, 200 tempat duduk kelas Eksekutif, dan 240 tempat duduk kelas Ekonomi Premium.
Kelas Compartment Suites menawarkan ruang perjalanan yang lebih privat dengan kursi yang dapat direbahkan hingga 180 derajat. Sementara itu, kelas Eksekutif terdiri dari empat kereta dengan kapasitas masing-masing 50 tempat duduk.
Adapun kelas Ekonomi Premium terdiri dari tiga kereta yang masing-masing menyediakan 80 tempat duduk. Kombinasi ketiga kelas tersebut memberikan alternatif bagi pelanggan untuk memilih layanan sesuai kebutuhan dan preferensi selama perjalanan jarak jauh.
“Ada pelanggan yang menempuh perjalanan antarkota beberapa jam, ada pula yang melakukan perjalanan panjang hingga Jawa Timur. Kami menyediakan pilihan kelas dalam satu rangkaian agar pelanggan dapat menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan dan preferensinya,” tutur Anne.
KAI menilai capaian KA Sangkuriang selama lima bulan pertama operasionalnya menunjukkan peluang besar pengembangan transportasi kereta api yang menghubungkan berbagai pusat kegiatan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Layanan langsung Bandung–Ketapang juga memperluas akses masyarakat menuju berbagai destinasi di sepanjang jalur selatan dan timur Pulau Jawa, termasuk Yogyakarta, Solo, Surabaya, Jember, dan Banyuwangi.
“330 ribu pelanggan dalam lima bulan memberi gambaran bahwa satu layanan kereta dapat menggerakkan banyak perjalanan antarkota sekaligus. Sangkuriang membawa Bandung lebih dekat dengan kota-kota di sepanjang selatan dan timur Jawa, sekaligus membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk bepergian dan menjelajahi berbagai destinasi dengan kereta api,” tutup Anne.(ZID)






