Pelanggan KA Purwojaya Melonjak 84,55 Persen, Tembus 408 Ribu

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan jumlah pelanggan KA Purwojaya pada periode Januari–September 2026. Kereta api yang melayani rute Cilacap–Kroya–Gambir pulang pergi (PP) tersebut mengangkut 408.961 pelanggan, meningkat 84,55 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 221.601 pelanggan.

Berdasarkan data tersebut, jumlah pelanggan KA Purwojaya bertambah 187.360 orang dalam sembilan bulan. Peningkatan ini menunjukkan tingginya permintaan perjalanan menuju Jakarta dari wilayah Cilacap dan sekitarnya, sekaligus memperlihatkan perkembangan pasar kereta api antarkota di luar koridor metropolitan utama.

Bacaan Lainnya

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan setiap jalur kereta api memiliki karakteristik permintaan yang berbeda. Data pelanggan menjadi salah satu dasar bagi KAI untuk memahami perubahan mobilitas masyarakat dan mengevaluasi kebutuhan layanan.

“Purwojaya tumbuh lebih dari 84 persen dalam sembilan bulan. Angka ini menunjukkan permintaan perjalanan ke Jakarta berkembang kuat dari koridor Cilacap dan wilayah sekitarnya,” ujar Anne dalam keterangan pers, Jumat (9/10/2026).

Tingginya mobilitas masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah turut menjadi konteks perkembangan perjalanan tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Kabupaten Cilacap mencatat sekitar 3,16 juta perjalanan wisatawan nusantara selama Januari–Juli 2026. Sementara itu, Kabupaten Banyumas mencatat sekitar 4,84 juta perjalanan pada periode yang sama.

Dari sisi daerah asal perjalanan, BPS juga mencatat sekitar 3,11 juta perjalanan wisatawan nusantara berasal dari Kabupaten Cilacap dan 3,10 juta perjalanan dari Kabupaten Banyumas selama Januari–Juli 2026. Meski tidak seluruh perjalanan tersebut menggunakan kereta api, data ini menggambarkan besarnya aktivitas mobilitas masyarakat di kawasan selatan Jawa Tengah.

Pertumbuhan pelanggan KA Purwojaya menunjukkan bahwa kebutuhan transportasi antarkota tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar. Perjalanan dari Cilacap dan wilayah sekitarnya menuju Jakarta turut berkembang untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, bisnis, kunjungan keluarga, hingga wisata.

KAI memanfaatkan data jumlah pelanggan dan tingkat keterisian tempat duduk untuk mengevaluasi kapasitas, jadwal keberangkatan, waktu perjalanan, serta komposisi layanan pada setiap relasi. Evaluasi tersebut diperlukan agar pelayanan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna di masing-masing koridor.

Anne menjelaskan, data pelanggan per kereta membantu perusahaan mengidentifikasi perubahan permintaan secara lebih terperinci. Dengan demikian, pertumbuhan pada suatu jalur dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah peningkatan pelayanan.

“Data per kereta membantu kami melihat pasar secara lebih detail. Ketika suatu relasi tumbuh cepat, kami dapat mengevaluasi kebutuhan pelanggan berdasarkan pola perjalanan yang benar-benar terjadi di koridor tersebut,” kata Anne.

Menurutnya, perkembangan KA Purwojaya juga memperlihatkan peluang pertumbuhan jaringan kereta api antarkota yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi di luar kota terbesar. KAI akan terus memantau volume pelanggan, tingkat okupansi, dan pola perjalanan musiman sebagai dasar evaluasi layanan.

“Jaringan antarkota harus membaca kebutuhan tiap koridor secara spesifik. Itu yang membuat kapasitas dan layanan dapat mengikuti perubahan mobilitas masyarakat dengan lebih tepat,” tutup Anne.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *